close

75 Contoh Kalimat Majas Antitesis Dan Penjelasannya

Contoh Kalimat Majas Antitesis.  Ada berbagai macam jenis majas. Majas kontradiksi, majas sindiran, majas penegasan, dan majas pertautan.

Salah satu bentuk majas pertentangan yaitu majas antitesis.

Apa yang dimaksud dengan majas antitesis?

Majas antitesis adalah majas yang menggunakan perpaduan kata yang bertentangan atau antonim dalam susunan yang sejajar.

Berikutnya kita akan mempelajari acuan kalimat yang menggunakan majas antitesis.

Selain itu kita juga akan memakai antitesis dalam beberapa puisi.

    Contoh Kalimat Majas Antitesis

    Berikut ini beberapa acuan kalimat yang mengandung antitesis.

    1. Baik buruknya seseorang bisa dipengaruhi oleh pergaulannya.
    2. Naik turunnya prestasi seorang murid juga dipengaruhi oleh keluarganya.
    3. Sukses gagalnya seseorang di dalam hidup ini dipengaruhi oleh banyak faktor.
    4. Berat ringannya beban hidup tergantung pada cara kita menyikapinya.
    5. Hidup matinya perekonomian negara bisa disebabkan oleh hutang yang menumpuk.
    6. Kita mesti mensyukuri besar kecilnya pendapatan kita.
    7. Kaya miskin sama saja di hadapan Tuhan. Yang membedakan ialah tingkat ketakwaan.
    8. Sudah 50 tahun ia berkecimpung dalam jual beli emas.
    9. Panjang pendeknya nafas seorang penyanyi berlainan-beda.
    10. Kesopanan dipengaruhi oleh halus kasarnya seseorang dalam berbicara.
    11. Suami istri mesti berkomunikasi secara baik demi menggapai rumah tangga yang serasi.
    12. Ia sudah mengetahui hitam putih hidupku.
    13. Sebelum mengambil keputusan itu kamu mesti menimbang-nimbang untung ruginya.
    14. Kesabaran dalam menghadapi musibah ditentukan oleh besar lengan berkuasa lemahnya dogma seseorang.
    15. Sedikit banyaknya perkataan orang itu sudah mengganti hidupku.
    16. Suatu hari nanti dia niscaya mengenali belakang layar ini cepat ataupun lambat.
    17. Jangan kau biarkan dirimu menjadi budak cinta dan benci.
    18. Ia telah menemaniku dalam kaya miskin, sehat sakit, dan makmur bangkrutnya diriku.
    19. Besar kecilnya nikmat yang kita terima bukanlah tanda dari baik buruknya seseorang.
    20. Kualitas sebuah barang menjadi standar mahal murahnya harga barang tersebut.
    21. Kami telah mengalami aneka macam macam cantik pahitnya kehidupan.
    22. Baik buruknya seorang pemimpin merupakan cerminan dari rakyatnya.
    23. Benar salahnya perbuatan kita niscaya akan dihisab di hari akhir zaman.
    24. Dia telah melakukan pekerjaan siang malam untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.
    25. Setiap hari dia Pulang Paling ke jakarta-bandung untuk menghantar para pelanggannya.
    26. Tinggi rendahnya derajat seorang manusia terletak pada akhlaknya.
    27. Hitam putihnya kulit seseorang bukanlah ukuran kebaikan.
    28. Masyarakat desa sungguh mencicipi naik turunnya harga makanan pokok.
    29. Kalian mesti bersama-sama menghadapi suka duka kehidupan.
    30. Sesungguhnya orang beriman menyerahkan hidup dan mati nya cuma terhadap Allah.
    31. Kelebihan dan kekurangan seorang teman tidak menjadi penghalang untuk mempertahankan persaudaraan.
    32. Naik turunnya akidah mengambarkan bahwa insan bisa menjadi baik bisa menjadi buruk.
    33. Orangtua umumnya sudah mengenyam asam garam kehidupan.
    34. Sukses gagalnya panen tahun ini diputuskan oleh cuaca.
    35. Kualitas jalan itu dipengaruhi oleh baik buruknya kualitas bahan aspalnya.
    36. Ia tidak peduli jauh dekatnya jarak yang harus ditempuh.
    37. Pintar bodohnya seorang anak bukan harga mati berhasil gagalnya di masa depan.
    38. Kehidupan ini akan selalu dipenuhi dengan suka duka.
    39. Seluruh orang – tua muda, besar-kecil – mengikuti perlombaan tersebut.
    40. Cepat atau lambat kau akan mencicipi faedah dari belajar hari ini.
    41. Harta memang menjadi tolak ukur tinggi rendahnya status sosial seseorang.
    42. Bagus buruknya bentuk bangunan ini berada di tangan para arsitek.
    43. Aku tidak melihat mahal murahnya kado darimu. Tetapi perhatian yang saya berterima kasih untuknya.
    44. Rajam tumpulnya pisau yang kau pakai memilih cepat lambatnya pekerjaan itu selesai atau tidak.
    45. Untuk menghindari kemacetan kepolisian memberlakukan rancangan buka tutup di jalan tersebut.
    46. Bersih kotornya kamar ini mencerminkan siapa dirimu.
    47. Semua insan pasti mencicipi sukar senangnya kehidupan.
    48. Pertandingan tersebut akan memilih hidup mati tim Indonesia.
    49. Lapang sempitnya perasaan kita yaitu cerminan apakah kita bersyukur atau tidak.
    50. Kaya miskin, anggun buruk, terpelajar ndeso, pada waktunya mereka akan dijemput kematian.
    51. Ada kesudahannya kita pulang yang akan menanggung pahala dan dosa atas tindakan kita sendiri.
    52. Kesuksesan ini kadang-kadang ditentukan oleh baik buruknya perilaku kita.
    53. Berat ringannya suatu cobaan tergantung terhadap pada keimanan kita.
    54. Seharusnya kita menikmati pahit manisnya setiap perjuangan.
    55. Kau harus tetap menghormati setiap orang, kaya ataupun miskin.
    56. Untung rugi dalam jual beli itu hal yang biasa.
    57. Unsur gen sangat memilih tinggi pendeknya postur badan kita.
    58. Ia tidak memperdulikan tebal tipisnya buku itu. Semua buku dilahapnya.
    59. Jauh-dekat Rp5.000. Itulah tulisan yang kamu baca di suatu angkutan kota.
    60. Kematian mampu terjadi kapan saja. Tak mengenal bau tanah muda.
    61. Mewah sederhananya gaya kehidupan kadang-kadang dipengaruhi oleh lingkungan.
    62. Kami sudah memasang CCTV di depan belakang rumah.
    63. Nabi Nuh telah berdakwah terperinci-terangan dan sembunyi-sembunyi kepada umatnya.
    64. Bahasa mampu memperlihatkan tinggi rendahnya sebuah bangsa.
    65. Tak peduli hujan panas, dia selalu masuk sekolah.
    66. Pak Deni selalu bersyukur atas segala nikmat besar maupun kecil.
    67. Jangan terlalu menimbang-nimbang menang kalah. Bertandinglah dengan menikmatinya.
    68. Malaikat akan selalu mencatat membisu dan bicaranya kita.
    69. Tak peduli besar kecilnya rintangan, kami tetap melanjutkan perjuangan.
    70. Aku sudah melihat jatuh bangkitnya perusahaan itu semenjak sepuluh tahun yang lalu.
    71. Allah menciptakan siang malam, surga neraka, pahala dan dosa.
    72. Masalah ini akan secepatnya selesai cepat ataupun lambat.
    73. Aku mencicipi naik turunnya dogma begitu cepat.
    74. Ia tidak terusik oleh berat ringannya pekerjaan kantor.
    75. Di dunia ini akan selalu hadir kejahatan dan kebaikan.
      Hal Yang Perlu Diperhatikan dalam Menulis Poster

