Efek revolusi industri 4.0 atau Industry 4.0 pada lapangan kerja akan sungguh bermacam-macam & cukup signifikan. Secara biasa , revolusi ini diperlukan dapat mengembangkan efisiensi & produktivitas, tetapi pula dapat memunculkan pergantian dlm lapangan kerja, seperti: pergeseran profil pekerjaan, perubahan keahlian, kenaikan kompetisi global, pergantian dlm administrasi SDM, peningkatan hak asasi pekerja, kenaikan kesejahteraan kerja, & kenaikan efisiensi kerja.
Table of Contents
Dampak Revolusi Industri 4.0 Pada Pekerjaan
Dampak revolusi industri 4.0 pada pekerjaan dapat dibedakan menjadi dampak faktual & negatif. Beberapa dampak yg mungkin terjadi antara lain :
Positif
Efek revolusi industri 4.0 dibutuhkan dapat memajukan efisiensi & produktivitas, yg mampu menimbulkan peningkatan permintaan akan produk & jasa yg mengarah pada peningkatan lapangan kerja. Selain itu, teknologi baru pula dapat menciptakan pekerjaan baru dgn kualifikasi yg berlainan.
Negatif
Automatisasi & digitalisasi mampu menyebabkan banyak pekerjaan yg dilaksanakan oleh manusia dikala ini digantikan oleh mesin & algoritma, hal ini dapat mengakibatkan kesusahan dlm mencari pekerjaan atau bahkan pengangguran bagi beberapa pekerja.
Perubahan profil pekerjaan
Revolusi industri 4.0 akan menuntut keahlian baru mirip teknologi informasi, analisis data, & keahlian berbasis teknologi. Ini akan menimbulkan perubahan profil pekerjaan yg menuntut pekerja untuk memajukan kompetensi mereka.
Peningkatan persaingan global
Revolusi industri 4.0 akan meningkatkan mobilitas pekerjaan & memungkinkan perusahaan untuk mencari pekerja dgn kualifikasi tertentu di seluruh dunia. Hal ini mampu mengakibatkan kompetisi kerja yg lebih ketat di negara-negara dgn tingkat upah rendah.
Perubahan dlm manajemen SDM
Revolusi industri 4.0 akan menuntut pergeseran dlm manajemen sumber daya insan, khususnya dlm hal pengembangan kompetensi pekerja & perencanaan karir.
Peningkatan hak asasi pekerja
Revolusi industri 4.0 mesti diimplementasikan dgn mengamati hak asasi manusia & aturan pertolongan pekerja. Beberapa duduk perkara yg mungkin terjadi diantaranya yaitu keamanan kerja, kesejahteraan kerja, & perlakuan yg adil bagi pekerja.
Peningkatan kesejahteraan kerja
Teknologi 4.0 mampu bikin pekerjaan menjadi lebih kondusif & nyaman, serta memajukan kemakmuran kerja. seperti misalnya, melalui pemantauan kondisi kerja, penggunaan tata cara pengingat keselamatan kerja & lain-lain.
Peningkatan efisiensi kerja
Revolusi industri 4.0 dapat mengembangkan efisiensi & produktivitas dgn menggunakan teknologi yg memungkinkan otomatisasi, monitoring, & analisis data. seperti misalnya, lewat pemantauan data buatan, pemantauan suhu & kondisi kerja, monitoring & lain-lain.
Overall, pengaruh revolusi industri 4.0 pada lapangan kerja cukup kompleks & bermacam-macam, di mana kemajuan teknologi dapat menciptakan peluang kerja gres, namun pula mampu menimbulkan pergeseran lapangan kerja yg cukup signifikan. Oleh alasannya adalah itu, dibutuhkan perencanaan yg matang dr pemerintah & dunia usaha untuk merencanakan pekerja & meminimalisir efek negatif revolusi industri 4.0 pada pekerjaan.
Transformasi Pekerjaan Dalam Revolusi Industri 4.0
Transformasi pekerjaan dlm revolusi industri 4.0 mencakup pergeseran dlm kualifikasi, kompetensi, & jenis pekerjaan yg dibutuhkan. Beberapa perubahan yg mungkin terjadi dlm transformasi pekerjaan ini yaitu:
Peningkatan kualifikasi
Revolusi industri 4.0 menuntut pekerja untuk memiliki kualifikasi yg lebih tinggi & kompetensi yg lebih luas, khususnya dlm teknologi berita & analisis data. Pekerja yg tak mempunyai kualifikasi yg cukup mungkin kesulitan untuk menemukan pekerjaan yg cocok.
Perubahan profil pekerjaan
Revolusi industri 4.0 akan mengubah jenis pekerjaan yg diperlukan, dgn meminimalisir jumlah pekerjaan yg mampu digantikan oleh mesin & meningkatkan undangan akan pekerjaan yg berbasis teknologi.
Peningkatan kompetensi
Pekerja yg ingin tetap kompetitif di kala revolusi industri 4.0 harus bisa mengembangkan kompetensi mereka dgn terus mencar ilmu & mengejar-ngejar kualifikasi gres.
