Apa itu Masyarakat – Masyarakat Adalah

Kumpulan Individu yang berinteraksi

Masyarakat merupakan kumpulan dari individu yang saling melakukan interaksi yang tujuannya memenuhi kebutuhan dasar hidupnya (basic needs), memiliki kepentingan, dan tujuan bersama. Dalam konteks sosiologi, masyarakat memiliki ikatan-ikatan sosial, baik ikatan sosial yang bersifat paguyuban (gemeinschaft) maupun ikatan patembayan (gesselschaft).

Dalam konteks kemanusiaan, masyarakat dibentuk -dan membentuk dengan sendirinya- dengan tujuan untuk saling menolong (ta’awun) dan saling menyempurnakan (takamul). Konsep silaturahmi (interaksi sosial) yang dimulai dari orang yang terdekat, baik secara sosial maupun secara geografis hingga orang-orang terjauh menunjukan betapa pentingnya hidup bermasyarakat.

Menurut Mayo,  masyarakat dapat diartikan dalam dua konsep:

a. Masyarakat sebagai sebuah “tempat bersama”, yakni sebuah wilayah geografi yang sama. Sebagai contoh, sebuah rukun tetangga, perumahan di daerah perkotaan atau sebuah kampung di wilayah pedesaan.
b. Masyarakat sebagai “kepentingan bersama”, yakni kesamaan kepentingan bersama berdasarkan identifikasi kebutuhan tertentu seperti halnya pada kasus para orang tua yang memilki anak dengan kebutuhan khusus (anak cacat fisik) atau bekas para pengguna pelayanan kesehatan mental (Edi Suharto)

Awan Mutakin memberikan definisi masyarakat dari beberapa ahli, sebagai berikut:

a. Menurut Hasan Shadilly adalah golongan besar atau kecil terdiri atas beberapa manusia, yang dengan atau karena sendirinya bertalian secara golongan dan pengaruh-mempengaruhi satu sama lain.

b. Menurut Koentjaraninggrat, masyarakat adalah kesatuan hidup manusia yang berinteraksi menurut suatu sistem adat istiadat tertentu yang bersifat kontinyu, dan yang terikat oleh suatu rasa identitas yang sama.

c. Menurut Ralph Linton, masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang hidup dan bekerjasama dalam waktu yang cukup lama, sehingga mereka dapat mengorganisir diri dan sadar bahwa mereka merupakan suatu kesatuan sosial dengan batas-batas yang jelas.

d. Menurut Bertrand, masyarakat adalah sekelompok orang yang sama identifikasinya, teratur sedemikian rupadi dalam menjalankan segala sesuatu yang diperlukan bagi hidup bersama secara harmonis.

e. Menurut Soekanto, masyarakat adalah suatu sistem sosial yang menghasilkan kebudayaan.

f. Menurut Horton dan Hunt , masyarakat adalah kelompok manusia yang secara nisbi mampu menghidupi kelompoknya sendiri, bersifat independen dan memndiami suatu wilayah tertentu, memiliki kebudayaan, serta kebanyakan kegiatannya berlangsung di dalam kelompok itu sendiri.

{ Add a Comment }

Manusia Makhluk Istimewa

manusia makhluk istimewa
Manusia makhluk istimewa
 

Oleh: Ust Ikin Shodikin (almarhum)

Manusia makhluk istimewa dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Karena ternyata pada manusia ada unsur-unsur makhluk lain, tetapi pada makhluk lain tidak ada unsur-unsur kemanusiaan.

Sebagaimana kita maklumi, makhluk menurut ulama ada yang masuk kelompok jamadat, nabatat, hayawanat, dan jinnat. Jamadat, makhluk tidak hidup. Nabatat, hanya sekadar tumbuh. Hayawanat. Adapun yang dimaksud dengan jinnat adalah makhluk yang tidak tembus pandang untuk manusia.

Dan ternyata manusia pernah menjadi jamadat, pernah pula menjadi jinnat. Maka ketika dalam rahim manusia disebut janin. Tapi kalau terus-menerus dalam janin tidak mustahil nantinya jadi majnun. Ia tidak bisa terus menerus menjadi janin, suatu saat ia harus keluar agar tidak majnun. Lalu disanalah akhirnya manusia mengalami proses hayawanat,  dalam arti hidup bergerak secara aktif, tidak bisa tinggal disatu tempat.

