7 Pengertian Partisipasi Masyarakat Menurut Para Ahli

Posted on
Ilustrasi Partisipasi Masyarakat

Partisipasi masyarakat mempunyai mempunyai definisi yang beragam, simak pengertian partisipasi masyarakat menurut para ahli dibawah ini:

1. Dalam KBBI partisipasi artinya turut berperan serta dalam sebuah kegiatan; keikutsertaan; peran serta.

2 . Adanya keikut-sertaan masyarakat dalam sebuah proses pemberdayaan ataupun pembangunan, masyarakat ikut terlibat dari tahap penyusunan program, perencanaan proses, perumusan kebijakan, sampai pengambilan keputusan (Mubyarto: 1997).

3. Sulaiman (1985:6) menjelaskan bahwa partisipasi sosial masyarakat merupakan keterlibatan aktif warga masyarakat baik perorangan, kelompok, ataupun kesatuan masyarakat dalam proses membuat keputusan bersama, merencanakan dan melaksanaan program serta usaha pembangunan dan pelayanan kesejahteraan sosial di dalam maupun di luar lingkungan masyarakat, yang mendasarinya adalah kesadaran akan tanggung jawab sosial.

4. Isbandi (2007: 27), partisipasi masyarakat adalah keikutsertaan masyarakat baik dalam proses mengidentifikasi permasalahan, maupun potensi yang ada di sekitar masyarakat.
Meliputi proses memilih dan mengambil sebuah keputusan, baik alternatif solusi untuk menangani masalah, maupun proses pelaksanaan mengatasi masalah, serta keterlibatan dalam hal mengevaluasi perubahan yang terjadi.

5. Mikkelsen (1999: 64) menjelaskan pengertian partisipasi dengan membagi ke dalam enam bagian yaitu:

  1. Partisipasi merupakan kontribusi sukarela masyarakat kepada sebuah proyek tanpa ikut terlibat dalam pengambilan keputusan;
  2. Partisipasi adalah proses membuat “peka” masyarakat yang tujuannya meningkatkan keinginan untuk menerima serta menanggapi proyek-proyek pembangunan;
  3. Partisipasi merupakan keikutsertaan sukarela masyarakat dalam sebuah proses perubahan yang ditentukan oleh mereka sendiri;
  4. Partisipasi juga berarti proses aktif yang terbuka dimana tiap orang atau kelompok yang terkait agar mengambil inisiatif serta mendayagunakan kebebasannya untuk ikut terlibat;
  5. Partisipasi masyarakat yang diartikan sebagai sosialisasi yaitu dialog antar masyarakat setempat dengan para pelaku pembangunan yang melakukan persiapan, pelaksanaan, monitoring proyek. Yang tujuannya memperoleh informasi mengenai konteks lokal, dan dampak-dampak sosial;
  6. Partisipasi adalah keterlibatan langsung masyarakat dalam upaya pembangunan diri, kehidupan, serta lingkungan mereka.

6. Partisipasi dipahami dengan sudut pandang yang berbeda, yaitu sebagai suatu “insentif moral” yang membantu kelompok marjinal dalam merundingkan “insentif-insentif material” yang baru bagi mereka, juga sebagai terobosan yang memperbolehkan rakyat kecil mendapatkan solusi dan ikut serta di level makro pembuatan kebijakan (Goulet, 1990: 134).

7. Marshall Wolfe dalam (Goulet, 1990: 135) mendefinisikan partisipasi masyarakat sebagai kerja terorganisir yang tujuannya meningkatkan peranan pengendalian sumber daya dan lembaga regulatif di dalam masyarakat tertentu, khususnya bagi berbagai kelompok atau organisasi yang sampai sekarang tidak pernah diikutsertakan dalam proses pengendalian.

Masyarakat diberi kesempatan untuk ikut berpartisipasi dalam semua kegiatan yang ada, mulai proses pengidentifikasian akar masalah, daftar pemecahan yang bisa diambil, pemilihan satu dari beragam tindakan, penggorganisasian serta pelaksanaan, evaluasi dalam tahap pelaksanaan, hingga perdebatan kualitas mobilisasi atau organisasi yang berkelanjutan. (Goulet, 1990: 138-139).

Pihak yang mempolori sebuah program partisipasi bisa berasal dari penguasa/pemerintah atau para ahli, masyarakat maupun pihak ketiga dari luar. Jika berasal dari pemerintah/aparatur, maka umumnya disertai dengan kontrol sosial tertentu melalu proses dan pelaku partisipasi. Pembangunan dari sebuah sistem non-demokratis (Mis: Saudi-Arabia) biasanya masih memperbolehkan partisipasi dalam tingkat mikro (pemecahan masalah) yang tidak mengganggu aturan atau ketentuan pada tingkat makro (Goulet, 1990: 137-139).

Partisipasi ideal (sempurna) umumnya sulit ditemukan pada tataran praktis, yaitu partisipasi yang dimulai dari tingkat bawah (masyarakat) kemudian berkembang ke tingkat atas (kebijakan), menuju bidang-bidang yang makin meluas yaitu pembuatan keputusan. Bentuk partisipasi ideal umumnya diprakarsai ataupun disetujui, oleh masyarakat non-elit yang berkepentingan saat awal-awal dalam urutan keputusan (Goulet, 1990: 141).

Kesimpulan:
Memperhatikan beragam pengertian partisipasi masyarakat yang dikemukakan diatas, dapat saya simpulkan bahwa yang dimaksud partisipasi masyarakat adalah sebuah proses melibatkan masyarakat, yang tidak hanya saat proses pelaksanaan kegiatan semata, namun mulai dari perencanaan, pengembangan, pelaksanaan sampai evaluasi program. Sifatnya terbuka dan sukarela, termasuk juga menikmati hasil pelaksanaan program tersebut.

Baca Juga: Masyarakat Madani