Author: Pekerja Sosial

Unsur-unsur Masyarakat

 unsur-unsur masyarakat, ciri-ciri masyarakat. pengertian masyarakat,
Unsur-unsur masyarakat

Unsur-unsur masyarakat Jika Anda mencari kata ini, maka Anda datang di blog yang tepat.

Baca Juga: Pengertian Masyarakat

Mendengar kata “masyarakat” sepertinya sudah tidak asing di telinga, tiap aktivitas dan seluk-beluk kehidupan tak akan terpisahkan kehidupan masyarakat.

Namun apakah kita sudah memahami mengapa “masyarakat” disebut “masyarakat”? dan apa saja unsur-unsur masyarakat? Berikut penjelasannya.

Suatu komunitas/kumpulan manusia bisa disebut masyarakat apabila memiliki empat ciri utama yaitu:

  • Adanya interaksi langsung antar individu ataupun anggota-anggota didalamnya.
  • Adanya satu pola perilaku sosial yang didasarkan pada nilai, norma dan aturan yang khas serta sedikit keras.
  • Adanya keberlangsungan dalam jangka waktu yang tak terbatas atau keberlanjutan.
  • Rasa identitas yang kuat yang mengikat anggota/warganya.

Dari penjelasan diatas ini bisa kita simpulkan bahwa masyarakat adalah kumpulan komunitas manusia yang punya sistem nilai, serta norma-norma yang mengatur tingkah laku serta mengatur cara berinteraksi antar individu didalamnya.

Unsur-unsur Masyarakat

Selain keempat ciri-ciri masyarakat diatas, terdapat pula beberapa unsur-unsur masyarakat yang umum hadir di komunitas manusia sehingga bisa dikategorikan sebagai masyarakat. Unsur-unsur ini yang menyangkut hal-hal yang bisa kita amati sehari-hari.

Berikut unsur-unsur masyarakat secara umum tersebut:

Unsur-unsur Masyarakat Pertama: Hidup Berkelompok

Manusia kodratnya adalah makhluk sosial. Mereka mustahil hidup sendiri sehingga saling bergantung satu sama lain, karenanya unsur pertama masyarakat adalah hidup berkelompok.

Manusia itu hidup bersama dan membentuk kelompok-kelompok, nantinya antar kelompok tersebut akan saling mengenal dan berubah jadi suatu masyarakat yang bergantung satu sama lain.

Unsur-unsur Masyarakat Kedua: Saling Berinteraksi

Unsur kedua ini berhubungan dengan interaksi antar individu atau anggota dalam komunitas tersebut. Antar manusia yang berkumpul pasti ada rasa saling membutuhkan, dari rasa saling tersebut tentu akan melahirkan interaksi sosial yang nantinya akan memunculkan satu kebudayaan.

Selain itu, interaksi juga merupakan bukti nyata dan konkret bahwa manusia adalah makhluk sosial yang mustahil hidup sendiri.

Unsur-unsur Masyarakat Ketiga: Melahirkan Kebudayaan

Masyarakat itu pasti melahirkan kebudayaan. Ini terjadi karena tiap masyarakat mempunyai pola dan tingkah laku yang khas, itu artinya jika tidak ada kebudayaan maka tidak ada masyarakat.

Suatu masyarakat yang sudah secara turun-temurun hidup bersama pasti akan melahirkan suatu kebudayaan yang unik. Kebudayaan unik tersebut biasa juga disebut adat istiadat. Adat tersebut pastilah diturunkan pada generasi-generasi selanjutnya, meski ada penyesuaian dengan perubahan sosial yang terjadi.

Unsur-unsur Masyarakat Keempat: Terjadinya Perubahan Sosial

Di dunia ini tak ada yang abadi kecuali perubahan dan kematian.

Kita sering mendengar quote di atas. Kalimat tersebut ada benarnya karena perubahan itu pasti, termasuk dalam masyarakat.

Kenapa perubahan itu pasti? karena masyarakat bersifat dinamis atau tidak pernah diam dan selalu menginginkan perubahan terus-menerus dari sebelumnya, perubahan sosial adalah unsur yang esensial yang ada di masyarakat.