Sebagai contohnya, dulu ketika seseorang hendak menyebrang menuju masjidil haram  ada seorang supir yang berteriak ‘tsaur’ . waktu itu dia berlalu begitu saja, karena menurut urfi Ciganitri ‘tsaur’ artinya sapi. Tetapi setelah itu dia bertanya kepada seseorang yang sudah lama tinggal disana, dijelaskan bahwa ‘tsaur’ disana itu sama halnya dengan ‘anjing’, dia pun merasa tersinggung selang beberapa hari kemudian dia menyebrang lagi lalu ada sopir yang memanggil ‘tsaur’, dia pun berhenti dan menegurnya terlebih dahulu.

Inilah barangkali yang dimaksud manusia itu. Manusia tidak bisa tinggal dan terkurung hanya dengan satu ‘urfi’, satu saat ia harus meninggalkan ‘urfinya’, inilah yang yang dimaksud li ta’arufu, agar mengenal urfi masing-masing.

Lalu kenapa bisa terjadi demikian, padahal secara khalqiyyah manusia itu sama dengan hayawanat lainnya. Jelas memang, secara khalqiyyah, hanya dari segi fisik, manusia itu sama. Tetapi pada manusia kehebatannya itu karena ada unsur khuluqiyyah-nya.

Saya ambil contoh lagi, kalo kuda yang lari itu apanya? Antara kuda dan pemilik kuda ada perbedaan. Kuda yang lari itu kakinya. Pemilik kuda yang lari itu bukan kakinya, tapi yang memiliki kakinya, Cuma alatnya kaki. Makanya ketika kuda dan pemilik kuda dibalapkan, kuda yang menang, karena kuda itu yang lari kakinya. Kuda itu dipecut langsung lari dan tidak pernah berfikir takut jatuh. Tapi pemilik kuda, akan berfikir dulu, apakah nantinya jatuh atau tidak? Inilah kelebihan manusia, adanya unsur khalqun dan khuluqun.

Tetapi, pada umumnya manusia itu tersimpangkan oleh sesuatu yang mudah terlihat dan terdengar. Tidak heran, kalau laki-laki mencari calon istri, yang pertama kali dilihatnya itu apakah cantik atau tidak? Begitupula perempuan, yang pertamakali dilihatnya apakah tampan atau tidak?

Jadi, yang pertama diperhatikan itu adalah apa yang terlihat oleh mata dan  apa yang terdengar oleh telinga. Padahal, mata dan telinga suka salah. Kalau mata dan telinga suka salah yang meluruskannya siapa? Perasaan? Kalau perasaan salah yang melurusakannya apa? Akal? Kalau akal salah yang meluruskannya apa?

Banyak orang yang mengalami frustasi, karena tidak mempunyai jalan keluar. Semua hanya diserahkan pada kemampuan budidaya akal. Kalau kata akalnya benar maka itu benar. Tapi kalau suatu saat akalnya salah, apa yang akan meluruskannya.

Dalam suatu kuliah umum, seorang profesor mengatakan, “kita berduka cita karena kita kehilangan ilmuwan untuk Eropa.” Seorang ilmuwan dalam bidang fisika setelah terlebih dahulu membunuh anaknya. Tapi sebelumnya ia menulis surat. Isinya, segala persoalan yang sudah tidak bisa kita hadapi. Kembalikanlah kepada-Nya.

Siapa “Nya” itu? Padahal sebelumnya ia seorang Atheis? Sebelumnya ia mamandang segala sesuatu harus menurut akal?

Pada saat itulah orang membuka mata, bahwa hakikatnya segala sesuatu itu ada keterbatasan. Manusia baik dari segi khalqun atau khuluqun, ada keterbatasan. Kalau sedang makan ‘kabuhulan’ (tersedak) ada obatnya, yaitu air. Tapi kalau kabuhulan ku cai apa obatanya? Kini justru banyak orang yang kabuhulan ku cai. Segala persoalan hanya diserahkan kepada akal. Segala yang tidak diterima akal, mustahil, dan mustahil. Itulah kekeliruan.

Mengapa firman Allah berikut ini diawali oleh, “amanar rasulu bima unzila ilaihi min rabbihi wal mu’minuna? Ini menunjukan bahwa Rasul pun dituntut iman karena apa yang diturunkan kepadanya adalah masalah ghaib.

