close

Teladan Peran Geografi Politik Ihwal Analisis Klasikal Dan Kritikal Geopolitik Dalam Sengketa Daerah Sahara Barat



1.     LATAR BELAKANG
Sahara Barat merupakan suatu tempat di bab barat maritim Afrika yang belum merdeka. Di sebelah timur maritim, berbatasan dengan Aljazair dan selanjutnya di sebelah utara berbatasan dengan Maroko dan dengan Mauritania di sebelah timur dan selatan. Bahasa resmi yang dipakai yaitu bahasa Arab dan Spanyol. Dengan luas wilayah sekitar 266.000 km². Perlu dimengerti bahwa Sahara Barat ialah daerah yang kaya akan sumber daya alam dan ialah salah satu kawasan yang mempunyai lahan perikanan terbaik di dunia, namun Sahara Barat ialah salah satu teritori yang paling jarang dihuni di dunia, bahkan beberapa data mencatat tingkat kepadatannya selaku yang paling rendah.Total penduduknya cuma sekitar 586.000 jiwa (data 2015), dengan sekitar 40% populasi berada di El Aaiun, kota terbesar di Sahara Barat.
Apakah tempat ini merupakan bagian dari Maroko atau milik Republik Demokratik Arab Sahrawi masih dipertentangkan. Saat ini Sahara Barat diduduki oleh Maroko, namun klaim ini tidak diakui secara global.  Organisasi pembebasan Polisario berjuang untuk meraih kemerdekaan tempat ini.Latar belakang perkara sengketa kawasan ini adalah, dalam perjanjian Fez tahun 1912, Prancis dan Spanyol membagi dua wilayah Maroko. Wilayah utara berada di bawah pertolongan Prancis, sementara kawasan selatan menjadi koloni Spanyol. Prancis lebih dulu meninggalkan daerah utara Maroko, ialah pada tahun 1956. Pada tahun 1957, kawasan Sahara Barat diklaim Maroko. Di sisi lain, pasukan Spanyol sukses melaksanakan penyerangan kepada militer Maroko dan menciptakan pasukan militer Maroko mundur. 
Pada tahun 1958, Spanyol secara resmi menyatukan Rio de Oro dan Saguia el-Hamra menjadi Provinsi Spanyol yang diketahui selaku Spanyol Sahara. Namun, situasi semakin rumit dengan adanya klaim Mauritania yang gres merdeka pada tahun 1960. Pada tahun 1963, ditemukan cadangan fosfat dalam jumlah banyak di Bu Craa (bagian utara Spanyol Sahara). Pertambangan fosfat di Bu Craa dimulai pada 1972, tetapi selama beberapa dekade sudah terjadi perubahan sosial dan ekonomi yang disebabkan oleh kekeringan dan dampak dari inovasi fosfat.
Sahara Barat menjadi kawasan koloni Spanyol antara tahun 1884-1976. Spanyol gres menawan diri dari daerah selatan Maroko yang dikala itu diketahui sebagai Sahara Spanyol pada pertengahan 1970-an menyusul krisis politik dan ekonomi di Spanyol. Setelah Spanyol angkat kaki, pejuang-pejuang Maroko berupaya menyatukan kembali negeri itu. Namun, konteks Perang Dingin ketika itu mendorong blok sosialis merebut daerah selatan Maroko demi mendapatkan kanal ke Samudera Atlantik.Fakta secara aturan berdasarkan Resolusi 1514 (XV) tanggal 14 Desember tahun 1960 tentang penyerahan kemerdekaan kepada negara-negara koloni, Majelis Umum PBB (MU) mendesak Spanyol agar Sahara Barat mendapatkan dekolonisasi dari Spanyol menurut asas emnentukan nasib sendiri (self-determination). 
