Tag: perubahan sosial

Dampak Perubahan Sosial Budaya

Ilustrasi manusia-manusia modern

Dampak perubahan sosial budaya bisa menyebabkan dampak baik positif dan negatif.

a. Dampak Perubahan Sosial Budaya yang Positif

1) Berkembang dan majunya ilmu pengetahuan

Dampak perubahan sosial budaya yang cukup positif salah satunya adalah teknologi dan ilmu pengetahuan. Kedua hal ini mempermudah kita untuk mencari informasi, berkomunikasi dan bepergian ke tempat-tempat jauh.

Bayangkan zaman dulu berkomunikasi dengan orang lain yang berjauhan itu begitu sulit, sekarang tinggal memencet tombol saja kita bisa tau keadaan orang tersebut.

2) Kebutuhan sandang dan pangan cukup mudah didapatkan

Kemajuan teknologi pertanian sesungguhnya telah berhasil mengurangi jumlah kemiskinan dan kelaparan di seluruh dunia. Sehingga kita tak sulit lagi mendapatkan sandang dan pangan.

Meski banyak yang mengkritik sistem kapitalisme, namun secara statistik banyak berdampak positif pada perubahan sosial budaya.

Dalam data statistik WHO, tingkat kelaparan dan kematian bayi terus turun tiap tahunnya.

Silahkan baca di sini: Statistik WHO 

3) Pola pikir maju

Kita hidup di abad post-modern. Tidak seperti zaman dulu dimana yang dipikirkan adalah cara mendapatkan makanan sehari-hari. Masyarakat modern memiliki pola pikir maju yang sangat komplek.

b. Dampak Negatif Perubahan Sosial Budaya

1) Memudarnya Nilai dan Moral yang dianut Masyarakat

Moral sesungguhnya adalah sebuah kontruksi sosial, di tengah keterbukaan serta globalisasi mau tidak mau nilai-nilai yang dianut masyarakat semakin lama memudar. Hal ditunjukkan dari perilaku masyarakatnya yang bertentangan norma yang secara tidak tertulis telah disepakati.

2) Berkembangnya Kriminalitas

Kriminalitas adalah tindakan melanggar hukum yang merugikan orang lain secara langsung. Contoh tindak kriminalitas seperti maling, korupsi, penodongan, pemerkosaan, dan pembunuhan.

Seiring dengan dampak perubahan sosial budaya, kriminalitas pun berkembang mengikuti zaman. Seperti penipuan online, penculikan online dan lain lain.

3) Aksi Pengerusakan oleh Oknum Atas Nama Demonstrasi

dampak perubahan sosial budaya

Demonstrasi merupakan gerakan unjuk pendapat dimuka umum. Biasanya berisi protes yang dilakukan sekumpulan orang.

Dalam negara demokrasi demonstrasi adalah hal biasa dan semua orang berhak melakukannya. Sayangnya dalam unjuk rasa terkadang ada oknum yang melakukan pengrusakan terhadap benda-benda milik publik.

4) Konsumerisme

Konsumerisme adalah satu pandangan yang disebabkan oleh dampak perubahan sosial budaya.

Yaitu tindakan berupa penggunaan barang dan jasa secara berlebihan. Kita digiring untuk selalu membeli barang-barang yang sebetulnya tidak kita butuhkan yang sifatnya hanya tersier. Nah jika dilakukan secara berlebihan maka kita adalah korban konsumerisme.

{ Comments are closed }

Dampak Perubahan Sosial Yang Terasa Nyata pada Masyarakat

Dampak perubahan sosial
Dampak perubahan sosial, supir taksi berunjuk rasa menuntut rasa keadilan. Sumber photo: kapanlagi

Dampak perubahan sosial pada suatu bidang akan berdampak pada perubahan bidang lainnya. Ibarat domino, perubahan pasti akan berpengaruh langsung dan nyata pada kesejahteraan masyarakat.

Saya ambil contoh, masyarakat kelas menengah kota banyak yang beralih menggunakan jasa ojek atau taksi online. Di satu sisi, mereka dimudahkan oleh jasa transportasi online tersebut, di sisi lain para pekerja taksi konvensional dirugikan secara finansial, karena penumpangnya berkurang.

Dari satu contoh diatas, yang saya fahami adalah bahwa;

Perubahan selalu menimbulkan efek domino yang berdampak nyata pada masyarakat, sifatnya bisa positif ataupun negatif.

