Tag: zakat dan pemberdayaan masyarakat

Pemberdayaan Nelayan Oleh Dompet Dhuafa dan BNI Syariah

BNI Syariah bersama Dompet Dhuafa dan Yayasan Hasanah Titik (YHT) melakukan kerja sama program pemberdayaan masyarakat nelayan kerang hijau, program ini dinamai “Mustahik Move to Muzakki”.

Program ini adalah pemberdayaan wilayah pesisir provinsi Banten semenjak tahun 2017, program ini berisi aneka ragam peningkatan kapasitas dan penambahan alat seperti membuat bagan area tambak, membangun ‘rumah kupas kerang’, membantu mengurus izin usaha, penyuluhan dan pendampingan kelompok serta mitra usaha, penguatan kelembagaan dan memfasilitasi usaha lembaga lokal.

Total dana zakat BNI Syariah yang diberikan untuk program ini sebesar Rp660 juta.

Kecamatan Kasemen, Serang yang terpilih dalam program ini karena dekat dengan pusat kota sehingga mudah menjual hasil usahanya serta memiliki potensi sumber daya alam yang berlokasi di pesisir utara pulau Jawa, potensi yang dikembangkan adalah budidaya kerang hijau.

Program penyaluran zakat “Mustahik Move to Muzakki” juga punya target menambah kesejahteraan masyarakat pesisir dengan cara meningkatkan kemandirian ekonomi melalui pengembangan kapasitas dan kemampuan berorganisasi nelayan.

Direktur Mobilisasi ZIS Dompet Dhuafa Filantropi Bambang Suherman Rabu (18/4/2018), di Serang, Banten. mengungkapkan;

“Yang kita lakukan sebagai yang diamanati, bukan sekadar memberikan. Kita mesti menunjukan bahwa zakat dapat dikelola dengan baik, serta mampu membantu menurunkan angka kemiskinan. Contohnya program kerang hijau ini, karena kesuksesan sebuah program zakat adalah hadiah, dengan begitu, akan memberikan ketenangan beramal bagi muzakki, khususnya melalui lembaga,”

Baca Juga: Pemberdayaan Masyarakat

Pada kesempatan tersebut, bapak Adrianto Daru (Ketua YHT BNI Syariah) menyampaikan pesan tentang program sosial yang menjadi salah satu fokus BNI Syariah sesuai dengan ‘maqoshid syariah’ (tujuan syariah) yakni ‘hifdz maal’ (menjaga harta).

Beliau mengungkapkan;

“Mudah-mudahan sinergi antara Dompet Dhuafa dan BNI Syariah bisa terus berjalan baik sehingga nantinya memberikan kebaikan bagi masyarakat Indonesia”.

Komitmen BNI Syariah sebagai hasanah banking partner, tidak melulu berorientasi keuntungan semata, tapi memberikan kebermanfaatan bagi semua mitranya melalui program sosial dakwah, ekonomi, pendidikan, kesehatan dan lingkungan.

Tercatat sejak Desember 2017, Bank BNI Syariah sudah menyalurkan dana zakat Rp15,513 miliar.

{ Comments are closed }

Zakat dan Pemberdayaan Masyarakat Peternak Desa

Zakat dan Pemberdayaan Masyarakat Peternak Desa

Pemberdayaan Masyarakat makin digencarkan oleh BAZNAS, fokus pendayagunaan dana ummat kali ini disalurkan kepada para peternak masyarakat desa. Lembaga zakat milik pemerintah ini membuka kesempatan kepada jutaan peternak desa agar mampu bersaing di pasar modern.

Salah satu contoh bentuk pemberdayaan peternak yang dilakukan BAZNAS adalah program yang dilaksanakan di Desa Baros Banten, yaitu peresmian sebuah balai peternakan pada tanggal 26 Januari 2018 lalu.

Kepala Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan zakat bapak Efri Syamsul Bahri mengatakan bahwa proses peningkatan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat miskin adalah dengan program-program pemberdayaan, outputnya agar mustahik menjadi mandiri.

BAZNAS memaksimalkan dana dari para muzaki yang berbentuk ZIS (Zakat, Sedekah, Infak) melalui program pemberdayaan ekonomi bidang peternakan dengan harapan agar mustahik bisa meningkatkan kesejahteraan dan taraf hidupnya serta agar usahanya lebih baik dan lebih berkembang.

Balai Ternak Desa Baros Jaya merupakan salah satu program BAZNAZ yang mengutamakan pemberdayaan ekonomi sektor peternakan, Balai ini mempunyai visi utama dalam pengentasan kemiskinan, serta mempunyai misi dalam memaksimalkan distribusi dan dayaguna harta zakat untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dan pemoderasian kesenjangan sosial serta berfokus pada peningkatan kualitas dan produktivitas masyarakat di bidang peternakan dan pengembangan kompetensi peternak secara profesional.

Masyarakat yang dilibatkan dalam program Balai Ternak Desa Baros Jaya merupakan warga kampung Mendong yang masuk kriteria masyarakat miskin dan sudah terverifikasi dalam survey yang Divisi Pendistribusian dan Pendayagunaan bidang Pemberdayaan Ekonomi Badan Amil Zakat Nasional.

Hingga saat ini sudah terverifikasi dan terjaring kurang lebih 36 Kepala Keluarga (KK) yang dikategorikan miskin dan bergabung dalam program tersebut, kelompok besar ini telah memiliki aturan dan tujuannya tersendiri.

Proses pelaksanaan program ini dirasa sangat membantu warga masyarakat Kampung Mendong dalam upaya peningkatan kesejahteraan ekonom, karena sebetulnya beternak bukan hal yang baru bagi warga kampung, beternak sudah menjadi rutinitas keseharian mereka, yang belum tersentuh hanyalah terkait managemen beternak dan cara agar lebih produktif.

Tulisan disadur dari website: INDUSTRY.co.id

 

{ Add a Comment }