close

25 Perilaku Durhaka Istri kepada Suami

Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang istri durhaka kepada suami. Sebaliknya, Allah mengakibatkan ketaatan seorang muslimah kepada suaminya selaku salah satu patokan masuk surga lewat pintu mana pun.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

Daftar Isi

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang perempuan selalu mempertahankan shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), mempertahankan kemaluannya (dari tindakan zina) & taat pada suaminya, maka dibilang pada wanita tersebut, “Masuklah ke nirwana melalui pintu manapun yg kamu-sekalian suka.” (HR. Ahmad; shahih)

  Puisi Tentang Tentara Indonesia | Abdi Negara

Ternyata bentuk kedurhakaan istri kepada suami mampu bermacam-macam. Muhammad bin Ibrahim Al Hamd & Abdullah bin Al Ju’atsain menuliskannya dlm buku Min Akhtha’ Az Zaujat Aswa’ Az Zaujat yg telah diterjemahkan menjadi Durhaka Istri kepada Suami.

Berikut ini webmuslimah sajikan inti sarinya:

1. Mengungkit-ungkit pertolongan kepada suami

Ada kalanya istri lebih kaya dari suami. Atau keluarga istri lebih berada dibandingkan keluarga suami. Sehingga pihak istri memberikan sesuatu terhadap sang suami. Pemberian yg lapang dada, tentu sah-sah saja. Bahkan merupakan kebaikan & menambah kasih sayg.

Namun jika istri suka mengungkit-ungkit tunjangan, hal ini ialah bentuk menyakiti hati suami. Merupakan bentuk kedurhakaan kepada suami. Ka&g terdengar dongeng, seorang istri hingga mengatakan terhadap suaminya, “Kamu itu dulunya nggak punya apa-apa, sekarang mampu berhasil karena dulu dikasih modal sama Papa” atau “Harusnya kau yg menafkahi aku & belum dewasa. Tapi gajimu itu nggak cukup. Kalau saya nggak kerja & mensubsidi kamu, bagaimana keluarga kita bisa hidup.” Na’udzubillah.

Di darul baka, orang yg suka mengungkit-ungkit dukungan akan mendapatkan azab yg pedih.

ثَلاَثَةٌ لاَ يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلاَ يَنْظُرُ إِلَيْهِمْ وَلاَ يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ قَالَ فَقَرَأَهَا رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- ثَلاَثَ مِرَارٍ. قَالَ أَبُو ذَرٍّ خَابُوا وَخَسِرُوا مَنْ هُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْمُسْبِلُ وَالْمَنَّانُ وَالْمُنَفِّقُ سِلْعَتَهُ بِالْحَلِفِ الْكَاذِبِ

“Ada tiga golongan yg pada hari kiamat Allah tak mengatakan terhadap mereka, tak menyaksikan mereka & tak mensucikan mereka, serta bagi mereka azab yg pedih.” Abu Dzar berkata, “Mereka merugi, siapa mereka ya Rasulullah?” Beliau menjawab, “orang yg memanjangkan ujung pakaiannya, orang yg suka mengungkit-ungkit bantuan & orang yg menunjukkan barangnya dgn sumpah imitasi” (HR. Muslim)

  Pengertian Ideologi Menurut Para Ahli

Kedua:

Banyak Keluh Kesah