Spanyol menyetujui tawaran referendum untuk mennetukan nasib Sahara Barat, dibawah pengawasan PBB Raja Hassan, kepala Negara Maroko lewat Menteri Luar Negerinya pada tanggal 30 September dan 2 Oktober 1974 memberikan pernyataan kepada Majelis Umum PBB bahwa dengan adanya suatu “legalities” antara Sahara Barat dan Maroko, maka Sahara Barat sebaiknya menjadi bagian dari Maroko. Di segi lain, dengan argumentasi yang serupa Mauritania mengemukakan hal yang sama. Atas desakan banyak sekali pihak, baik dari dalam maupun mancanegara, pada alhasil Spanyol pun memberi kemerdekaan Sahara Barat melalui “Kesepakatan Madrid 1975”. Akan tetapi, Pasca penarikan militer Spanyol, Maroko eksklusif mengambil alih Saguia El-Hamra, sedangkan Mauritania mencaplok Rio De Oro, dimana keduanya ialah daerah Sahara Barat. 
Pada tahun 1975, Mahkamah Internasional beropini bahwa tidak mendapatkan relasi kedaulatan teritorial antara Sahara Barat dengan Maroko maupun Mauritania. Selain itu, Mahkamah Internasional juga menegaskan hak atas orang Sahrawi untuk berproses memilih nasibnya sendiri. Hal inilah yang mendorong invasi Maroko dan Mauritania. Pada tahun 1979, Mauritania mengundurkan diri. Akan tetapi, Maroko terus mengambil kawasan Sahara Barat. Pada tahun 1991, terjadi gencatan senjata yang ditengahi PBB. 
Dewan Keamanana PBB membentuk Misi PBB (MINURSO) untuk mengawasi gencatan senjata serta untuk mengadakan suatu referendum bagi rakyat Sahara Barat supaya memungkinkan mereka untuk menentukan masa depan mereka sendiri. Akan tetapi, referendum tersebut tidak pernah terwujud. Dalam Perannya sebagai Sekretaris Pribadi Jendral PBB atas delegasi Sahara Barat, mantan Menteri Luar Negeri AS James baker III merekomendasikan dua model untuk penyelesaian kompromi pada tahun 2000 dan 2003, dimana keduanya melibatkan referendum sehabis masa otonomi. Rencana baker ke 2 disahkan oleh PBB, namun tidak pernah dikerjakan alasannya adalah Maroko menolak untuk memungut suara. Saat ini, Front Polisario masih mempertahankan posisinya dan terus memperjuangkan maksudnya sampai tercapai hasil yang optimal.
2.     LANDASAN TEORI
Geopolitik secara etimologi berasal dari dari kata geo (bahasa Yunani) yang mempunyai arti bumi yang menjadi daerah hidup, sedangkan politik berasal dari kata polis yang berarti kesatuan masyarakat yang bangkit sendiri atau negara dan teia yang mempunyai arti permasalahan (politik) berarti kepentingan umum warga negara sebuah bangsa ( Sunarso, 2006, halaman 195 ).Definisi yang lain muncul dari hasil keputusan para hebat geo-politik pada International Geographic Union tahun 1983, dengan menyetujui definisi geografi politik selaku berikut: “fuller understanding of the political problems of territory, the oceans and human resources”. Dengan demikian pengertian perihal negara selaku fenomena territorial mengharuskan penelaahan karakteristik tidak cuma pada fisik ruang politiknya mirip kawasan, SDA, penduduk namun juga pada karakteristik non-fisik mirip komponen-bagian etnik dan kultural. 
Menurut MohtarMas’oed unsur etnik dan kultural penting untuk diperhatikan alasannya adalah komponen ini memperlihatkan keabsahan terhadap eksistensi negara-bangsa, dengan kata lain juga ialah pra syarat bagi analisis geopolitik. Selanjutnya dalam kemajuan studi ini, para geographer politik terbaru menyebarkan dan menyempurnakan desain-rancangan geografi politik sebelumnya untuk menerangkan acuan korelasi antar negara. Sedikitnya ada empat teori yang dikemukakan beberapa andal geografi politik, dan keempat teori tersebut merupakan bab dasar dari pedoman Geopolitik Klasik. Diantaranya adalah: 
Pertama Heartland Theory, Teori ini diperkenalkan oleh Sir Harford Mackinder (1869-1947), spesialis taktik militer kebangsaan Inggris. Dalam karyanya “the geographic pivot of history”, Mackinder berupaya menginterpretasi sejarah dunia berdasarkan aliran geopolitik, dimana sentra kekuatan daratlah yang paling penting di dunia, sekaligus ialah benteng paling berpengaruh di dunia. Pusat kekuatan darat yang sungguh representative dipandang mulanya terletak di wilayah jantung Jerman (Eropa Bagian Timur) yang lalu dikenal dengan heartland.
