close

Untukmu Yang Sudah Memilih Untuk Pergi Dariku….

bagaimana kabar?

Aku senantiasa berharap semoga dirimu baik-baik saja, maaf tiba-tiba mengirimi pesan lewat FB ini karena nomor Hp mu tak ada lagi di Hpku.

Entah apa yang ada dipikiranku ketika menghapusnya. Mungkin alasannya adalah kesal atau karena berharap saya melupakanmu segera.

Aku ingin mengutarakan beban hatiku dikala ini, maaf jikalau kata-kata terakhir saat berpisah denganmu membuatmu kesal, jengkel atau mungkin membuatmu murung. Aku ingin kamu jujur, bukan hanya kepadaku tetapi kepada dirimu sendiri dan mungkin orang-orang yang kau sayangi dan menyayangimu

Maaf jika ikut campur dalam masalahmu..

Maaf kalau dikala bersama diriku kau merasa depresi dan merasa saya menambah beban problem bagimu…

Aku mengerti saat kamu ingin sendiri, kadang-kadang memang seseorg butuh waktu menuntaskan masalahnya sendiri, butuh menyendiri dan berjauhan. Itulah mengapa kamu memilih untuk tidak menemuiku dan mengabaikan sms, juga tlpnku. Meski saat itu aku telah brpikir negatif tentangmu, menganggap bahwa kamu membenciku atau tak menyukaiku lagi. Satu hal yang pasti terlintas dibenakku saat ini bahwa apa yang kau lakukan, menjauhiku alasannya adalah kau tidak ingin saya terlibat dalam masalahmu.

Ku akui sendiri bahwa selama ini aku cukup bodoh untuk tidak mengetahui sejak awal, yang ku pertimbangkan mngkin cuma keegoisanku atau bahkan kebahagiaanku sendiri itulah mengapa cukup sukar memahami dirimu dan maksudmu.

Melalui pesan ini, aku ingin melepaskan segala rasa yang sudah ku rasakan dari awal sampai akhir mengenalmu, rasa bahagia, rindu, sepi, senang, murka, jengkel, rasa cinta dan rinduku. Ku lepaskan semuanya sebab saya tidak ingin menyesali segala rasa yang sudah ku rasa dikala bersamamu.

  Macam-Macam Tipe Kepribadian, Kamu Yang Mana ?

 Trima kasih telah mengembangkan kisah hidupmu denganku, ku harap kita bisa menjalani hari-hari dengan perbaikan diri menjadi langsung yang lebih baik dari sebelumnya.

Ohiya, satu hal yg ingin ku katakan. Kau sosok lelaki yang kuat kedua sesudah ayahku. Oleh alasannya itu jangan kalah dengan dilema-persoalan yang kau hadapi ketika ini, bersemangatlah. Karena kau berhak untuk senang.

wassalamu’alaikum..

Sumber: penggalaman eksklusif (beban perasaan di hati sendiri)