close

Sebutkan Cara Menanggulangi Kelangkaan Sumber Daya Dan Barang/Jasa!

Sebutkan cara menangani kelangkaan sumber daya dan barang/jasa!

Jawab

Dalam menangani duduk perkara kelangkaan yang terjadi dapat dijalankan dengan aneka macam cara. Namun secara umum cara menangani kelangkaan antara lain selaku berikut.

  1. Menyusun skala prioritas

  2. Bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya alam

  3. Melakukan eksplorasi sumberdaya gres

  4. Daur ulang atau memanfaatkan kembali

  5. Memanfaatkan kemajuan teknologi.

  6. Memanfaatkan materi subsitusi.


Pembahasan


Menyusun skala prioritas

Skala prioritas kebutuhan ialah daftar aneka macam keperluan yang dibentuk menurut tingkat kepentingannya. Kebutuhan yang paling mendesak dan penting ditaruh pada urutan paling atas disusul dengan kepentingan yang bisa ditunda sampai yang keperluan yang tidak perlu.


Bijaksana dalam memanfaatkan sumber daya alam


Sumber daya alam terlebih yang jumlahnya terbatas seharusnya dipergunakan secara bijaksana. Perilaku irit dan efisien sangat diperlukan untuk menjaga sumber daya alam tetap ada hingga masa yang mau datang. Selain itu, pengelolaan dari sumber daya alam juga harus dilaksanakan dengan sempurna biar mampu menciptakan produk yang tepat guna bagi semua masyarakat.


Melakukan eksplorasi sumber daya baru


Melakukan eksplorasi atau penelusuran terhadap sumber daya alam baru yang belum pernah dikenali atau digali sebelumnya bisa menjadi alternatif cara mengatasi kelangkaan sumber daya alam.


Penemuan akan sumber daya gres mampu membuat ketersediaan akan sumber daya tersebut meningkat. Meskipun demikian, proses eksplorasi terhadap sumber daya alam gres juga menciptakan stok sumber daya di bumi juga berkurang.


Oleh alasannya adalah tetap membuat simpanan sumber daya di bumi menyusut eksplorasi akan sumber daya baru bukanlah cara yang paling baik dalam menanggulangi kelangkaan sumber daya alam. Hanya saja, inovasi sumber daya alam gres bisa menjadi alternatif untuk jangka pendek atau mampu dilaksanakan untuk mengganti sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui.

  Sebutkan Polutan Penyebab Pencemaran Udara!


Daur ulang

Daur ulang yaitu suatu proses Untuk mempergunakan kembali materi limbah atau residu dari suatu proses bikinan atau konsumsi di sebuah sistem ekonomi untuk menjadi barang bernilai.


Kemudian, produk daur ulang ini berikutnya masuk ke proses produksi di pabrik selaku barang mediator atau akhir. Pada dasarnya, pemanfaatan kembali barang yang masih berfungsi dan pantas yang tidak terpakai oleh konsumen atau produsen untuk lalu dimanfaatkan kembali oleh konsumen lainnya.


Pemanfaatan kembali atau daur ulang mampu menghemat tingkat eksploitasi kepada sumber daya alam sehingga kelangkaan bisa diperlambat ataupun dicegah.


Memanfaatkan kemajuan teknologi


Kemajuan teknologi mampu dimanfaatkan untuk mengurangi biaya pembuatan sumber daya alam. dengan memakai cara-cara pengolahan gres yang lebih efektif dan efisien; proses proses pengolahan seperti ekstraksi ataupun pemrosesan sumber daya alam bisa menekan ongkos eksplorasi.


Jenis-jenis teknologi canggih mampu digunakan sesuai dengan tingkat kelangkaan sumber daya alam dengan ongkos yang mungkin lebih murah ketimbang dengan memakai metode usang.


Memanfaatkan bahan substitusi


Memanfaatkan materi pengganti atau substitusi ialah salah satu cara menanggulangi kelangkaan sumber daya alam. Dalam hal ini, sumber daya yang berlimpah digunakan menjadi bahan pengganti untuk sumber daya yang langka atau hampir habis.


Mati muda proses penggantian dari sumber daya yang tidak diperbaharui dengan sumber daya yang bisa diperbaharui dan melimpah maka kemungkinan terjadi kelangkaan juga makin kecil.


Sebagai acuan kelangkaan atau berkurangnya ketersediaan materi bakar fosil menjadikan BBM juga menjadi langka. Guna mengatasi kelangkaan, pemerintah menyarankan untuk beralih menggunakan bio energi yang masih bisa didapat dengan mudah.


Baca juga:


  Salah Satu Ciri Era Pubertas Perempuan Ditandai Dengan Adanya Insiden…

Terimakasih sudah berkunjung ke langsut.com. Semoga membantu.