Perkembangan berikutnya, daerah daratan yang maha luas di Asia, khususnya di Siberia, Rusia, lalu dipandang oleh geopolitik Jeman Karl Haushoffer selaku sebuah kekuatan darat baru yang mau menyempurnakan kekuatan heartland. Sejalan dengan itu Haushoffer “merekomendasikan” Jerman membentuk blok bareng kekuatan darat di Asia (Uni Soviet). Gabungan dua kekuatan yang didasarkan oleh kekuatan daratan yang sangat luas dan tak berpantai itu dikenal dengan sebutan “Eurasia” penggabungan Eropa dan Asia, yang kemudian oleh Mackinder disebut “world island”. Dengan demikian inti pemikiran Mackinder dapat disimpulkan selaku berikut :who controls East Europe command the Heartland, who controls the heartland command world island, who command the world island command the world”.
Kedua Sea Power Theory, Sea Power Theory kekuatan maritim selaku basis teori geopolitik pertama kali diperkenalkan oleh Admiral Alferd Thayer Mahan (1840-1914), spesialis seni manajemen angkatan maritim AS. Teori ini menekankan bahwa kekuatan maritim merupakan kunci untuk menjadi kekuatan dunia.Sebuah analisis ilmiah terhadap sejarah, dimana angkatan laut Inggris yang mampu menerangkan kekuatan besar Bangsa Inggris selaku kekuatan dunia. Dalam pandangannya, AT.Mahan mengemukakan bahwa samudera dan lautan di dunia tidak memisahkan daratan, malah sebaliknya, menghubungkan semua  kawasan yang terhalang oleh laut.Teori inilah yang lalu mengilhami negara besar seperti Amerika Serikat, Inggris membangun kekuatan lautnya.
Ketiga Rimland Theory, sehabis Mahan timbul geograferlainyaitu Nicholas J. Spykman. Ilmuan ini mengajukan argumenbahwa sentra kekuatan dunia yang sejati tidak terletak di pusat benua seperti yang digambarkan oleh Mackinder, tetapi justru di kawasan pinggiran Eurasia, seperti tempat Timur-tengah, Asia Selatan, Timur Jauh. Beberapa negara di kawasan ini menjadi daerah kunci keamanan AS.Pada saat perang dunia negara-negara rimland diketahui dengan istilah “buffer state”.Bertahun-tahun lamanya Afghanistan dan Persia sebagai Negara penyangga menyanggupi kepentingan Inggris.Demikian halnya Eropa Tengah dianggap penyangga antara Eropa Barat dan Uni Soviet.RevisiSpykman kepada teori Mackinder populer dengan diungkapkan diktum :“ who controls the rimland command the Eurasia, who controls the Eurasia command the destinies the world”.
Keempat Shatterbelt Theory, Shatterbelt Theory dari S.B Cohen.Istilah “Shatterbelt” diartikan sebagai suatu daerah besar yang terletak sangat strategis sehingga menjadi “ajang” perebutan kekuatan-kekuatan besar dunia. ShatterbeltCohen pada gambar berikut merujuk pada tempat Timur-Tengah.
Konsep fatwa geopolitik kemudian terus mengalami perkembangan sehingga mendorong hadirnya permikiran baru dalam memandang strategi meraih negara yang besar lengan berkuasa. Pemikiran ini kemudian digagas dan diketahui dengan istilah Geopolitik Kritis atau biasa disebut juga dengan Kritikal Geopolitik. Kritikal Geopolitik ini merupakan pengembangan dari rancangan Geopolitik klasik, dimana kekuatan nasional itu bukan lagi hanya terbatas pada perluasan atau expansi wilayah/teritorial tetapi juga sudah mencakup kesanggupan dalam membuat space/ruang yang dimensinya bersifat abstrak dalam mempengaruhi negara atau pihak lain. Konsep geopolitik kritis ini cenderung bersifat hegemonik yang mengarah pada faktor ekonomi, media, dan teknologi.
3.     ANALISIS
Diketahui bahwa kawasan Sahara Barat adalah kawasan yang kaya akan sumber daya alam dan merupakan salah satu daerah yang mempunyai lahan perikanan terbaik di dunia, juga memiliki sumber daya mineral diwilayahhnya yakni fosfat. Terlebih wilayahSahara Barat ialah salah satu teritori yang paling jarang dihuni di dunia, bahkan beberapa data mencatat tingkat kepadatannya selaku yang terendah. Karena alasan tersebut maka desain geopolitik klasik yang tepat untuk menganalisisnya yakni menggunakan persepsi Rimland Theory, pemikiran yang mengatakan bahwa pusat kekuatan dunia yang sejati tidak terletak di pusat benua mirip yang digambarkan oleh Mackinder, tetapi justru di kawasan pinggiran Eurasia, mirip daerah Timur-tengah, Asia Selatan, Timur Jauh. 
Kawasan Sahara Barat termasuk dalam klasifikasi tempat pinggiran Eurasia dimana wilayahnya terletak tepat dipesisir benuaAfrika dengan letak wilayah yang sangat strategis. Potensi yang dimiliki inilah yang menyebabkan Prancis dan Spanyol pernah melaksanakan mengekspansi kawasan tersebut hingga selesai kala perang dunia. NegaraMaroko dan Mauritania yang berada di sekeliling kawasan Sahara Barat itu berupaya untuk mengklaim dan menguasai daerah tersebut.Kelompok Plasario mencapai komitmen dengan Mauritania pada tahun 1979, dan Mauritania menyerahkan tanah mereka sehingga orang sahrawis mampu berdikari. Sementara Maroko menganeksasi wilayah Sahara Barat, sampai 1991 kedua pihak menandatangani gencatan senjata yang didukung oleh PBB. Meski telahh menyepakati gencat senjata Negara Maroko bersikukuh menolak Pengakuan Kemerdekaan Sahara Barat. Maroko juga sempat menolak ikut dalam pemungutan suara dalam referendum selaku upaya yang dilakukan PBB untuk penyelesaian sengketa.
Maroko pada masa kepemimpinan Raja Mohammed VI (1999-sekarang) semakin memperdalam dan mempererat relevansinya dengan negara-negara Afrika. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya kunjungan yang dilaksanakan oleh Raja Maroko ke berbagai negara Afrika Barat dan Afrika Tengah semenjak tahun 2000, juga meningkatnya jumlah kesepakatandan koordinasi yang ditandatangani dalam satu dekade terakhir. Tidak hanya menawarkan pertolongan material kepada negara sub- Sahara Afrika dan Afrika Barat, namun juga menerapkan kebijakan keselamatan dan ekonomi di daerah tersebut. Maroko memanfaatkan koneksi politiknya dengan berbagai penguasa Afrika Barat untuk memfasilitasi potensi bisnis bagi investor swasta dan forum komersial milik negara. Keinginan untuk meluaskan kawan ekonomi tetap menjadi pendorong utama Maroko dalam memperkuat hubungannya dengan negara-negara Afrika.
Pertumbuhan ekonomi yang berpengaruh yang diraih selama dua dekade terakhir di sejumlah negara bagian ini sudah menarik minatelit politik dan ekonomi Maroko ke wilayah tersebut. Minat Maroko di Afrika juga didorong oleh perlunya menghimpun derma politik di antara negara-negara Afrika sub-Sahara atas klaim Maroko ke daerah Sahara Barat Maroko menerapkan kebijakan startegis lewat diplomasi keagamaan dibawah pemerintahan Raja Mohammed VI yang merepresentasikan diri selaku ototritas keagamaan. Diplomasi keagamaan yang diterapkan Maroko memakai pendekatan islam moderat demi menumbuhkan perekonomian dan ikatan politik.Hal ini membuat posisi Maroko di daerah mempunyai efek yang cukup berpengaruh.Penguatan imbas dan kekuatan nasional yang sudah dilaksanakan oleh Negara Maroko dalam hal ekonomi, keamanan, dan kemampuan hubungan diplomasi yang dibangun ini yang merupakan bentuk penguasaan wilayah dengan memakai pendekatan geopolitik kritikal.
