Masyarakat Madani Kajian Komprehensif

Posted on

Pengertian Masyarakat Madani Kajian Komprehensif Para Ahli

Pengertian Masyarakat Madani
Sumber Gambar: Wikimedia

Masyarakat madani adalah istilah yang mulai muncul dan terkenal pada awal 90-an khususnya di Indonesia, meskipun masih jarang terdengar di telinga orang awam.

Awal berkembangnya konsep masyarakat madani adalah dari ilmu pengetahuan Barat, lalu sempat menghilang dalam perdebatan wacana sosial modern, tapi mulai muncul kembali dekade 80-an saat negara-negara di Eropa Timur bergejolak karena reformasi.

Memahami konsep madani ini agak pelik karena istilah yang digunakan masih dalam perdebatan, beberapa kalangan berargumen bahwa masyarakat madani adalah sama dengan civil society, sementara yang lain sebaliknya.

Baca Juga: Pengertian Masyarakat Multikultural

Adalah Anwar Ibrahim orang yang memperkenalkan sekaligus menterjemahkan istilah madani menjadi civil society di Indonesia, saat sinposium ilmiah tanggal 26 September 1995 di Istiqlal.

Pengertian Masyarakat Madani Menurut Para Ahli

Aristoteles

Civil Society menurut Aristoteles adalah sistem kenegaraan (koinonia), yaitu; sebuah komunitas politik tempat masyarakat berpartisipasi langsung dalam percaturan ekonomi, politik dan pengambilan keputusan.

John Locke

Civil Society menurut John Locke yaitu ketika masyarakat bisa merealisasikan kemerdekaannya dari kekuasaan elit yang memonopoli kekuasaan dan kekayaan dengan membentuk pemerintahan sipil yang terwujud melalui demokrasi parlementer, karena keberadaan parlemen merupakan wakil pengganti otoritas para raja.

Jack Rosseau

Civil Society menurut John Jack Rosseau adalah mengajak manusia untuk terlibat menentukan masa depannya serta mengikis habis monopoli kaum elit yang berkuasa untuk kepentingan umat manusia.

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim memberi penjelasan makna masyarakat madani, yaitu sistem sosial yang asasnya adalah prinsip moral dimana ada jaminan keseimbangan antara kestabilan masyarakat dengan kebebasan individu.

Anwar Ibrahim menterjemahkan civil society menjadi masyarakat madani karena adanya konsep kota Ilahi, kota peradaban atau juga masyarakat kota. Pemikiran ini merupakan pemaknaan dari konsep al-Mujtama’ al-Madani-nya Naqwib al-Attas.

Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Anwar_Ibrahim

Hikam

Penggunaan civil society sebagai pengganti istilah masyarakat madani ditentang oleh Hikam. Hikam berargumen bahwa istilah ini cenderung sudah “dikooptasi” negara karena dikenali sebagai masyarakat ideal, sebagaimana pernah terdengar “masyarakat pancasila”.

Istilah masyarakat madani secara khusus dipopulerkan para pemikir Islam yang punya kecenderungan memonopoli suara kalangan Islam (Hikam).

Perlu diingat, Hikam berpandangan soal masyarakat madani saat presiden Suharto masih berkuasa, jadi mungkin beliau mencurigai para pemikir Islam ini sedang melakukan gerakan politik.

Konsep Madani menurut Hikam adalah yang secara sukarela ikut terlibat menetapkan tujuan hidup bersama serta menjungjung nilai-nilai hukum yang sudah disepakati.

Di sisi lain pemikir Islam seperti Nurcholish Madjid dan Dawam Raharjo cenderung sepakat dengan penyamaan istilah masyarakat madani dengan civil society.

Nurcholish Madjid

Masyarakat Madani diambil dari kata “Madinah” akar kata bahasa Arab “Madaniyah” yang artinya peradaban. Itu artinta Masy madani adalah masyarakat yang beradab.

Rujukan utama istilah masyarakat madani berasal dari peradaban ummat Islam yang dibangun oleh Nabi Muhammad di Madinah, daerah tersebut asalnya bernama Yastrib kemudian diubah menjadi Madinah, yang hakekatnya adalah pernyataan niat membangun masyarakat yang berperadaban, berlandaskan ajaran Islam dan ummat yang bertaqwa pada Allah SWT (piagam madinah).

Dawam Rahardjo

Masyarakat madani merupakan masyarakat yang perkembangannya lebih tinggi, lebih lanjut ia menjelaskan yaitu masyarakat yang punya sistem kelembagaan serta mekanisme yang bisa menjamin langengnya upaya masyarakat itu sendiri untuk secara mandiri memelihara iman dan melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar.

Suseno

Mengutip Hegel, Suseno berpendapat bahwa masy. madani adalah kumpulan individu yang bermasyarakat diluar sistem primordial seperti keluarga atau kenalan pribadi yang berdinamika saling berkerja sama untuk mencapai tujuan tertentu sesuai dengan tuntutan perkembangan zaman.

Penutup

Masyarakat madani merupakan konsep bewayuh wajah, banyak makna, tidak akan cukup dijelaskan secara ringkas.

Saya memahaminya sebagai konsep ideal tentang bagaimana seharusnya masyarakat memajukan dirinya dengan cara aktifitas partisipatif dalam ruang gerak dimana Negara tidak melakukan intervensi.

Jika digali lebih lanjut mungkin konsep madani ini terkait pula dengan konsep demokrasi partisipatif, karena demokrasi yang ideal adalah tumbuh pada masyarakat.

Baca Juga: Partisipasi Masyarakat Menurut Para Ahli

Silahkan komentar ya.

Sumber yang bisa anda baca: