Pengertian Ekonomi Desa Menurut Para Ahli dan Prinsip Pemberdayaan Desa

Posted on

Pengertian Ekonomi Desa Menurut Para Ahli dan Prinsip Pemberdayaan Desa

Pengertian Ekonomi Desa
Contoh Perekonomian Desa Wisata di Tegal

Masyarakat di pedesaan secara sadar tak sadar, sebetulnya sudah menerapkan ekonomi pemberdayaan dalam kehidupan sehari-hari.

Ekonomi di pedesaan dipengaruhi ragam dan budaya masyarakat pedesaan, khususnya dalam mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari.

Lalu apa pengertian ekonomi desa? Berikut ini pengertian ekonomi desa menurut para ahli, serta prinsip pemberdayaan desa.

Pengertian Ekonomi Desa Menurut Para Ahli

Merujuk KBBI, desa ialah kesatuan wilayah yang ditinggali sejumlah warga (keluarga) dengan satu sistem pemerintahan mandiri yang dikepalai kepala desa.

Desa juga diartikan kelompok rumah di luar kota yang masih dalam lingkup satu kesatuan.

Menurut Kasryno, pengertian ekonomi desa untuk dipisahkan dari luang lingkup hidupnya. Hal tersebut karena dalam satu keluarga mempunyai berbagai sumber mata pencaharian.

Kemudian dari sana mengalirkan sumber dana, tenaga kerja serta sumber daya yang dikuasai rumah tangga.

Mengapa di desa, dalam satu keluarga punya beragam sumber mata pencaharian?

Karena penguasaan tanah yang dimiliki masyarakat sangat sempit dan produktivitasnya pun rendah. Karenanya semua potensi yang ada di desa dialokasikan untuk berbagai sektor perekonomian.

Baca Juga:

Prinsip Pemberdayaan Desa

Setelah sekilas mengenal tentang pengertian ekonomi desa, selanjutnya kita bisa mengetahui prinsip pemberdayaan desa.

Tujuan dari adanya ekonomi desa atau pemberdayaan desa yaitu untuk menciptakan lingkungan desa yang lebih maju. Untuk mewujudkannya, maka ada prinsip pemberdayaan desa.

Berikut adalah prinsip pemberdayaan desa.

Keterbukaan

Prinsip keterbukaan adalah hal yang mesti/wajib ada dalam unsur pemerintahan desa. Keterbukaan sangat penting karena untuk membuat masyarakat mengerti akan tujuan sebuah program.

Apalagi dalam pengelolaan ekonomi desa, tentunya harus transparan sehingga nanti program-program yang digencarkan akan berjalan lancar.

Keterbukaan ini meliputi semua bidang, misalnya

  • Pengelolaan pembangunan
  • Pemilihan kader/pemimpin
  • Pelaksanaan program
  • Monitoring
  • Pendanaan dan lain sebagainya.

Apalagi dalam hal pendanaan, mesti ada rasa keterbukaan supaya masyarakat desa tidak menduga-duga  adanya korupsi di desa.

Budaya tertutup justru menyebabkan korupsi merajalela yang mengakibatkan desa menjadi tidak maju serta tertinggal.

Partisipasi

Seperti yang telah diuraikan di atas, desa adalah sekumpulan masyarakat yang jauh dari kota.

Beberapa masyarakat yang ada di desa masih sangat menjunjung tinggi prinsip gotong royong dan persatuan. Sehingga perekonomian desa akan maju apabila terdapat partisipasi masyarakat. Masyarakat desa harus aktif berperan dalam meningkatkan perekonomiannya.

Jangan keliru, perekonomian dan pemberdayaan desa ini tidak bisa jika hanya mengandalkan aparat maupun pejabat desa, namun seluruh masyarakat desa mesti untuk berpartisipasi.

Tujuannya untuk meningkatkan taraf perekonomian desanya sendiri. Tanpa adanya partisipasi dari masyarakat, desa akan tetap jumud pada keadaan sebelumnya dan tidak akan pernah maju.

Berkelanjutan

Sebuah program pemberdayaan desa yang dirancang sedemikian rupa harus secara konsisten tetap dalam tracknya atau berkelanjutan.

Karena hal tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa secara permanen dan tidak sekadar hanya rentang tertentu saja. Karenanya, orang-orang yang ditunjuk/terlibat mesti mengkonsep program peningkatan ekonomi desa/pemberdayaan desa yang memiliki jangka waktu panjang.

Dengan menkonsep dan merancang program yang memiliki jangka waktu panjang, kegiatan masyarakat desa di bidang perbedayaan ekonomi akan terus berjalan secara terus menerus.

Program peningkatan ekonomi/pembedayaan desa tersebut misalnya berupa pengolahan komoditi lokal seperti kopi, jagung dan lain lain, pengolaan desa wisata, ataupun yang lainnya.

Bisa Dipertanggungjawabkan

Proses perencanaan program pemberdayaan desa pada akhirnya harus dipertanggungjawabkan dalam artian tidak boleh ada penyelewengan.

Di samping proses perencanaan, ada juga proses pelaksanaan, monitoring dan proses evaluasi supaya bisa dipertanggungjawabkan. Maka dari itu, proses monitoring dan evaluasi sangatlah penting.

Dalam memilih kader pelaksana program pemberdayaan, warga desa harus yakin memilih yang bertanggung jawab dan kompeten untuk mengurus program pemberdayaan ekonomi desa.

Hal ini tentu mesti didukung partisipasi seluruh elemen masyarakat desa. Dengan adanya keterlibatan ketika memilih pelaksana maka hasil akhirnya akan terlihat.

Program Harus Bisa Dinikmati Semua Elemen Masyarakat Desa

Sasaran pemberdayaan ekonomi desa harus sesuai dan terarah supaya hasilnya dinikmati semua elemen masyarakat desa.

Contoh sederhana: potensi wisata di suatu desa. Warga desa harus dapat merasakan manfaat dari adanya wisata yang ada di desa tersebut, tidak hanya segelintir orang saja. Sehingga antar masyarakat dan tempat wisata mempunyai hubungan yang sama-sama menguntungkan.

Penutup

Pengertian Ekonomi Desa adalah suatu perangkat aturan yang mengatur serta mengikat untuk dipatuhi masyarakat.

Sebagian masyarakat di desa sayangnya belum dapat memaksimalkan potensi sumber daya alam serta manusia secara mandiri. Hal ini tentunya harus membuat pemerintah meningkatkan terus program prioritas kementrian pedesaan.