4.     KESIMPULAN
Geopolitik secara etimologi berasal dari dari kata geo (bahasa Yunani) yang bermakna bumi yang menjadi daerah hidup, sedangkan politik berasal dari kata polis yang mempunyai arti kesatuan masyarakat yang berdiri sendiri atau negara dan teia yang mempunyai arti urusan (politik) berarti kepentingan umum warga negara suatu bangsa. Selanjutnya dalam perkembangan studi ini, para geographer politik modern menyebarkan dan menyempurnakan rancangan-desain geografi politik sebelumnya untuk menerangkan teladan hubungan antar negara. Sedikitnya ada empat teori yang dikemukakan beberapa ahli geografi politik, dan keempat teori tersebut ialah bab dasar dari anutan Geopolitik Klasik. Diantaranya yaitu, Heartland Theory, Sea Power Theory, Rimland Theory, dan Shatterbelt Theory. Geopolitik klasik lalu meningkat dan mendorong gagasan geopol kritis. 
Dalam masalah sengketa wilayahh Sahara Barat ini maka yang merupakan bentuk dari geopolitik klasik yakni penguasaan kawasan alasannya adalah alasan peluangsumber daya alam dan letak kawasan Sahara yang strategis. Sedangkan yang merupakan bentuk pendekatan geopolitik kritis adalah perilaku dan kebijakan yang Maroko kerjakan untuk menguatkan pengaruhnya di kawasan Afrika, dalam faktor ekonomi, keselamatan, serta kesanggupan yang dimiliki dalam menjalin hubungan diplomasi.

DAFTAR PUSTAKA
Tita Ruslin, Ismah. 2013. “Memetakan Konflik di Timur Tengah (Tinjauan Geografi Politik)”. Jurnal Politik ProfetikVolume 1 Nomor1 Tahun 2013.
Suci Alfiani, Arum. 2017. “Analisa Keputusan Maroko Untuk Kembali Bergabung Dalam Keanggotaan Uni Afrika Tahun 2016”
Tashirnan. 2019. “Sahara Barat Teritoriti di Afrika”. Diakses pada 9 September 2019. https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sahara_Barat. 
Hadiman, Sudirman.2017. “BAB III Dinamika Konflik Maroko-Sahara Barat”. PDF.

https://docplayer.informasi/52552461-Bab-iii-dinamika-pertentangan-maroko-sahara-barat.html?_gl=1*2mi0cq*_ga*dExITVRqejhZZ0dHdUVVRzczVjhUdXZaWXdraTdEUGg3UlRsVUI5WTJ1aDRvVjFDUEhTWGZTNG91c1NSQ3NxbA.
 

Rizal, Syamsu. 2009. “2. Kajian Teoritis”. PDF.
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://lib.ui.ac.id/file%3Ffile%3Ddigital/126014-T%2520355.45%25202009%2520(6)-defence%2520cooperation-literatur.pdf&ved=2ahUKEwj-rKiW0sTkAhUxIbcAHS2fCW8QFjABegQIAxAB&usg=AOvVaw0SZPu_VAhuXFEnO6hFTSKf
https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://thesis.umy.ac.id/datapublik/t39727.pdf&ved=2ahUKEwiD49DcyMPkAhWNdn0KHbSoDMoQFjACegQIAhAB&usg=AOvVaw0D6hSpd29As8Mui9Kk_LXy. 

http://www.mapnall.com/id/Peta-Sahara-Barat_1072718.html.

 
Sumber Tugas dari Mahasiswa UNHAS : 

GEOGRAFI POLITIK
NUR FADILLAH 
Wallahu a’lam..