Sayangnya tidak semua perubahan sosial yang terjadi menuju ke arah yang lebih baik. Perubahan sosial bisa membuat masyarakat menjadi lebih baik atau sedihnya jadi lebih buruk.

Mengenai dampak perubahan sosial positif dan negatif sudah saya tulis di artikel sebelumnya.

Unsur-unsur Masyarakat Kelima: Terdapat Pemimpin

Sebelumnya dibahas bahwa dalam masyarakat itu pasti ada nilai dan norma yang berlaku, nah unsur selanjutnya yaitu diperlukan seorang pemimpin.

Kepemimpinan ini diperlukan dalam masyarakat untuk mengawasi hal-hal yang sudah diputuskan bersama, supaya tidak keluar dari jalur-jalur kesepakatan yang telah dibuat.

Tidak hanya pemimpin, dalam suatu sistem demokrasi di masyarakat perlu juga perangkat masyarakat yang membantu kerja pemimpin serta perangkat kerja yang mengawasi pemimpin.

Unsur-unsur Masyarakat Keenam: Terdapat Stratifikasi Sosial

Unsur masyarakat yang terakhir yaitu stratifikasi sosial.

Secara alamiah atau mau tidak mau dalam masyarakat pasti akan terbentuk suatu stratifikasi sosial. Terbentuk suatu golongan tertentu, baik yang didasarkan pada status sosial ataupun peran sosialnya.

  • Ada kelas atas, menengah, dan bawah.
  • Ada orang kaya dan miskin.
  • Ada elit ada rakyat biasa. Dan lain lain.

Saya pribadi tentu tidak ingin ada stratifikasi sosial seperti itu, inginnya egaliter atau semua orang sama. Tapi memang tidak realistis.

Stratifikasi sosial tersebut fungsinya untuk menempatkan seseorang atau tiap individu pada posisinya masing-masing, sehingga dapat melaksanakan peran masing-masing dengan penuh tanggung-jawab.

Itulah beberapa unsur-unsur masyarakat dalam sosiologi yang bisa kita amati sehari-hari.

Salah satu sumber: https://en.wikipedia.org/wiki/Society

 

{ Comments are closed }

Masyarakat Adat di Indonesia

makanan masyarakat adat papua

Pengertian Masyarakat Adat

Sebelumnya blog ini pernah menulis tentang masyarakat primitif dan masyarakat modern, kali ini saya akan coba membahas mengenai masyarakat adat.

Menurut UN Economic and Sosial Council yaitu suku-suku dan bangsa yang mempunyai warisan sejarah (historis) yang dianut masyarakat sebelumnya yang nuansanya cukup kental, sehingga menganggap kelompok dirinya berbeda dari kelompok masyarakat lain yang datang untuk menjajah kehidupan di wilayah mereka.

Secara hukum pengertian masyarakat adat menurut undang-undang No.32/2009 tentang perlindungan dan pengelolaan lingkungan hidup BAB I Pasal 1 butir 31 menyebutkan bahwa:

Komunitas adat adalah kelompok/komunitas sosial masyarakat yang secara turun-temurun memiliki pemukiman di wilayah geografis khusus, karena terbentuknya ikatan kuat asal usul leluhur, serta hubungan yang kuat dengan lingkungan alam, dan juga terdapatnya beberapa nilai yang menunjukan pada pranata ekonomi, sosial, politik dan hukum.

Sedangkan Aliansi Masy Adat Nusantara memberikan pengertian masyarakat adat sebagai berikut;

Masy adat sebagai komunitas yang punya asal-usul yang secara turun temurun hidup di wilayah geografis khusus, serta memiliki sistem nilai, ideologi ekonomi, politik, budaya dan sosial yang khas”. Masyarakat ini masih kental memegang nilai-nilai tradisi dalam sistem kehidupannya.

Pada kongres I Masy Adat Nusantara tahun 1999 menyatakan pengertian masyarakat adat yaitu “Komunitas-komunitas yang hidup karena asal-usulnya secara turun-temurun di satu wilayah tertentu, masyarakat tersebut memiliki kedaulatan dan hak atas tanah, alam, serta kehidupannya secara sosial budaya yang telah diatur hukum khusus adat dan lembaga adat yang mengelola keberlangsungan kehidupannya”.

