close

Diksi Dan Gaya Bahasa

PENGERTIANARTIDEFINISIDARI: DIKSI

pengertianartidefinisidari.blogspot.com, – Diksi atau opsi kata yaitu hasil dari upaya menentukan kata yang sempurna untuk digunakan dalam sebuah tuturan bahasa. Diksi bukan sekedar menentukan yang sempurna namun untuk menentukan kata mana yang cocok digunakan dalam kalimat yang maknanya tidak berlawanan dengan nilai-nilai yang diakui masyarakat.

Contohnya: kata mati, yang bermakna meninggal, wafat, kembali ke haribaan ilahi

Syarat

Adapun syarat-syarat diksi ialah sebagai berikut:

Ketepatan pemilihan kata

Indikator ketepatan penyeleksian kata antara lain:

  • Mengomunikasikan gagasan menurut opsi kata yang sempurna dan sesuai menurut kaidah bahasa Indonesia.
  • Menghasilkan komunikasi puncak (yang paling efektif).
  • Menghasilkan tanggapanpembaca atau pendengar sesuai dengan harapan penulis atau pembaca.
  • Menghasilkan sasaran komunikasi yang diperlukan.

Ketepatan penyeleksian kata terdiri dari beberapa opsi kata yaitu:

1. Denotatif dan konotatif

Denotatif yaitu makna wajar yang sesuai dengan apa adanya. Contohnya : makan memiliki arti memasukkan sesuatu ke dalam lisan, dikunyah dan ditelan. Makna kata makan mirip ini ialah makna denotatif.

Konotatif yakni makna yang muncul selaku akhir dari sikap sosial langsung dan tolok ukur pelengkap yang dikenakan pada suatu makna konseptual. Makna konotatif tidak tetap. Contohnya: kamar kecil mengacu pada kamar yang kecil(denotatif), namun kamar kecil berarti jamban (konotatif).

2. Kesesuaian kata

Syarat kesesuaian kata, sebagai berikut:

  • Menggunakan ragam baku dengan teliti dan tidak mencampur adukan dengan kata tidak baku yang digunakan dalam pergaulan. Contoh : hakikat(baku) : hakekat (tidak baku)
  • Menggunakan kata yang nakan kata ber dengan nilai sosial dengan teliti. Contoh : kencing(kurang sopan) : buang air kecil (lebih sopan)
  • Menggunakan kata berpasangan dan berlawanan makna dengan teliti. Contoh : sesuai bagi (salah) : sesuai dengan (benar)
  • Menggunakan kata dengan suasana tertentu. Contoh : berjalan lambat, mengesot dan merangkak.
  • Menggunakan kata ilmiah untuk penulisan karya ilmiah dan komunikasi non ilmiah memakai kata terkenal. Contoh : alasan ( ilmiah), pembuktian (populer)
  • Menghindarkan penggunaan ragam lisan (pergaulan) dalam bahasa tulis. Contoh : tulis,baca,kerja (bahasa mulut) : menulis,membaca,mengerjakan (bahasa tulis)
  Titik pandang kedua paragraf di atas

PENGERTIANARTIDEFINISIDARI: GAYA BAHASA

Gaya bahasa adalah penggunaan kata kiasan dan perbandingan yang tepat untuk mengungkapkan perasaan dan pikiran dengan maksud tertentu, gaya bahasa memiliki kegunaan untuk menjadikan keindahan dalam karya sastra atau dalam berbicara. Gaya bahasa disebut juga dengan Majas.

Macam-macam Majas

Adapun macam-macam gaya bahasa atau Majas ialah sebagai berikut:

