Pengertian Masyarakat Pesisir

Posted on
pengertian masyarakat pesisir
Ilustrasi masyarakat pesisir
Foto diambil dari flickr.com

Pengertian masyarakat pesisir pantai, menurut Siti Aminah dimana istilah yang distribusikan kepada kelompok masyarakat yang tinggal di tepi pantai atau berdekatan berdekatan dengan laut, sebagaimana masyarakat pesisir Sumba, Palembang, Manado, dan lain-lain.

Pada dasarnya istilah masyarakat pesisir sering diidentikkan dengan penyebutan masyarakat nelayan, hal ini disebabkan karena mayoritas dari pekerjaan masyarakat pesisir adalah nelayan.
Adapun pengertian dari nelayan sebagaimana didefinisikan oleh Dirjen Perikanan (Kusnadi, 2006:2), yang disebut nelayan adalah orang yang secara aktif melakukan pekerjaan dalam operasi penangkapan binatang atau tanaman air dengan sebagian atau seluruh hasilnya untuk dijual.

Terkadang masyarakat pesisir (Costal Community) juga diterjemahkan dengan ciri-ciri utama tidak memproduksi barang ataupun jasa terentu, biasanya berupa perahu dengan sistem ekonomi yang hirarki seperti ada juragan kapal, tengkulak, buruh, nelayan, tradisional. (Soetandyo Wignyosoebroto, 2005:143).

Wilayah pesisir merupakan wilayah peralihan daratan dan lautan yang sangat kompleks, dimana terjadi pertemuan antara dua ekosistem yang saling mempengaruhi yakni darat dan laut. Soegiarto dalam Dahuri (1996) mendefinisikan wilayah pesisir sebagai kawasan peralihan (interface area) antara ekosistem laut dan darat baik kering maupun terendam yang masih mendapat pengaruh sifat-sifat laut seperti pasang surut, angin laut, perembesan air laut dengan ciri vegetasi yang khas. Kemudian kearah laut mencakup batas terluar dari daerah paparan benua (continental shelf) dengan ciri perairan yang masih dipengaruhi dengan proses alami yang terjadi di darat seperti sedimentasi, penggundulan hutan, dan pencemaran.