A. Dampak Perubahan Sosial yang Positif pada Masyarakat

1. Terbukanya Peluang Berbagai Profesi Baru

Salah satu perubahan sosial yang berdampak langsung di masyarakat adalah bertambahnya profesi-profesi baru yang tidak ada dua dekade lalu.

Seperti; blogger, youtuber, digital marketer, dan lain lain. Hal ini, tentu saja bagus karena memberikan peluang pekerjaan bagi masyarakat yang baru lulus sekolah ataupun kuliah.

2. Kesetaraan Gender

Dulu, ada anggapan bahwa wanita tidak boleh sekolah tinggi, jangan bekerja, diam di rumah saja jadi anak atau istri yang baik, seakan tidak ada pilihan selain itu.

Sekarang, wanita bisa memilih untuk sekolah lebih tinggi, bekerja, bahkan menjadi pemimpin.

Tentu saja, bagi saya (penulis) ini adalah hal yang positif. Karena dengan begitu, wanita bisa mengembangkan berbagai potensi tersembunyi yang ia miliki secara maksimal.

3. Mudahnya Akses Informasi

Era 90-an, mencari informasi sangat sulit, baik yang sifatnya pengetahuan atau berita. Masyarakat harus pergi ke perpustakaan untuk mencari ilmu, menunggu koran datang atau menonton tv untuk mendapat berita. 

Kini, dengan teknologi internet, kita bisa dengan mudah mendapat akses berbagai informasi tersebut. Tentu, ini adalah hal yang baik dan positif, apalagi jika masyarakat bisa mendayagunakan itu demi kepentingan dan kesejahteraan mereka.  

4. Pendidikan yang Mudah diakses Semua Kalangan

Menurut saya, kualitas pendidikan di Indonesia masih kalah jauh dengan negara lain, Malaysia misalnya. Tapi rasanya tidak adil jika membandingkannya dengan negara lain, lebih baik kita bandingkan dengan pendidikan zaman dulu.

Pendidikan di Indonesia sekarang, jika kita bandingkan dengan zaman dulu nampaknya jauh berbeda.

Contoh, orang dari keluarga yang tidak mampu untuk kuliah, masih bisa ikut kuliah karyawan atau kuliah terbuka. Kalau dulu, susah sekali menemukan institusi pendidikan semacam ini.  

Contoh lainnya, pemerintah tiap tahun meningkatkan jumlah beasiswa bagi siapapun warganya yang berprestasi atau yang tidak mampu secara finansial.

5. Terbukanya Peluang Naik Kelas

Saya pernah membaca sebuah berita tapi lupa sumbernya. Intinya begini, masyarakat Indonesia banyak tumbuh  menjadi kelas menengah, yang asalnya termasuk masyarakat kelas bawah. Akses informasi dan pendidikan tadi memudahkan terjadinya mobilisasi sosial (naik kelas).

Baca Juga: Pola Kehidupan dan Karakteristik Masyarakat Perkotaan

B. Dampak Perubahan Sosial yang Negatif pada Masyarakat

1. Benturan Kebudayaan

Beragam kebudayaan dan pemikiran baru yang berkembang di masyarakat harusnya bagus bagi peningkatan wacana diskusi ilmu dan pengetahuan.

Sayangnya, masyarakat Indonesia belum siap untuk itu, dampak perubahan sosial negatif yang muncul lebih besar ketimbang pengaruh positifnya, bukannya saling toleran namun malah saling meniadakan. 

Contoh yang paling sederhana; ketika ada orang berdiskusi di kampus tapi malah dipersekusi dan dibubarkan paksa oleh Ormas tertentu atau aparat pemerintah. Padahal, dalam konteks kajian ilmiah, sebuah ideologi tidak mengenal salah dan benar.

2. Konflik Sosial

Dampak perubahan sosial dan ekonomi biasanya adalah penyebab konflik antar golongan di masyarakat, khususnya di Indonesia. 

Unjuk rasa petani Kendeng, mereka menuntut keadilan. Sumber gambar: VOA Indonesia

Contoh; konflik petani Kendeng melawan perusahaan semen, akar konfliknya adalah karena perusahaan semen-indonesia berniat mengubah bukit sumber air lahan pertanian, menjadi pabrik semen gersang. 

Bukit Sumber Air Hancur → Sawah Kering → Lahan Hancur → Petani Kendeng Menganggur → Masalah Sosial → Konflik Sosial.