Sederhananya masyarakat adat terikat kental oleh hukum adat mereka, leluhur dan tempat tinggalnya.

Kategori masyarakat Adat

ILO (dalam Keraf, 2010:361) mengkategorikan masyarakat adat menjadi:

  • Suku-suku asli yang memiliki satu kondisi sosial, budaya dan ekonomi yang berbeda jika dibandingkan kelompok masyarakat lain dalam satu negara, dan yang keadaanya/hukumnya diatur sebagian/seluruhnya oleh adat tradisi atau mereka sendiri (khusus).

  • Komunitas masyarakat atau suku yang dianggap oleh orang lain atau menganggap dirinya sebagai suku asli karena secara keturunan dan genetik mereka berasal dari penduduk asli yang mendiami wilayah tersebut sejak dulu. Sebelum masuknya bangsa asing (penjajah), atau sebelum diberlakukannya peraturan tentang batas-batas wilayah administratif, seperti yang berlaku sekarang.

  • Baik yang mempertahankan atau yang sedang berusaha mempertahankan sebagian atau semua ciri, lembaga sosial, ekonomi, budaya dan politik yang mereka miliki.
    Dalam pengertian ini berarti masyarakat adat pasti memiliki bahasa, budaya, agama, tanah dan teritori yang sedikit berbeda dan terpisah dari kelompok masyarakat lain, sebelum terbentuknya negara bangsa modern.

Ciri-ciri Masyarakat Adat

Ciri masy adat menurut Keraf (2010:362). Beberapa ciri menonjol membedakan masyadat dengan kelompok masyarakat lainnya, yaitu:

  • Komunitas tersebut mendiami tanah-tanah milik leluhur dan nenek moyangnya, baik seluruhnya atau sebagian.

  • Garis keturunan dan darah mereka sama, asalnya dari penduduk asli daerah tersebut.

  • Mereka memiliki kebudayaan yang khas, baik menyangkut agama, sistem suku, tarian, pakaian, tata cara hidup, alat-alat hidup sehari-hari, sampai termasuk mencari nafkah/makanan.

  • Bahasa sendiri yang mereka miliki sendiri.

  • Umumnya hidup terpisah dari kelompok masyarakat lainnya. Sedikit menolak atau bersikap hati-hati pada hal-hal baru yang bukan berasal dari komunitasnya.

Baca Juga: Masyarakat Majemuk dan Masyarakat Madani

Contoh Masyarakat Adat di Indonesia

Jika kita ingin mengetahui contoh-contoh masyarakat adat di Indonesia silahkan tonton beberapa film dokumenter karya watchdoc di bawah ini.

Komunitas adat di Pulau Timor, Nusa Tenggara Timur.

Komunitas Adat Baduy Dalam

Masyarakat Adat Papua

{ Comments are closed }

Pengertian Masyarakat Modern

Masyarakat modern. Pengertian masyarakat modern. Pengertian masyarakat modern menurut para Ahli. Dan ciri-ciri masyarakat modern.

Pengertian Masyarakat Modern Menurut Para Ahli

Pada pembahasan sebelumnya blog ini pernah mengulas tentang masyarakat primitif. Artikel kali ini membahas mengenai pengertian masyarakat modern menurut para ahli.

Masyarakat modern merupakan suatu komunitas tertentu yang lebih mendahulukan rasionalitas serta ilmu pengetahuan. Itu semua kemudian diwujudkan dalam bentuk teknologi.

