close

Berapa Lama Istri Kuat Menahan Tak Dapat Nafkah Batin dari Suami?

Berapa lama istri berpengaruh menahan tak menerima “nafkah batin” dari suami? Pembahasan ini penting untuk menjadi pendapatpara suami yg merantau. Sebagaimana Umar bin Khattab menjadikan hal ini selaku deadline penugasan serdadu.

Seperti dikenali, tak sedikit istri yg ditinggal suaminya merantau baik ke luar kota maupun ke luar negeri. Mayoritas sebab urusan kerja. Bukan berarti salah karena memang permintaan ekonomi. Namun keadaan itu terang tak ideal. Keluarga yg ideal adalah saat suami istri tinggal serumah, sekamar, sekasur & seselimut.

Suatu malam, ketika berkeliling Madinah, Amirul Mukminin Umar bin Khattab radhiyallahu ‘anhu mendengar seorang perempuan bersyair:

Malam ini panjang, berselimut hambar & kegelapan;

Saya tidur sendiri tanpa teman

Demi Allah, seandainya bukan alasannya adalah takut kepada-Nya

Niscaya ranjang itu telah bergoyg

Setelah memeriksa, Umar menerima informasi bahwa suami perempuan tersebut telah diperintahkan di sebagai serdadu untuk waktu yg lama. Umar lalu mengajukan pertanyaan putrinya, Hafsah radhiyallahu ‘anha, janda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Berapa lama seorang perempuan mampu bertahan ditinggal pergi suaminya?”

“Empat bulan,” jawab Hafshah.

Lantas Umar pun memutuskan bahwa dia tak akan mengirim pria yg telah menikah jauh dari istrinya untuk rentang waktu lebih dari empat bulan.

Inilah waktu maksimal rata-rata seorang istri bisa besar lengan berkuasa menahan syahwatnya, berpengaruh menahan tak menerima “nafkah batin” dari suaminya. Maka seyogyanya, para suami yg merantau berusaha mudah-mudahan pulang minimal empat bulan sekali. Jika bisa sebelum empat bulan, itu lebih baik.

Bagaimana pun juga, suami istri menikah itu niscaya memerlukan “nafkah batin” untuk memenuhi keperluan biologisnya. Pada pasangan baru, usia akad nikah sampai lima tahun, rata-rata diperlukan 3-4 kali sepekan. Seiring bertambahnya usia, intensitas kekerabatan suami istri akan menurun. Se&gkan minimalnya yakni empat bulan sekali.

  Puisi Kesedihan yang Sangat Mendalam akan Kesetiaan Hati | Berbincang Pada Sebuah Makam

Bagaimana bila selama empat bulan tak dipenuhi? Pada perempuan sholihah yg mempertahankan kehormatannya, ia akan tetap bertahan kemudian Allah memperlihatkan penyelesaian berbentukmimpi berair. Se&gkan pada perempuan yg tak besar lengan berkuasa, secara lazim mereka akan memenuhi kebutuhan itu dgn caranya sendiri. Minimalnya dgn mastrubasi.

Karenanya para suami yg merantau perlu mengupayakan untuk pulang sekurang-kurangnyaempat bulan sekali. Kalau terpaksa alasannya adalah tempatnya jauh di mancanegara & tak memungkinkan pulang empat bulan sekali, mesti ada sasaran kapan beliau kembali kepada istrinya alias tak merantau lagi. Harus ada sasaran. [Wargamasyarakatorg]