3. Menghasilkan Pengangguran

Perubahan dan kemajuan teknologi tidak selamanya positif. Beberapa industri harus beradaptasi mengikuti perkembangan zaman, akibatnya banyak orang kehilangan pekerjaan. Contohnya, Industri percetakan koran yang harus gulung tikar karena banyak yang beralih menjadi media digital.

4. Konsumerisme

Pesatnya perkembangan teknologi, membuat masyarakat dibombardir puluhan sampai ratusan iklan komersial, ini berpengaruh pada pola pikir masyarakat, kita “digiring” secara halus, untuk membeli produk yang sebetulnya tidak terlalu penting dan berdampak perubahan sosial serta kesejahteraan masyarakat.

5. Kerusakan Lingkungan

Sistem ekonomi yang tidak berkelanjutan membuat lingkungan menjadi rusak, demi keuntungan ekonomi semata, hutan dan pohon sengaja dirusak. Mereka menebang, membakar dan mengganti habitat aslinya.

Tebang hutan → Ganti dengan Sawit/Villa → Musim Hujan Datang → Air tidak Menyerap dalam tanah → Banjir → Perkampungan terendam → Masalah sosial baru.

6. Individualistis

Dampak lain perubahan sosial adalah, masyarakat jadi egois dan kurang peka. Sepanjang pengamatan saya, ini hanya terjadi di wilayah perkotaan.

7. Kemiskinan dan Kesenjangan Sosial

Tidak selamanya perubahan sosial membawa kemakmuran, bagi orang yang masuk kategori “sangat miskin”, jangankan mengakses internet untuk mencari informasi yang bermanfaat bagi mereka, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja tidak bisa, akibatnya mereka semakin miskin dan mengalami penurunan kualitas hidup serta kesenjangan sosial.

Penutup:

Tetaplah bersikap baik kepada setiap orang yang kita temui, karena kita tidak tau apa dampak perubahan sosial yang mempengaruhi kehidupan mereka.

Catatan: Tulisan ini hanya opini penulis berdasarkan pengamatan sederhana, bukan riset secara mendalam. 

Baca Juga: Pengertian Masyarakat dalam Berbagai Sudut Pandang

{ Comments are closed }

Perubahan Sosial, Sebuah Keniscayaan

“Di dunia ini tidak ada yang pasti, kecuali kematian dan perubahan”

Dalam kehidupan masyarakat, perubahan adalah fenomena yang wajar dan sebuah keniscayaan, karena tiap manusia punya kepentingan yang tak terbatas. Untuk mendapatkannya, manusia melakukan berbagai tindak perubahan.

A. Pengertian Perubahan Sosial Menurut Para Ahli

Pembahasan berkenaan dengan konsep perubahan sosial relatif kompleks dan luas. Maka tak ada salahnya jika kita kutip pandangan beberapa ahli ilmu sosial yang berusaha mendeskripsikan pengertian tersebut di bawah ini, perubahan sosial adalah:

Selo Soemardjan
Transformasi dalam lembaga-lembaga kemasyarakatan yang berpengaruh pada sistem sosial suatu masyarakat, termasuk diantaranya nilai, pola perilaku dan sikap sosial pada kelompok-kelompok masyarakat.

Kingsley Davis
Perubahan sosial merupakan pergantian (transformasi) dalam fungsi dan struktur masyarakat.

William F. Ogburn
Yaitu perubahan yang melingkupi unsur kebudayaan, baik material ataupun immaterial, yang tekanannya berpengaruh dari unsur kebudayaan material terhadap unsur immaterial.

Mac Iver
Transformasi yang berlangsung dalam hubungan social relation atau perubahan pada keseimbangan (equilibrium) hubungan masyarakat.

Gillin dan Gillin
Perubahan sosial adalah proses pergantian variasi cara hidup yang telah diterima.

Penyebabnya berbagai macam, bisa karena adanya perubahan “kebudayaan material”, kondisi geografi, bertambahnya penduduk, penemuan teknologi baru, atau bisa juga karena perubahan ideologi dalam masyarakat.

Samuel Koenig
Perubahan yang lebih mengarah pada modifikasi yang terjadi dalam kehidupan sosial masyarakat.

Roucek dan Warren
Perubahan sosial itu adalah transformasi proses sosial dalam struktur sosial masyarakat.

Bruce J. Cohen
Perubahan pada struktur ataupun organisasi sosial.

Soedjono Dirdjosisworo
Perubahan fundamental yang terjadi dalam struktur sosial, sistem sosial, dan organisasi sosial.