    Demikianlah 75 teladan kalimat yang mengandung majas antitesis.

    Jangan lupa baca:

    Contoh Majas Anafora
    Contoh Majas Alegori
    Contoh Majas Epifora
    Contoh Majas Asosiasi
    Contoh Majas Litotes

    Kalimat Antitesis Dengan Penjelasan

     Salah satu bentuk majas pertentangan adalah majas antitesis 75 Contoh Kalimat Majas Antitesis dan Penjelasannya

    Berikut ini cuma beberapa kalimat yang mengandung antitesis diikuti dengan penjelasan.

    Perhatikan dengan seksama.

    Kaya miskin merupakan hal yang pasti ada di dunia ini.

    Penjelasan: Kata “kaya miskin” ialah kata yang berlawanan atau berantonim. Sehingga kalimat diatas ialah majas antitesis.

    Ketakwaan seseorang memilih tinggi rendahnya derajatnya disisi Allah.

    Penjelasan: Kata “tinggi rendahnya” merupakan kata yang berantonim dan dalam susunan yang sejajar. Hal tersebut menerangkan bahwa kalimat diatas mengandung majas antitesis.

    Orang bau tanah biasanya sudah mengerti pahit manisnya kehidupan.

    Penjelasan: Kata “Pahit Manis” merupakan kata yang bertentangan. Sehingga kalimat tersebut ialah kalimat yang mengandung majas antitesis.

    Contoh Puisi Antitesis

    Majas antitesis juga biasa digunakan dalam puisi.

    Berikut ini beberapa acuan puisi yang mengandung majas antitesis.

    Negeri Nestapa

    Oh dunia
    Mengapa kalian tak mendengar?

    Jerit tangis
    Di negeri nestapa

    Terdengar desing peluru
    Tak kenal siang malam
    Memburu jiwa-jiwa tak berdosa.

    Penerimaan

    Aku mengaku kalah
    Aku mengaku salah
    Telah jauh kehilangan arah
    Langkahku kian berat

    Hatiku telah kembali
    Kepadamu kekasihku
    Engkaulah pemberi cahaya
    Yang hakiki ke dalam jiwa.

    Siang malamku telah habis
    Masa usiaku semakin menipis
    Sebelum aku jatuh ke Bumi
    Izinkan diriku bersimpuh pada-Mu.

    Kusangka

    Kusangka mawar
    berkembang berseri
    Rupanya cuma sesaat.

    Kusangka harum
    Semerbak mewangi
    Rupanya layu dengan segera.

    Rindu benci
    Kini menyatu.
    Dalam hatiku yang cuma satu.

    Untuk sahabatku,

    Aku rindu
    Masa-kala bersama
    Ketika dulu.

      Majas Metafora: Pengertian, Fungsi, Ciri, dan Jenisnya

    Kisah kita
    Selalu tercatat
    Tersimpan rapi dalam kenangan.

    Hitam putih cerita
    Terangkum rapi

    Marilah kita
    Pergi ke pelataran sejarah
    Untuk mengukir aneka macam dongeng.

    Kisah tentang sahabat
    Setia.

    Selalu setia
    Di masa suka sedih
    Di periode sulit senang
    Di masa senang sengsara.

    Kau rindu juga?

    Sekarang kita lebih paham tentang majas antitesis. Semoga membuat kamu lebih paham.

    Jangan lupa mengetahui majas lainnya. Masih banyak jenis majas yang perlu kau pahami.