Dari sanalah bagaimana menghadapi dan menyikapi Bima unzila ilaihi min rabbihi. Apa yang harus kita hadapi itu? Apa alatnya? Apakah hanya sekadar khalqun? Mustahil. Atau yang harus kita gunakan itu alatnya khuluqun?

{ Add a Comment }

Bank Sampah? Kenalan Yuk!

Bank Sampah Wargi Manglayang Kecamatan Cibiru Kota Bandung

Bank Sampah, apa persepsi anda ketika mendengar kata tersebut? Saya pun pertama kali mendengarnya agak bingung.

Ketika mendengar kata sampah, yang saya bayangkan adalah sesuatu yang bau dan jijik. Kebalikannya ketika mendengar kata bank, yang ada dipikiran saya adalah tempat bertransaksi yang adem, bersih dan memiliki pelayanan ramah.

Rasanya aneh, bank kok sampah.

Tetapi setelah saya paham, ternyata bank sampah itu adalah satu konsep yang tujuannya memecahkan persoalan sampah di lingkungan kita.

Mari kita bahas secara berurutan.

A. Paradigma Pengelolaan Sampah

Selama ini, ketika buang sampah barangkali sudah jadi kebiasaan, yaitu dikumpulkan dulu di tempat sampah, kemudian nanti ada yang mengangkut, kita hanya bayar lalu terima beres, sesuai slogan buanglah sampah pada tempatnya.

Sebetulnya tidak salah sih, tapi apakah anda tau, sampah yang anda buang itu ternyata menimbulkan masalah besar di tempat lain?

Tahun 2005 Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Leuwih Gajah Cimahi meledak, lalu menimbun perkampungan yang menyebabkan ratusan orang meninggal.

Jika demikian, maka persoalan sampah bukan masalah sepele, rasanya tidak mungkin menyelesaikan ini dengan hanya mengandalkan pemerintah, masyarakat biasa seperti Anda dan saya harus terlibat atau minimal peduli.

Proses pengolahan sampah dengan cara “kumpul-angkut-buang” ini sangat bermasalah, harus segera diganti dengan paradigma pengolahan sampah lain yang tidak menimbulkan persoalan baru, salah satunya adalah dengan konsep 1K dan 3R “Komposting Reduce – Reuse – Recycle”.

Baca juga: Jenis-jenis sampah dan Komposting

B. Pengertian 3R (Reduce – Reuse – Recycle)

3R adalah akronim dari Reduce, Reuse dan Recycle.

1. Pengertian Reduce

Reduce artinya mengurangi, maksudnya adalah kurangi sampah dari sumbernya, siapa sumbernya? Anda, saya dan semua manusia.

Mengurangi sampah dari kita sendiri. Misalnya;

  • Saya belanja ke pasar atau supermarket, maka untuk mengurangi sampah, saya bawa kantong dari rumah supaya tidak pakai kresek, karena kresek ujungnya jadi sampah.

  • Anda jajan baso, supaya tidak nyampah, makannya langsung di tempat tukang baso atau bawa wadah dari rumah, jangan dibungkus pakai plastik, karena plastik nanti jadi sampah.

  • Membiasakan tidak membeli air kemasan, tapi membawa air botol (tupperware) dari rumah.

  • Lebih memilih menggunakan sapu tangan ketimbang memakai tisu, karena tisu hanya bisa digunakan sekali, lalu dibuang.

Kebiasaan-kebiasaan tersebut nampak sepele, tapi kalau banyak orang yang melakukannya maka pasti sampah akan berkurang, jadi mulailah dari kita, manusia.

2. Pengertian Reuse

Reuse artinya menggunakan kembali barang yang masih memiliki fungsi lain untuk dimanfaatkan sampai benar-benar rusak. Misalkan, memanfaatkan wadah plastik bekas minyak goreng untuk dijadikan pot tanaman.

3. Pengertian Recycle

Recycle artinya daur ulang.

Banyak yang keliru dengan konsep 3R ini, karena yang melekat di benak orang-orang adalah konsep daur ulang (Recycle). Padahal, yang terpenting dari 3R itu bukan daur ulang, tapi kurangi sampah (Reduce) dari sumbernya langsung, yaitu kita (manusia).

Barang yang didaur ulang, kualitasnya tidak akan sama dengan barang asalnya! Alias tambah jelek.