Robert H. Laver
Perubahan yang terjadi dalam tiap tingkat hidup manusia. Baik manusia tingkat individu sampai tingkat dunia.

Dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang berkenaan dengan kehidupan masyarakat baik perubahan norma, nilai, sistem, lapisan, proses , struktur, pola dan tindakan warga masyarakat serta lembaganya.

B. Bentuk-bentuk Perubahan Sosial

Bentuk perubahan sosial
Ilustrasi Perubahan Sosial – Sumber Photo Pixabay

Perubahan yang terjadi pada masyarakat bisa kita bagi kedalam beberapa bentuk, yaitu;

1. Perubahan Evolusi dan Revolusi

a. Perubahan Evolusi

Perubahan evolusi merupakan perubahan masyarakat yang prosesnya lambat, waktu yang dibutuhkan terjadinya perubahan signifikan cukup lama.

Perubahan evolusi bersifat alami tanpa ada kehendak tertentu dari masyarakat yang bersangkutan. Bentuk perubahan evolusi sifatnya mengikuti kondisi perkembangan warga. Artinya, perubahan sosial yang terjadi merupakan usaha masyarakat yang mencoba menyesuaikan diri dalam memenuhi kebutuhan hidupnya dengan perkembangan ilmu dan kondisi masa tertentu.

Contoh; masyarakat asalanya menggunakan surat dari kertas untuk mengirim informasi kemudian berubah menggunakan surat elektronik (e-mail).

Sosiolog Soerjono Soekanto mengupas lebih jelas tentang teori evolusi ini yaitu:

Unilinier Theories of Evolution

Teori ini menerangkan bahwa manusia dalam konteks masyarakat selalu berkembang sesuai dengan tahap-tahap tertentu, yang awalnya sederhana berubah jadi kompleks bahkan pada sampai sempurna.

Universal Theory of Evolution

Teori ini menjelaskan bahwa bekembangnya masyarakat tidak terkait dengan tahapan tertentu yang tetap. Dengan kata lain, kebudayaan manusia sebetulnya seudah mengikuti satu garis evolusi tertentu.

Multilined Theories of Evolution

Teori ini lebih menekankan pada “bukti empiris” sehingga lebih bersifat ilmiah, penelitiannya pada tahap evolusi masyarakat dalam perkembangan tertentu. Misalnya, penelitian pengaruh perubahan sistem dalam mencari sumber, yang dulunya berburu berubah jadi pertanian kemudian berubah menjadi berdagang.

b. Perubahan Revolusi

Perubahan revolusi merupakan perubahan yang sifatnya cepat dan kadang kebetulan (aksidental), biasanya tidak ada perencanaan sebelumnya.

Perubahan ini diartikan juga sebagai perubahan sosial unsur-unsur kehidupan ataupun lembaga-lembaga sosial yang berlangsung sangat cepat.

Dalam revolusi, perubahan bisa terjadi dengan direncanakan, meskipun jumlahnya tidak sebanyak yang kebetulan (tidak direncanakan). Revolusi terjadi umumnya karena munculnya ketegangan dan konflik dalam tubuh masyarakat yang bersangkutan.

Revolusi tidak dapat terjadi di setiap situasi dan kondisi masyarakat. Revolusi terjadi apabila memenuhi syarat-syarat tertentu. Antara lain:

1) Masyarakat merasa tidak puas dengan keadaan yang menimpa mereka, serta harus ada keinginan untuk memperbaiki keadaan tersebut.

2) Adanya seorang orator (pemimpin) yang dianggap mampu menunjukan jalan bagi masyarakat tersebut (Messiah).

3) Pemimpin yang ditunjuk harus bisa menampung suara-suara masyarakat tersebut, lalu merumuskan dan menegaskan ketidakpuasan dari masyarakat, untuk ditransformasikan menjadi program dan arah bagi pergerakan masyarakat.

4) Pemimpin yang ditunjuk mesti memberi penjelasan konkrit tentang tujuan yang bisa dicapai, sehingga masyarakat yang diajak mengerti. Selain tujuan konkret, pemimpin perlu untuk menafsirkan tujuan yang abstrak. Misalnya perumusan ideologi tertentu.

5) Waktu dan momentum yang tepat bagi revolusi. Apabila momentum yang dipilih salah, maka sebuah revolusi bisa mengalami kegagalan.

2. Perubahan yang Direncanakan & Tidak Direncanakan

a. Perubahan yang Direncanakan

Perubahan yang direncanakan, merupakan perubahan yang terlebih dulu dipersiapkan oleh pihak yang berkepentingan dalam menyelenggarakan transformasi di masyarakat (Selo Soemardjan dan Soelaiman Soemardi: 1974).