1. Gaya bahasa penegasan
  • Inversi yakni gaya bahasa yang berupa susunan kalimat terbalik dari subyek-predikat menjadi predikat-subjek. Contoh : indah benar pemandangannya.
  • Retoris yaitu gaya bahasa berupa kalimat tanya yang tidak membutuhkan tanggapan. Contoh : bukankah peran kalian masih banyak.
  • Koreksio adalah gaya bahasa yang mengoreksi kata-kata yang dianggap salah dengan kata-kata pembetulannya. Contoh : ia sedang tidur,oh ternyata sedang di kamar kecil.
  • Repetisi yaitu gaya bahasa dengan mengulang ulang kata atau kalangan kata. Repetisi sering digunaka dalam pidato. Contoh : kita mesti berupaya, kita harus berguru, kita harus mampu sehingga kita mesti cendekia.
  • Paralelisme yaitu gaya bahasa dengan pengulangan yang sering digunakan dalam puisi. Dapat dibedakan menjadi dua yakni anafora dan epifora. Enomerasio yakni gaya bahasa yang menyebutkan beberapa insiden saling berhubungan sehingga membentuk satu kesatuan.
  • Contoh : bintang-bintang gemerlapan, rembulan bersinar, angin berembus sepoi-sepoi. Klimaks yakni gaya bahasa yang mengungkapkan bebrapa hal secara berturut-turut kian memuncak. Contoh : semenjak detik,menit,jam dan hari ini saya tidak merokok lagi.
  • Antiklimaks adalah gaya bahasa yang menyatakan beberapa hal secara berturut-turut makin menurun. Contoh : jangan seribu, seratus,serupiah bahkan sesen pun aku tidak menenteng duit.
  • Asidenton yakni gaya bahasa yang menjelaskan beberapa hal sederjat secara berturut0turut tanpa kata penghubung. Contoh : baju, celana, kaos, sarung dan kaos kaki dicuci seluruhnya.
  • Polisidenton adalah gaya bahasa yang menjelaskan beberapa hal sederajat secara berturut-turut dengan kata penghubung. Contoh : buku cerita dan sepatu serta tas dibeli oleh abang untuk adik.
  • Pleonasme yaitu gaya bahasa yang memakai kata pemanis secara berlebihan Contoh : bawah umur sedang turun ke bawah.
  • Tautologi ialah gaya bahasa dengan pengulangan kata,kalangan kata, atau sinonimnya. Contoh : datang. Datanglah malam ini juga wahai sahabatku.
  • Praterito ialah gaya bahasa yang menyembunyuikan maksud semoga ditebak oleh pembaca atau pendengarnya. Contoh : bahagia sekali bisa diterima kuliah di UGM. Kelak kalian mampu merasakan sendiri.
  • Elipsis ialah gaya bahasa yang menggunakan kalimat elips (kalimat tidak lengkap). Contoh : ayo, tidur! (tujuannya : ayo, anak-anak tidur!)
  • Interupsi yakni gaya bahasa yang memakai kata atau kalangan kata yang disisipkan untuk menerangkan sesuatu. Contoh : buku ini, yang ku cari selama ini, yang kudapatkan dari seorang sahabat.
  • Ekslamasio yaitu gaya bahasa yang menggunakan kata seru. Yang tergolong kata seru di antaranya, yakni ah,aduh,amboi,astaga,awas,oh,wah. Contoh : awas, ada anjing galak!
 Diksi atau pilihan kata adalah hasil dari upaya memilih kata yang tepat untuk dipakai dal DIKSI DAN GAYA BAHASA
2. Gaya bahasa perbandingan
  • Tropen adalah gaya bahasa yang memakai kata atau ungkapan lain dalam perumpamaan sejajar. Contoh : pikirannya meroket (sejajar dengan memikirkan hebat-andal)
  • Simbolik adalah gaya bahasa yang menggunakan perbandingan simbol (lambang) benda, hewan, atau flora. Contoh : lintah darat harus dibasmi.
  • Antonomasia yaitu gaya bahasa yang menggunakan kata (sebutan) tertentu untuk mengambil alih nama orang atau sebaliknya. Contoh : kartini yaitu Srikandi Indonesia.
  • Alusio ialah gaya bahasa yang mengggunakan perumpamaan, pribahasa, atau sampiran pantun secara biasa . Contoh : petugas itu dijasikan kambing hitam.
  • Eufismisme adalah gaya bahasa yang menggunakan kata atau golongan kata penghalus. Contoh : ia sedang ke kamar belakang (kamar belakang penghalus dari WC).
  • Litotes adalah gaya bahasa yang menggunakan kata berlawanan untuk merendahkan diri. Contoh : ayo mampir ke gubuk kami (rumah).
  • Hiperbola yaitu gaya bahasa yang menyatakan sesuatu secara berlebihan. Contoh : tawanya menggelegar hingga membelah bumi.
  • Perifrasis yaitu gaya bahasa yang memakai sebuah kata atau kelompok kata dengan kata atau kalangan lain. Contoh : saya merasa senang mampu belajar di kota pelajar (Yogyakarta).
  • Personifikasi yakni gaya bahasa / Majas yang menggambarkan benda mati seakan-akan hidup atau bernyawa. Contoh : Buih laut menjilat panta.
  • Sinekdoke adalah gaya bahsa yang menyebutkan sebagian, namun yang dimaksud yaitu seluruh bab atau sebaliknya.
  • Pars protato : gaya bahsa yang menyatakan sebagian, tetapi untuk seluruhb bagian. Contoh : setiap kepala mesti membayar duit dua ribu rupiah (setiap kepala : setiap orang).
  • Totem proparte yakni gaya bahsa yang menyatakan seluruh bab untuk sebagian. Contoh : Flu burung menyerang Indonesia. (maksudnya penyakit flu burung menyerang beberapa orang Indonesia).
  • Metonimia adalah gaya bahasa yang menggunakan sebuah nama barang, tetapi yang dimaksud yakni benda lain. Contoh : setiap hari saya minum aqua (maksudnya yakni air minum).
  • Alegori ialah gaya bahasa yang membandingkan kehidupan insan dengan alam secara utuh. Contoh : keduanya selamatlah sampai di pantai dituju. (maksudnya meraih kehidupan yang bahagia)
  • Metafora yakni gaya bahasa yang menggunakan kata atau elompok kata dengan arti bukan bekerjsama untuk membandingkan suatu benda lainnya. Contoh : si jantung hatinya sudah pergi tanpa pesan (jantung hati : kekasih).
  • Simile ialah gaya bahasa yang memakai kata-kata perbandingan antara lain mirip bak umpama, laksana, bagaikan. Contoh : tampang kedua orang itu bagaikan dibelah dua.
  Bacalah Serpihan Teks Pidato Berikut! Pada Peluang Kali Ini, Saya Ingin Berpidato Tentang…