Saya ambil contoh, botol plastik bekas minuman kemasan, ketika didaur ulang maka jadi butiran plastik, yang biasanya digunakan untuk bahan plastik pvc. Plastik pvc ketika didaur ulang maka hasilnya jadi kresek hitam.

Jika sudah jadi kresek hitam, maka takkan bisa didaur ulang lagi, harus menunggu ratusan tahun sampai bisa terurai. Nah loh!!

C. Konsep, Manajemen dan Sistem Bank Sampah

Balik lagi bahas Bank Sampah.

Bank sampah adalah konsep yang masuk kedalam pengelolaan 3R tadi, yaitu Recycle (daur ulang). Masyarakat umum seperti anda dan saya, tidak punya alat atau keahlian untuk mendaur ulang sampah, makanya butuh kolaborasi pihak lain, salah satunya Bank Sampah.

1. Apa itu Bank Sampah? – Konsep Bank Sampah.

Kita pahami dulu pengertian bank secara umum; Bank adalah badan usaha yang mengumpulkan dana (uang) dalam bentuk simpanan lalu menyalurkannya kepada masyarakat lain dalam bentuk kredit, kemudian keuntungannya dibagikan kembali dalam bentuk bunga.

Bedanya, bank sampah tidak mengumpulkan uang, tapi menghimpun sampah dari masyarakat.

Sampah tersebut dihitung kemudian dicatat sampai angka dan jangka waktu tertentu untuk kemudian dirubah menjadi bentuk lain yang senilai. Seperti tabungan sembako, tabungan kesehatan, tabungan beasiswa, dan lain lain.

2. Manajemen Bank Sampah

Manajemen Bank Sampah tergantung kebutuhan, saya pernah mengunjungi beberapa bank sampah. Ada yang pengurusnya tiga orang saja yaitu ketua, sekretaris dan bendahara. Ada pula yang lengkap seperti layaknya organisasi kemasyarakatan lainnya.

Semakin besar sebuah bank sampah, semakin banyak pula manajemen kepengurusan yang dibutuhkan, jumlah pengurus bank sampah skala Kecamatan akan berbeda dengan bank sampah skala RW.

Umumnya yang wajib dalam manajemen kepengurusan bank sampah itu adalah;

a). Ketua (Penanggung Jawab)

Ketua dalam kepengurusan bank sampah memiliki fungsi sebagai penanggung jawab penuh, ia adalah kunci utama berkembang atau tidaknya kegiatan bank sampah. Biasanya dipilih ketika pembentukan kepengurusan bank sampah.

b). Sekretaris (Wakil)

Sekretaris dalam manajemen bank sampah memiliki tugas merapikan catatan surat, legal formal, dan menggantikan ketua pada masa-masa tertentu.

c). Bendahara

Bendahara adalah orang yang bertanggung jawab dalam arus kas, catatan uang masuk-keluar, serta bertanggung jawab penuh dalam menghitung jumlah tabungan warga. Ia pun mesti memiliki buku besar catatan aset bank sampah.

d). Pekerja (Karyawan)

Berbeda dari tiga pengurus lainnya (diatas) yang kadang harus bekerja ikhlas alias tidak digaji, pekerja di bank sampah harus mendapat upah. Mengapa?

Karena pekerja bank sampah menghabiskan banyak waktu. Ia mesti menimbang, mencatat dan menjual barang. tenaga yang mereka berikan harus dihargai, pekerja perlu makan dan menyambung hidup.

3. Mekanisme, Alur dan Sistem Bank Sampah

Sistem Penyetoran dan Penjualan di Bank Sampah

a) Pemilahan Sampah

Masyarakat atau nasabah harus memilah terlebih dulu di rumah mereka masing-masing sebelum di bawa ke bank sampah.

b) Penyetoran Sampah

Tiap bank sampah memiliki jadual buka yang berbeda, ada yang buka setiap hari, ada juga yang hanya buka seminggu sekali.