Umumnya pihak yang menyiapkan sebuah perubahan dinamai agent of change, artinya seseorang atau sekelompok orang yang diberi kepercayaan oleh masyarakat untuk memfasilitasi satu atau lebih lembaga-lembaga kemasyarakatan. Oleh karena itu, lazimnya sebuah perubahan yang direncanakan ada dalam pengawasan dan pendampingan agent of change.

Biasanya perubahan yang direncanakan muncul karena ada masalah sosial yang agak mendesak untuk segera diselesaikan. Misalnya, untuk mengurangi mengurangi pertumbuhan jumlah penduduk pemerintah serta dinas terkait mengadakan program keluarga berencana (KB).

b. Perubahan yang Tidak Direncanakan

Perubahan yang tidak direncanakan rata-rata berupa perubahan yang tidak diinginkan oleh masyarakat. Karena timbul di luar perkiraan, bentuk perubahan sosial ini seringkali membawa masalah yang dapat memicu kekacauan serta kendala di masyarakat. Artinya, sangat sulit ditebak kapan akan terjadi.

3. Perubahan Berpengaruh Besar dan Kecil

a. Perubahan Berpengaruh Besar

Perubahan akan berpengaruh besar jika mengakibatkan terjadinya transformasi pada hubungan kerja, struktur sosial, stratifikasi masyarakat dan sistem mata pencaharian.

Sebagaimana terlihat pada perubahan masyarakat era industri menjadi era informasi (internet). Bentuk perubahan ini memberi konsekuensi besar-besaran pada jumlah kepadatan penduduk serta mengakibatkan adanya perubahan profesi serta mata pencaharian.

b. Perubahan Berpengaruh Kecil

Bentuk perubahan sosial berpengaruh kecil lazimnya terjadi pada struktur sosial yang sifatnya pop kultur yang tidak membawa pengaruh berarti bagi masyarakat. Contoh, perubahan mode pakaian dan gaya rambut. Hal tersebut tidak berdampak besar dalam masyarakat karena tidak berepengaruh kepada lembaga kemasyarakatan.

C. Dampak Perubahan Sosial

perubahan sosial
Ilustrasi Dampak Perubahan Sosial. Sumber Gambar: Kapanlagi

Perubahan yang berlangsung dalam satu bidang akan mendorong perubahan pada bidang lainnya, dalam struktur masyarakat tiap bidang saling bertalian satu sama lain. Contoh, perubahan besar bidang politik akan berpengaruh pada bidang ekonomi dan seterusnya. Perubahan yang terjadi bisa berdampak positif maupun negatif bagi kehidupan masyarakat.

Proses perubahan menuju arah kemajuan atau menguntungkan serta meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat disebut dengan sebutan progress. Sebaliknya, perubahan yang bisa menyebabkan kemunduran yang merugikan kehidupan sosial masyarakat disebut regress. Baik progress ataupun regres membawa dampak sosial yang beragam.

Berlangsungnya proses perubahan sudah tentu akan berdampak bagi masyarakat terkait yang kadangkala memicu konflik yang melahirkan disintergrasi sosial. Saya ambil contoh, beberapa tahun kebelakang, karena kemajuan teknologi banyak orang beralih menggunakan taksi online, akibatnya muncul konflik horizontal, antara supir taksi konvensional dengan supir online.

Konflik dan ketegangan sosial yang ditimbulkan oleh perubahan jika diabaikan bisa menimbulkan proses disintegrasi. Disintegrasi merupakan keadaan orang-orang dalam masyarakat tidak lagi mampu menjalin kebersamaan dan kerukanan, tetapi saling bertikai, saling menjatuhkan sehingga terjadi kehancuran yang masif.

Baca juga: Dampak nyata perubahan sosial pada masyarakat.

Sumber Rujukan:

Badan Standar Nasional Pendidikan, 2006, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar Mata
Pelajaran Sosiologi untuk SMA/MA.
Soekanto, Soerjono, 1987, Sosiologi Suatu Pengantar, Jakarta, Rajawali Press.
Soleman, B. Tanako, 1993, Struktur dan Proses Sosial, Jakarta, Rajawali.
Susanto, Astrid, 1985, Pengantar Sosiologi dan Perubahan Sosial, Bandung, Bina Cipta.
Wikipedia

{ Comments are closed }