3. Gaya bahasa kontradiksi
  • Paradoks yakni gaya bahasa yang mengandung dua pernyataan saling bertentangan, namun mengandung kebenaran. Contoh : hatinya bersedih di hari ulang tahunnya yang meriah ini.
  • Antisesis yakni gaya bahasa yang menggunakan paduan harta dengan arti bertentangan. Contoh : kaya atau miskin sama dihadapan Tuhan.
  • Anokronisme ialah gaya bahasa yang pernyataannya tidak cocok dengan pristiwa. Contoh : kerajaan majapahit runtuh alasannya adalah diserang Sriwijaya.
  • Kontradiksio adalah gaya bahasa yang mengandung pertentangan. Contoh : semua hadirin dilarang masuk kecuali petugas.
  • Okupasi yaitu gaya bahasa yang mengandung pertentangan, tetapi diberi klarifikasi. Contoh : dulunya dia anak nakal, namun kini ia baik.

4. Gaya bahasa sindiran
  • Ironi ialah gaya bahasa sindiran yang halus. Contoh : harum benar anyir badanmu, telah dua hari kau belum mandi.
  • Sinisme adalah gaya bahasa sindiran yang agak berangasan. Contoh : saya muak setiap melihat mukanya.
  • Sarkasme ialah gaya bahasa sindiran yang sangat kasar. Contoh : benar-benar kamu rino.
  • Antifrasis yakni gaya bahasa ironi dengan kata atau kalangan kata yang bertentangan. Contoh : “lihatlah si gendut ini”, ketikas si kurus datang.
  • Inuendo adalah gaya bahasa sindiran yang mengecilkan kenyataan bekerjsama. Contoh : jangan heran bahwa ia menjadi kaya alasannya adalah pelit.

Itulah pembahasa terkait Diksi & Gasa Bahasa atau disebut Majas dalam Pelajaran bahasa Indonesia, semoga berguna buat pengunjung pengertianartidefinisidari.blogspot.com