Ciri Masyarakat Modern

Adapun ciri-ciri masyarakat modern jika mengutip dari Selo Soemardjan adalah sebagai berikut:

  1. Hubungan antarmanusia yang terjadi lebih didasarkan pada kepentingan pribadi daripada kepentingan yang bersifat sosial atau umum.
  2. Relasi  warga lainnya dilakukan dengan cara terbuka dan dalam semangat saling mempengaruhi, kecuali jika pertemuan yang sifatnya rahasia.
  3. Mengakui dan mengandalkan ilmu pengetahuan teknologi sebagai alat dan sarana dalam meningkatkan berbagai kesejahteraan hidup.
  4. Masyarakat terbagi menjadi bermacam-macam profesi sesuai keahlian masing-masing yang dikuasai. Hal ini dipelajari dalam lembaga-lembaga pendidikan serta lembaga keterampilan.
  5. Tingkat pendidikan formal relatif tinggi serta adil dan merata.
  6.  Diberlakukannya kumpulan aturan berupa hukum tertulis yang kompleks sekali.
  7. Sistem ekonomi kapitalisme adalah sistem ekonomi yang dianut oleh masyarakat modern. Cirinya yaitu menggunakan uang serta alat-alat teknologi pembaharuan yang lain.

Menurut saya (penulis blog) agar kita tidak tertinggal arus modernitas maka sebaiknya kita mesti disiplin mengembangkan budaya membaca, menulis dan riset (penelitian). Dan juga terbuka terhadap hal-hal baru namun tetap kritis.

Sebagaimana yang diungkapkan oleh seorang sosiolog asal Indonesia Soerjono Soekanto tentang pengertian manusia modern dan ciri ciri, sebagai berikut:

  1. Masyarakat ini umumnya bersikap terbuka pada pengalaman maupun penemuan baru dengan kata lain tidak mengembangkan sikap suudzon (purbasangka)
  2. Mereka biasanya siap menerima bermacam perubahan. Lalu menilai beberapa kekurangan yang dihadapi.
  3. Sebagian masyarakat punya kepekaan pada masalah yang terjadi di lingkungan sekitarnya, sekaligus memiliki kesadaran bahwa masalah yang terjadi sebetulnya masih terkait dengan dengan keberadaan dirinya.
  4. Informasi yang dimiliki berkenaan dengan pendiriannya senantiasa lengkap.
  5. Memiliki tujuan dan orientasi masa kini serta masa yang akan datang.
  6. Manusia modern sadar betul dengan potensi yang ada pada dirinya serta punya keyakinan bahwa potensinya bisa dikembangkan dengan lebih baik.
  7. Kesadaran dan kepekaan terhadap perencanaan cukup tinggi.
  8. Tidak percaya akan nasib serta tidak mudah menyerah.
  9. Meyakini pada guna ilmu pengetahuan serta memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kesejahteraan manusia.
  10. Sadar akan hak dan kewajiban untuk saling menghormati sesame manusia.

Penutup

Meskipun ilmu pengetahuan dan teknologi hasil dari peradaban masyarakat modern. Namun kita tak boleh menutup mata atas dampak perubahan sosial dan masalah sosial yang timbul karena efek dari modernitas itu sendiri.

Contohnya masalah sampah plastik, kemacetan, banjir, kemiskinan dan lain lain.

Perlu kita garisbawahi tak semua aspek tradisional adalah hal yang buruk. Contohnya masyarakat tradisional Baduy yang masih menjaga gunung dan bukitnya agar tidak asal tebang. Sehingga banyak warganya tidak kelaparan dan kekurangan air bersih.

Sumber lainnya: https://en.wikipedia.org/wiki/Modernization_theory

{ Comments are closed }

Nasib Masyarakat Terdampak Perusahaan Kelapa Sawit

Kelapa sawit memang manjadi salah satu komoditi penyumbang APBN terbesar di Indonesia. Sayangnya, dampak lingkungan yang rusak menyebabkan masalah sosial baru serta merugikan masyarakat sekitarnya. Hutan masyarakat banyak yang ditebang dan diambil paksa.

Lebih lengkap, simak video dokumenter tentang kelapa sawit di bawah ini.

 

{ Comments are closed }

Sosok Inspiratif Pemberdayaan Masyarakat: Azalea Ayuningtyas

Contoh pemberdyaan masyarakat
Sumber: www.instagram.com/azalea.ayuningtyas

Kita akan berkenalan dengan sosok muda inspiratif yang membuka lapangan pekerjaan bagi para ibu di Flores, namanya Azalea Ayuningtyas.

