close

Orang Pertama Yang Mengelilingi Dunia Berasal Dari Maluku




Sejumlah fakta sejarah sudah mengambarkan bahwa Enrique Maluku yakni pengeliling dunia pertama.

Gubernur Maluku Said Assagaff kembali memastikan, pengeliling dunia pertama ialah putra Maluku bernama Enrique Maluku.

Penegasan ini disampaikan Said kepada sejumlah anggota Komite II DPD RI saat melakukan kunjungan kerja ke Kantor Gubernur Maluku, Selasa (24/11/2015).

“Pengeliling dunia pertama ialah Enrique Maluku, orang Indonesia yang berasal dari Maluku,” kata Said terhadap sejumlah anggota DPD yang hadir.

Dalam kesempatan itu, Said juga memperlihatkan suatu buku berjudul Enrique Maluku, Pengeliling Bumi Pertama ialah Orang Indonesia karya Helmy Yahya dan Reinhard R Tawas kepada perwakilan anggota DPD RI.

Menurut Said, sejumlah fakta sudah menandakan bahwa Enrique Maluku adalah pengeliling dunia pertama. Hal itu mampu dilihat dari catatan Maximilianus Transylvanus yang lalu dibukukan oleh petualang kaya asal Italia.

Karya itu sampai dikala ini masih tersimpan di perpustakaan Universitas Yale, Amerika Serikat.

Selain itu, Said menyampaikan, fakta Enrique adalah pengeliling dunia pertama pada masa ke-15 didasari kesaksian wakil takhta suci Vatikan yang mewawancarai 17 orang yang selamat dalam pelayaran yang dijalankan Enrique.

“Faktu-fakta ini pasti sangat menerangkan bahwa pengeliling dunia pertama adalah orang Maluku,” kata ia.

Namun, terhadap anggota Komite II DPD RI, Said mengaku kesal. Sebab, setelah sejarah itu mulai terungkap, Malaysia perlahan mulai mengklaim kalau Enrique Maluku berasal dari negara tersebut.

“Ini Negara Malaysia telah mengklaim lagi jikalau Enrique Maluku berasal dari sana. Makanya, ketika buku ini dibuat, saya minta biar aku dapat memberikan sambutan juga di situ,” kata beliau.

  Perhatikan keterangan-keterangan berikut! Berkembang pada abad ke-13. Terletak ±15 km di sebelah timur Lhokseumawe

Sebelumnya, dalam aneka macam kesempatan, Said senantiasa memastikan bahwa Enrique Maluku adalah putra Maluku, pengeliling dunia pertama. (Rahmat Rahman Patty/Kompas.com)