close

Buka Pikiranmu Dan Gunakan Otakmu !!

Assalamu’alaikum.. yah yah yah.. mengatakan soal anggapan pasti kita akan mengatakan juga ihwal otak, pembahasan ini tidak bisa kita pisahkan loh.. ibarat kau dan tulang rusuk hihihi ada kau mempunyai arti ada ia dong… ciiieeee baper uppppssss..
 Nah,, seperti yang telah kita pahami bersama manusia diberikan nalar untuk berpikir, itulah yang membedakan antara manusia dan binatang. Lantas bagaimana jika si manusianya tidak menggunakan akal sehatnya itu?? bisa jadi ia akan lebih rendah dari binatang. Nauzubillah 
Simaklah firman Allah Ta’ala dalam QS. Al Furqaan (25) ayat 43-44 :
“Terangkanlah kepadaku wacana orang yang menyebabkan hawa nafsunya selaku tuhannya. Maka apakah kau dapat menjadi pemelihara atasnya? atau apakah kau menerka bahwa pada umumnya mereka itu mendengar atau memahami. Mereka itu tidak lain, hanyalah mirip hewan ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari hewan ternak itu).”
Manusia mampu melaksanakan hal-hal yang binatang pun enggan melakukannya. Manusia juga mampu melaksanakan hal yang membuatnya melayang lebih tinggi dari derajat Malaikat.

Semuanya bergantung pada akal dan hawa nafsu. Ayat-ayat yang memuliakan insan yakni untuk mereka yang bisa mengendalikan hawa nafsunya. Dan ayat yang berisi ihwal kerendahan manusia yaitu untuk mereka yang patuh pada perintah hawa nafsu. Bahkan, orang yang kalah dengan hawa nafsunya adalah makhluk terburuk berdasarkan Al-Qur’an. 

Simak lagi firman Allah Ta’ala dalam QS Al- Anfal 22 :

“Sesungguhnya makhluk bergerak yang bernyawa yang paling jelek dalam persepsi Allah ialah mereka yang tuli dan bisu (tidak mendengar dan mengerti kebenaran) adalah orang-orang yang tidak bakir.”
Dari ayat diatas terdapat dua poin pelajaran yang mampu dipetik:‎

  Rangkuman Ihwal Neraca

1. Meski dengan memiliki telinga, mata dan verbal, namun selama organ-organ yang berguna tersebut tidak dimanfaatkan di jalan mencari dan menerima hakikat, maka tidak akan ada gunanya.

2. Manusia yang bernilai adalah mereka yang berakal menggunakan nalar mereka, sehingga mampu menggali pedoman Ilahi dengan benar, dan inilah bahu-membahu yang disebut dengan kecerdikan.

Keistimewaan paling penting insan yang dapat membedakan dirinya dengan makhluk bernyawa yang lain yakni kemampuannya dalam berpikir dan menggunakan nalar. Karena itu insan yang mempunyai kekuatan nalar, namun tidak mau membuka indera pendengaran untuk mendengarkan rekomendasi dan usul atau berdasarkan nalar dan logika mereka tidak enggan angkat bicara, seakan mereka tidak mempunyai nalar. 
Oleh karena itu, dalam kondisi demikian mereka sama persis dengan hewan-hewan lainnya. Akan tetapi menurut pandangan al-Alquran, orang-orang seperti ini lebih rendah bahkan lebih hina dari binatang-binatang berkaki empat. Karena binatang berkaki empat itu tidak memiliki nalar dan pantaslah mereka tidak mampu berfikir, sehingga mereka cuma mampu berbuat berdasarkan naluri dan insting.

Berbeda dengan manusia yang selain mempunyai insting dan naluri, mereka juga mempunyai logika untuk berpikir secara rasional, tetapi sewaktu manusia tidak memakai akalnya yang sehat ini, maka mereka akan terjatuh, hina, rendah bahkan lebih rendah dan hina dari binatang-binatang tersebut. 

Ketahuilah, nilai manusia di sisi Allah Swt ialah sebab akalnya, menyimak kebenaran dan juga mengatakan yang benar. Jika tidak demikian insan itu tidak memiliki kedudukan dan nilai di sisi Allah, bahkan lebih kecil dan rendah dari hewan-binatang.
Semoga berfaedah…
Ayooo… sama-sama kita membereskan diri menjadi pribadi yang makin hari kian baik, berusaha untuk mendidik diri lewat bacaan-bacaan yang dapat menambah keimanan dan pengetahuan kita. 
Ayoo sama-sama membiasakan membaca Al-Qur’an dan artinya serta belajar mencontohi Sunnah dari Rasulullah, alasannya bukankah pemikiran kita yaitu Al-Qur’an dan Sunnah? 
Wallahu a’lam…
Sumber bacaan diakses pada Jum’at, 13 April 2018 :
http://www.hajij.com/id/the-noble-quran/item/1131-tafsir-al-quran-surat-al-anfal-ayat-22-25-
” target=”_blank”>KETIKA CINTA MENYAPA !!!