close

Rangkuman Materi Kuliah Pemahaman Konsumen Dan Produsen (Pelaku Perjuangan)

HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN I

Oleh :DR. HJ. SRI LESTARI POERNOMO , SH,MH

REFERENSI
1.     PERLINDUNGAN KONSUMEN, INSTRUMEN2 HUKUMNYA , YUSUF SHOFIE
2.    KAPITA HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN DI INDONESIA , YUSUF SHOFIE
3.    HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN, AHMADI MIRU &SUTARMAN YODO
4.    PERLINDNGAN HUKUM BAGI KONSUMEN, DEDI HARIANTO
5.    TANGGUNG JAWAB PRODUK, DALAM HUKUM PERLINDUNGAN KONSUMEN, ADRIAN SUTEDI
6.    PENYELESAIAN SENGKETA KONSUMEN, DIJTINJAU DARI HUKUM ACARA SERTA KENDALA IMPLEMENTASINYA .

 

PENGERTIAN KONSUMEN DAN PRODUSEN


KONSUMEN MENURUT UUPK : 

SETIAP ORANG PEMAKAI BARANG/JASA, YG TERSEDIA DLM MASYRKAT, BAIK UTK KEPENTINGAN SENDIRI, KELUARGA, ORANG LAIN, MAHKLUK HIDUP LAIN,  & TIDAK DIPERDAGANGKAN


–    Definisi ini sesuai dg pegertian bahwa konsumen ialah konsumen akhir / end user.
–    Pengertian konsumen secara biasa adl : pemakai, pengguna, pemanfaat barang/ jasa untuk tujuan tertentu.

–    Berdasar pengertian diatas subyek  yg disebut sbg pelanggan yaitu “ orang “ yg berstatus sbg pemakain barang / jasa .

Pengertian konsumen di beberapa Negara

1.    Di Spanyol : pelanggan tidak hanya individu (orang) namun juga perusahaan “ yg menjadi pemakai /pembeli terakhir, & konsumen tidak hanya terikat dg  hubungan jual beli, sehingga komsumen tdk identik dg pembeli .

2.    UU Hk Perdata Belanda (BW buku IV, pasal 236) , konsumen sbg orang alamiah, & bukan sbg profesi di perusahaan yg mejalankan fungsi bisnis . Ahli hukum Belanda Hodius : menyatakan konsumen sebagai pemakai terakhir dari barang/jasa (uiteindelijke gebruken van goderren en dienstern).

3.    Di Australia : “ Trace Practices Act 1974 “, pelanggan adl seseorang yg menemukan barang/jasa tttdg kriteria harga tdk melebihi 40.000 dollar australia, asal tidak melewati itu tujuan pembelian barang/ja sa tidak dipersoalkan .

  Kehidupan Budaya, Agama Moralitas Dayak - Melayu - Batak Kepada Pendidikan Lokal, Pontianak

4.    Di Amerika : yang dilindungi sbg konsumen adl : kurban produk cacat berisikan pembeli, pemakai .

5.    Di Eropa : pemahaman pelanggan bersumber dr “product liability directive, yakni yg berhak menuntu kerugian ialah pihak yg dirugikan , dan syarat tdk diperdagangkan, yang menunjuk pada konsumen simpulan /end costumer.

6.    Di Indonesia : pelanggan akhir/end user/end costumer,  hal ini dibedakan dg konsumen antara/derived/intermediate consumer dan dalam UUPK konsumen mirip ini tidak mampu melakukan  penuntutan kepada pelaku usaha .

PENGERTIAN PELAKU USAHA (PRODUSEN)

1.    Pasal 1 (3) UUPK, pelaku perjuangan adl setiap perseorang/tubuh perjuangan, baik badan hukum/bukan, berkedudukan di kawasan Indonesia, melaksanakan perjanjiankegiatan perjuangan dlm aneka macam bidang ekonomi .

2.    Penjelasan pelaku perjuangan ini termasuk : perusahaan, korporasi, BUMN, koperasi, importir, pedagang, distributor ( ini sama pengertiannya dg MEE, dan di Belanda ) .

3.    Pelaku perjuangan mencakup : produsen pembuat produk selesai, produsen yg mengimpor produk dari luar negeri berlaku sbg produsen, distributor, penjual eceran ( selama produsen pembuat tamat tidak dikenali domisilinya ).

4.    Dengan pengertian pelaku usaha yg begitu luas tsb : mempermudah konsumen melaksanakan peununtutan krn byk pihak yg dapat digugat, namun UUPK semestinya menawarkan rincian ttt pihak mana yg mampu di gugat .
5.    UUPK tidak  mengenal pelaku perjuangan yang berada di mancanegara dalam hal melakukan gugatan .

UUPK sebaikya memilih urutan  yg sebaiknya di gugat ( directive MEE), hal tsb mampu dikerjakan  :

1.    Yang pertama digugat pembuat produk, kalau domisili di dlm negeri ;

2.    Apabila di buatan di luar negeri, maka importir, dimana barang/jsa tsb di impor, krn UUPK tidak mencakup pelaku perjuangan luar negeri ;

3.    Penjual dari siapa barang/jasa di peroleh, jika kedua hal tsb diatas tidak di dapatkan.

  Saat Akhir Zaman Telah Bersahabat