Menurut saya beliau cukup berhasil mengembangkan kewirausahaan sosial sekaligus melakukan pemberdayaan masyarakat.

Simak videonya di bawah ini:

{ Comments are closed }

Dana Desa, Buat Apa? Apa itu Program Dana Desa?

Apa itu program dana desa?

Banyak yang tidak tahu tentang pemanfaatan dana desa, mari kita simak pemaparan dari menteri desa pembangunan daerah tertinggal dan transmigrasi, Bapak Eko Sandjojo.

Bagi yang tertarik dengan video diskusi dengan bapak Eko Sandjojo ini, silahkan cek video di bawah ini:

Bagian Pertama: Program Dana Desa Pertama Di Dunia | Apa itu program dana desa?

Bagian Kedua: 30.000 Bumdes Berdiri Dalam 3 Tahun | Apa itu program dana desa?

Bagian Ketiga: Karakter Dan Kebutuhan Tiap Desa Berbeda | Apa itu program dana desa?

Bagian Keempat: Lakukan Pengawasan Antisipasi Korupsi | Apa itu program dana desa?

Bagian Kelima: Program Dana Desa Untungkan Banyak Pihak | Apa itu program dana desa?

Baca Juga:

{ Comments are closed }

Masyarakat Primitif

Masyarakat primitif, ciri-ciri masyarakat primitif, masyarakat primitif di Indonesia
Gambar Hanya Ilustrasi, Sumber: Pixabay

Pengertian Masyarakat Primitif

Masyarakat primitif, sebutan tersebut biasanya dinisbatkan pada komunitas manusia yang menjalani kehidupan dengan sangat sederhana.

Dalam komunitas primitif perkembangan teknologi dan ilmu pengetahuan belum berkembang secara pesat, malahan masih terbatas pada usaha menemukan dan menghasilkan bahan makanan sebagai pemenuhan kebutuhan hidup.

Hal ini berimplikasi pada hasil produksi yang bisa dibilang masih rendah jika dibandingkan dengan masyarakat modern.

Umumnya masyarakat primitif mencari bahan makanan dengan cara berburu hewan karena mereka belum mengenal adanya sistem ekonomi jual-beli atau barter.

Rasa ketergantungan satu sama lain masih kuat. Individualitas dalam komunitas primitif hampir tidak pernah ada.

Komunitas primitif lazimnya memiliki anggota yang terbatas, tidak lebih dari puluhan atau ratusan orang, mereka bertempat tinggal sangat terpencil dan jauh dari masyarakat lainnya, penyebabnya karena keadaan lingkungan yang terisolasi oleh alam dan cukup sulit untuk dijangkau.

Masyarakat primitif yang hidup terisolir secara turun temurun, bisa dipastikan tidak mengalami perubahan sejak nenek moyangnya sampai saat ini.

Mereka mengalami keterasingan dengan dunia luar, tidak mengenal membaca dan menulis, pemahaman dan perspektif mereka berasal dari cerita-cerita lisan yang didapatkan secara turun-temurun.

Masyarakat primitif masih homogen, tidak ada diferensiasi sosial, dan lagi solidaritas masyarakat bersifat solidaritas mekanik, yang artinya anggota masyarakat memiliki satu kepercayaan dan ikatan emosional yang sama.

Komunitas primitif tidak menggunakan energi listrik dan lampu, makanya mereka fokus menjalani kehidupan saat siang dan beristirahat kala malam.

Ciri-ciri dan Kehidupan Beragama Masyarakat Primitif

Dalam hal kepercayaan atau agama, mereka cenderung animisme yaitu meyakini kepercayaan yang telah dianut oleh leluhurnya terlebih dahulu.

Kepercayaan yang sangat kuat tersebut membuat masyarakat primitif acapkali kekeuh atau ajeg, mereka tak ingin melanggar hal-hal yang sudah menjadi hukum atau adat istiadat nenek moyangnya.

