Tuliskan hasil perbandingan berita yg ananda harapkan tatkala ananda gres membaca judul teks nonfiksi & info yg ananda mampu sesudah membaca teks nonfiksi. Selanjutnya, presentasikan dengan-cara lisan di depan kelas. Lakukan dengan-cara bergantian dgn temanmu.
Ayo Mengamati
Apakah ananda pernah memperagakan karya tari bentuk tunggal? Karya tari apa yg pernah ananda peragakan? Amatilah gerak tari kreasi bentuk tunggal berikut.
1. Melangkah maju, kepala menengok mengikuti langkah kaki.
Lakukan gerakan 8 x 2 hitungan
2. Mengangkat kaki kanan diangkat, kemudian ditapakkan. Kemudian, kaki kanan ditapakkan ke samping, kemudian jinjit di belakang kaki kiri. Perhatikan perilaku tangan pada gambar berikut.
Lakukan gerakan 4 x 8 hitungan.
Daftar Isi
Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 68
Ayo Berlatih
Berlatihlah memperagakan gerak-gerak tari kreasi bentuk tunggal di atas. Sebelum bergerak siapkan properti tari berupa tongkat. Setelah melaksanakan latihan memperagakan gerak tari tersebut, ungkapkan pendapatmu mengenai gerakan. Apakah gerak tari di atas sukar diperagakan? Tuliskan dlm kolom berikut.
Jawaban:
Gerakan tari kreasi tersebut tak susah diperagakan. Pertama kali, gerakan dijalankan dgn melangkah maju, kepala menengok mengikuti langkah kaki. Lalu, kaki kanan diangkat, kemudian ditapakkan ke samping. Setelah itu, jinjit di belakang kaki kiri. Belajar menari kreasi sungguh menyenangkan.
Kunci Jawaban Tema 6 Kelas 6 Halaman 69
Ayo Mengamati
Buatlah kalangan terdiri atas 5 anak. Lakukan pengamatan terhadap suatu tarian kreasi daerah bareng teman satu kelompokmu. Cermati tahapan penampilan karya tari kreasi kawasan tersebut. Tuliskan unsur-unsur tari dr tarian yg ananda amati.
Jawaban:
Hasil Pengamatan | ||
---|---|---|
Nama Tarian | : | Gambir Anom |
Asal kawasan Tarian | : | Jawa Tengah |
Unsur Karya tari yg diperhatikan | : | Raga, irama, tata rias, properti |
Tanggapan terhadap karya tari | : | Tarian ini menceritakan tentang tokoh Irawan yg sedang jatuh cinta. Tarian ini menunjukkan gerakan yg gemulai pula sedikit gerakan pantonim. Properti tari yg digunakan berbentuksampur. |
Hasil Pengamatan | ||
Nama Tarian | : | Tari Jaipong |
Asal daerah Tarian | : | Jawa Barat |
Unsur Karya tari yg diperhatikan | : | Raga, irama, make up, properti |
Tanggapan terhadap karya tari | : | Tari jaipong pula melambangkan keleluasaan & pemberontakan lewat gerakan-gerakan tangan, kepala, badan, & kaki dengan-cara leluasa. Bisa kita amati dlm gerakan pencak silat yg dikreasikan ke dlm jaipong. Properti yg dipakai berbentuksampur yg ditaruh di leher para penari |
Hasil Pengamatan | ||
Nama Tarian | : | Tari Bondan |
Asal kawasan Tarian | : | Surakarta, Jawa Tengah |
Unsur Karya tari yg diamati | : | Raga, irama, properti |
Tanggapan terhadap karya tari | : | Tarian ini menggambarkan kasih sayang seorang ibu pada anaknya. Para penari menari di atas kendi sambil memutar-mutar kendi yg diinjak serta memainkan payung yg dibawanya. Properti yg dipakai ialah payung kertas, kendil & boneka bayi yg di gendong penari |
Hasil Pengamatan | ||
Nama Tarian | : | Tari Dewi Anjasmara |
Asal daerah Tarian | : | Jawa Barat |
Unsur Karya tari yg diperhatikan | : | Raga, irama, pola lantai |
Tanggapan kepada karya tari | : | Tari Dewi Anjasmara ini menggambarkan Anjasmara putri yg mulia dr saga Jawa, wacana Damarwulan & lawannya Minak Jinggo. Gerakan dlm tarian menggambarkan saat Putri Anjasmara berdandan sebelum berjumpa dgn Damarwulan. Gerakangerakannya terdiri atas gerakan memakai bedak, menyisir rambut, membenahi alis mata, menggunakan anting, & bercermin. Properti yg digunakan penari yaitu sampur. |
Hasil Pengamatan | ||
Nama Tarian | : | Tari Trunajaya |
Asal tempat Tarian | : | Bali |
Unsur Karya tari yg diamati | : | Raga, irama, pola lantai, tata rias |
Tanggapan terhadap karya tari | : | Tari Teruna Jaya yaitu suatu tarian yg berasal dr kawasan Bali Utara Kabupaten Buleleng, yg menceritakan seorang cowok yg menginjak cukup umur dgn tampilan ekspresi kuat, emosional tinggi, serta ulahnya yg energik dlm menarik hati seorang perempuan. Properti yg dipakai yaitu “kepet” atau sekarang di sebut dgn kipas. |
Ayo Renungkan