Peningkatan fleksibilitas
Pekerja yg mampu beradaptasi dgn pergantian yg cepat dlm teknologi & jenis pekerjaan akan lebih dihargai ketimbang yg tak mampu.
Peningkatan kolaborasi
Pekerja yg mampu melakukan pekerjaan sama dgn mesin & teknologi akan lebih dihargai dibandingkan dengan yg tak bisa. Overall, transformasi pekerjaan dlm revolusi industri 4.0 menuntut pekerja untuk selalu meningkatkan kualifikasi & kompetensi serta beradaptasi dgn pergeseran yg cepat dlm teknologi & jenis pekerjaan. Pemerintah & dunia usaha perlu bekerja sama untuk membantu pekerja dlm merencanakan diri untuk menghadapi pergantian ini & mengurangi efek negatif yg mungkin terjadi.
Persaingan Global Dalam Lapangan Kerja Dengan Industry 4.0
Industri 4.0, atau revolusi industri keempat, yaitu pergantian yg ditandai dgn penerapan teknologi internet of things (IoT), analitika, automasi, & pembelajaran mesin dlm industri. Persaingan global dlm lapangan kerja di masa depan akan sungguh dipengaruhi oleh perkembangan teknologi ini.
Peningkatan produktivitas
Revolusi industri 4.0 dapat memajukan produktivitas dengan-cara signifikan dgn memakai teknologi otomatisasi & pembelajaran mesin. Ini akan memajukan kompetitivitas perusahaan & meningkatkan persaingan global dlm lapangan kerja.
Peningkatan kualitas
Revolusi industri 4.0 pula dapat meningkatkan kualitas produk & jasa, yg dapat memajukan daya saing perusahaan & mengembangkan persaingan global dlm lapangan kerja.
Perubahan profil pekerjaan
Teknologi 4.0 akan mengganti jenis pekerjaan yg diperlukan, dgn meminimalkan jumlah pekerjaan yg dapat digantikan oleh mesin & meningkatkan undangan akan pekerjaan yg berbasis teknologi.
Peningkatan kompetisi global
Penerapan teknologi 4.0 akan meningkatkan kompetisi global dlm lapangan kerja, karena perusahaan yg tak mampu mengikuti perkembangan teknologi ini mungkin kalah dlm kompetisi global.
Peningkatan peluang kerja
Pada saat yg sama, Revolusi industri 4.0 dapat menciptakan potensi kerja gres yg tak tersedia sebelumnya. Pekerja yg mempunyai kompetensi yg tepat dlm teknologi gosip, analisis data, automasi, & pembelajaran mesin akan lebih dihargai di pasar kerja global.
Secara biasa , persaingan global dlm lapangan kerja akan sangat dipengaruhi oleh perkembangan revolusi industri 4.0. Pemerintah, dunia usaha & institusi pendidikan mesti melakukan pekerjaan sama untuk membantu pekerja & perusahaan beradaptasi dgn pergantian ini & menyiapkan diri untuk menghadapi kompetisi yg lebih ketat di masa depan.
Manajemen SDM di Era Industry 4.0
Manajemen sumber daya insan (SDM) di kurun Industry 4.0 harus menyesuaikan diri dgn pergeseran yg ditimbulkan oleh revolusi industri 4.0. Beberapa hal yg perlu diperhatikan dlm manajemen SDM di masa ini adalah:
Kompetensi
Pekerja harus mempunyai kompetensi yg tepat untuk dapat bekerja dgn teknologi yg digunakan dlm abad Industry 4.0. Perusahaan mesti memfokuskan pada program training & pengembangan kompetensi untuk menolong pekerja menyesuaikan diri dgn perubahan ini.
Fleksibilitas
Pekerja harus bisa bekerja dgn fleksibel & mengikuti keadaan dgn pergeseran yg cepat dlm teknologi & jenis pekerjaan.
Kolaborasi
Pekerja harus mampu bekerja sama dgn mesin & teknologi. Pemerintah & dunia usaha perlu bekerja sama untuk mengembangkan pemahaman ihwal teknologi ini di golongan pekerja.
Data-driven
SDM harus menyediakan data yg cukup untuk bikin keputusan yg sempurna.
Skil Multi-fungsional
Ada pergantian dlm profil pekerjaan dimana perusahaan memerlukan pekerja dgn kesanggupan yg bermacam-macam, bukan hanya konsentrasi pada satu bidang saja.
Sistem pengelolaan SDM yg adaptif
perusahaan harus mampu menyikapi pergeseran yg cepat dlm dunia kerja & menyesuaikan diri dgn pergeseran ini dengan-cara cepat.
Peningkatan otomatisasi
Otomatisasi akan menolong SDM dlm bikin proses lebih efisien, mirip pengelolaan data karyawan, pengelolaan absensi, dll. Secara umum, manajemen SDM di era Industry 4.0 harus menyesuaikan diri dgn pergeseran yg ditimbulkan oleh revolusi industri 4.0 & konsentrasi pada peningkatan kompetensi, keleluasaan, kolaborasi, & data-driven untuk membantu pekerja beradaptasi dgn perubahan ini.