Berikut beberapa ciri dan pandangan keagamaan yang ada pada masyarakat primitif

Pandangan tentang Alam Semesta

Mereka mengangap alam semesta sebagai subjek. Yak betul, alam dimaknai seolah memiliki jiwa, berpribadian dan bersifat personal.

Misalnya, ketika terjadi letusan gunung berapi, masyarakat primitif menganggap bahwa “sang penguasa” gunung sedang marah.

Mereka menanggapi peristiwa itu adalah dengan memberi sesajen dan mengadakan ritual, tujuannya untuk menenangkan “sang penguasa” gunung.

Menganggap Keramat Objek, Tempat dan Benda

Ciri lain keber-agama-an suku primitif ialah, mudah mengkeramatkan benda dan objek tertentu. Contoh, memandang keramat sesuatu yang memberi kemanfaatan, kebaikan ataupun musibah.

Misalkan, ketika ada yang menempati tempat tinggal baru, lalu berselang kemudian penghuni rumahnya terkena penyakit.

Mereka beranggapan bahwa penyebab sakit penghuni rumah karena pengaruh “mahluk halus” yang tinggal di rumah mereka, mereka langsung berinisiatif membuat satu ritual tertentu, yang tujuannya mengusir “makhluk halus” itu, agar nantinya tidak ada lagi yang terganggu. Prakteknya biasanya dengan menyuguhkan “sesajen”.

Hidup Serba Magis

Ciri lain masyarakat atau komunitas primitif yaitu, suka menghubung-hubungkan sesuatau dengan hal-hal “gaib”.

Ada hal-hal yang tidak bisa dijelaskan yang terjadi, suku primitif mengaitkannya dengan hal yang magis.

Menurut teorinya Comte, masyarakat ini masih ada pada tahap mitos. Artinya, masyarakat yang pada hidupnya selalu mengubungkan segala sesuatu dengan hal-hal magis.

Penuh dengan Upacara-upacara Keagamaan

Terakhir, ciri hidup mereka adalah sering diadakannya upacara keagamaan.

Misalkan, di waktu datang musim panen, komunitas ini tidak menganggap angin lalu hal tersebut. Mereka berkeyakinan bahwa dewi padi yang membantunya.

Oleh karena itu, kala musim panen datang, disediakanlah sesajen yang khusus dipersembahkan untuk dewi sri ini, sebagai bentuk dan rasa terimakasih kepadanya.

Masih adakah Masyarakat Primitif? Khususnya di Indonesia?

Perkembangan ilmu dan pengetahuan yang begitu pesat, menyisakan sedikit tanda tanya, yaitu;

Masih adakah suku primitif di zaman sekarang ini? Khususnya di Indonesia?

Jawabannya Iya dan tidak.

Saya ragu, apa pasalnya? Karena masyarakat yang benar-benar terpencil, mulai terbuka dengan perubahan, sebutan primitif pun rasanya sudah tidak pas dan etis.

Lebih tepat jika menggunakan istilah masyarakat adat.

Jika Anda jalan-jalan ke daerah terpencil, Anda akan menemukan kenyataan bahwa anak-anak dari komunitas adat mulai bersekolah layaknya anak-anak biasa.

Ini terjadi karena, hutan tempat mereka berlindung dan mencari bahan makanan dirusak, kemudian diganti dengan kelapa sawit (dimiskinkan).

Untuk bisa bertahan hidup, mereka dipaksa berubah, menjadi bagian dari masyarakat modern, dengan segala permasalahannya.

Renungan

Meskipun masyarakat primitif hidup sangat sederhana dan penuh dengan cerita mitos, tapi mereka terbebas dari berbagai masalah yang dialami masyarakat perkotaan yang katanya modern.

Coba pikir.

  • Mereka tidak mengenal kaya dan miskin.

  • Mereka tidak punya hutang.

  • Tidak membuat polusi dan kerusakan lingkungan

  • Tidak pernah hidup stress

  • Tidak ada bom bunuh diri

  • Tidak ada korupsi

  • Tidak ada kelaparan

  • Tidak menghabiskan waktu di jalan dengan macet-macetan

  • Tidak makan junkfood

Sebetulnya siapa yang primitif itu?

{ Comments are closed }