Efek Revolusi Industri 4.0 Pada Hak Asasi Pekerja
Efek Revolusi industri 4.0 dapat mempunyai pengaruh yg berbeda pada hak asasi pekerja. Beberapa imbas yg mungkin terjadi adalah:
Pengurangan pekerjaan
Otomatisasi & pembelajaran mesin mampu meminimalisir jumlah pekerjaan yg dibutuhkan di beberapa industri, sehingga meningkatkan risiko pengangguran & mengurangi hak asasi pekerja untuk bekerja.
Perubahan profil pekerjaan
Teknologi 4.0 mampu mengganti jenis pekerjaan yg dibutuhkan, yg mampu menghipnotis hak asasi pekerja untuk mendapatkan pekerjaan yg sesuai dgn keahlian mereka.
Peningkatan beban kerja
Teknologi 4.0 dapat meningkatkan produktivitas & efisiensi, tapi pula mampu menambah beban kerja bagi pekerja yg mesti mengikuti keadaan dgn pergantian tersebut.
Peningkatan monitoring
Teknologi 4.0 mampu mengembangkan monitoring pekerja, yg dapat mempengaruhi hak asasi pekerja untuk privasi & santunan dr pengawasan yg berlebihan.
Perubahan kondisi kerja
Penerapan teknologi 4.0 mampu mengubah kondisi kerja, seperti kondisi fisik & psikologis, yg dapat menghipnotis hak asasi pekerja untuk kesehatan & keamanan kerja.
Peningkatan kemampuan analisa data
Teknologi 4.0 mampu bikin data yg sangat banyak tersedia, sehingga bikin pengambilan keputusan lebih baik. Namun, pula mampu meningkatkan risiko dr automatisation & akses data yg tak diharapkan.
Pemerintah, dunia perjuangan, & masyarakat mesti bekerja sama untuk menentukan bahwa hak asasi pekerja tetap dilindungi selama proses revolusi industri 4.0. Ini dapat dilakukan dgn menyediakan acara pembinaan & pengembangan kompetensi, menunjukkan tunjangan sosial, & menyediakan prosedur yg tepat.
Kesimpulan
Efek revolusi industri 4.0 pada lapangan kerja mampu menenteng pergeseran dlm jumlah, jenis, beban, kondisi, & hak pekerjaan. Penerapan teknologi seperti automation & pembelajaran mesin dapat mengurangi jumlah pekerjaan yg diperlukan, sementara penerapan teknologi mirip internet of things (IoT) & 5G dapat memperkuat produktivitas & efisiensi kerja. Namun, pula mampu memajukan risiko pengangguran & pergeseran profil pekerjaan yg memiliki dampak negatif pada hak asasi pekerja. Oleh sebab itu, penting untuk melakukan upaya preventif & menyediakan acara pembinaan & pengembangan kompetensi, pertolongan sosial, & prosedur pinjaman hak asasi pekerja supaya dapat tetap dijaga di abad revolusi industri 4.0.
Referensi
Amanullah, M. A. (2020). Pengembangan Media Pembelajaran Flipbook Digital Guna Menunjang Proses Pembelajaran Di Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Dimensi Pendidikan Dan Pembelajaran, 8(1), 37-44.
Hidayat, N., Hubeis, M., Sukmawati, A., & Akbar, B. (2022). Analisa Kondisi Sumber Daya Manusia Lintas Generasi pada Era Revolusi Industri 4.0 di Indonesia: Tinjauan Literatur. Jurnal Jaminan Kesehatan Nasional (JJKN), 2(2), 87-108.
Mintasih, D. (2022). Mengembangkan literasi bagi calon pendidik dlm menghadapi era revolusi industri 4.0 melalui PBL berbasis kehidupan. Akhlaqul Karimah: Jurnal Pendidikan Agama Islam, 1(1), 21-37.
Mulyana, Y. M. Y. (2022). PENGGANTIAN APARATUR SIPIL NEGARA (ASN) DENGAN ROBOTIK DALAM MEWUJUDKAN DIGITALISASI BIROKRASI DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0. JISOS: JURNAL ILMU SOSIAL, 1(7), 485-496.
Novitasari, D., Hutagalung, D., Amri, L. H. A., Nadeak, M., & Asbari, M. (2021). Kinerja Inovasi Di Era Revolusi Industri 4.0: Analisis Knowledge-Oriented Leadership Dan Kapabilitas Manajemen Pengetahuan. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 3(4), 1245-1260.
Rofaida, R., Aryanti, A. N., & Perdana, Y. (2019). Strategi Inovasi pada Industri Kreatif Digital: Upaya Memperoleh Keunggulan Bersaing pada Era Revolusi Industri 4.0. Jurnal Manajemen Dan Keuangan, 8(3), 402-414.
Sumantri, A. (2020). GENERASI MILENIAL INOVATIF DI ERA REVOLUSI INDUSTRI 4.0. Jurnal Bina Ilmu Cendekia, 1(2), 86-98.
Susianto, A. (2018). Tinjauan Hukum Ketenagakerjaan dlm Mengatasi Pengangguran Terdidik Pada Era Revolusi Industri 4.0. Borneo Law Review, 2(2), 104-124.