Menurut saya, bank sampah yang hanya buka di akhir pekan membuat kebersamaan antar nasabah semakin menguat karena berbondong-bondong saling bertemu dan bersilaturahmi.

c) Penimbangan

Proses penimbangan dilakukan oleh karyawan bank sampah, sampah an-organik yang dicampur harganya lebih murah daripada sampah yang sudah dipisah. Misalkan sampah botol plastik.

d) Pencatatan

Setelah sampah ditimbang kemudian dikonversikan kedalam rupiah lalu ditulis di buku tabungan nasabah.

e) Penyortiran

Sampah yang terkumpul dipisah sesuai jenis-jenisnya oleh karyawan bank sampah. Ada dus, botol, plastik, dan lain lain.

f) Pengepakan

Setelah disortir, maka selanjutnya sampah dirapihkan dan di-packing untuk diangkut dan dijual ke bandar.

g) Penjualan

Sampah yang sudah di-packing selanjutnya dijual ke bandar pengepul. Bank sampah harus tau kemana barang dijual untuk mendapat keuntungan maksimal.

Penutup

Nah, sudah ada gambaran kah tentang bank sampah? Apakah Anda tertarik merintis bank sampah di lingkungan rumah Anda? Silahkan hubungi ke Lembaga Pengembangan Teknologi Tepat (LPTT) no telp: 022-.2502244 

{ Add a Comment }

Pemetaan Sosial

Pemetaan sosial merupakan proses penggambaran masyarakat yang sistematik, dan melibatkan pengumpulan data dan informasi mengenai masyarakat; termasuk profil dan masalah sosial masyarakat. (Eddy Suharto)

Pemetaan sosial berfungsi menginput data dan informasi bagi pelaksanaan program pengembangan masyarakat. Tidak ada aturan dan metode tunggal yang secara sistematik paling unggul dalam pemetaan sosial.

Prinsip utama pemetaan sosial bagi praktisi pekerjaan sosial yaitu dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin di suatu wilayah dengan spesifik sebagai bahan pengambilan keputusan dalam proses pertolongannya. (Eddy Suharto)

Tujuan pemetaan sosial

  • Langkah awal pengenalan lokasi sasaran proyek dan pemahaman fasilitator terhadap kondisi khalayak sasaran.
  • Mengetahui kondisi sosial masyarakat.
  • Sebagai dasar pendekatan dan metode pelaksanaan Pemberdayaan masyarakat.
  • Menjadi dasar penyusunan rencana kerja yang bersifat taktis terhadap permasalahan yang dihadapi.
  • Acuan dasar untuk mengetahui terjadinya proses perubahan sikap dan perilaku masyarakat sasaran.
  • Output yang dihasilkan adalah data dan informasi tentang kondisi sosial-budaya masyarakat setempat.

Informasi yang perlu digali

  • Demografi: jumlah penduduk, komposisi penduduk menurut usia, mata pencaharian, agama, pendidikan, dll.
  • Geografi: Topografi, letak lokasi ditinjau dari aspek geografis, aksesibilitas lokasi, pengaruh linkungan geografis terhadap kondisi sosial masyarakat, dll.
  • Psikografi: nilai-nilai dan kepercayaan yang dianut, mitos, kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat, karakteristik masyarakat, pola hubungan sosial yang ada, motif yang menggerakan tindakan masyarakat, pengalaman masyarakat, pandangan dan sikap perilaku terhadap intervensi dari luar, kekuatan sosial yang berpengaruh, dll
  • Pola Komunikasi: media yang dikenal dan digunakan, bahasa, kemampuan baca tulis, orang yang dipercaya, informasi yang biasa dicari, tempat memperoleh informasi.

Metode pengumpulan data:

Sekunder: meminta dan mengambil dari kelurahan dan kecamatan

Primer:

  • Wawancara terstruktur
  • Pengamatan langsung
  • FGD (Fokus Group Discussion) atau diskusi kelompok terfokus.

Mengenai FGD dan Teknik wawancara akan dibahas dalam tulisan lainnya.

{ Add a Comment }

Metode Takakura: Mengompos Sampah Organik Rumah Tangga

Takakura adalah cara memanfaatkan sampah organik rumah tangga untuk dijadikan kompos. Pertama kali dikembangkan oleh peneliti asal jepang bernama Koji Takakura, metode ini disebarkan di Surabaya lalu mulai dikenal masyarakat luas. Sampah organik yang dimanfaatkan adalah sampah dapur seperti irisan bawang, sampah sayuran, dan lain lain. 

A. Prinsip Takakura

Prinsip dasar takakura bukanlah pembusukan namun fermentasi pada sampah organik, tujuannya agar nanti sampah yang dimanfaatkan tidak berbau tengik dan terhindar dari lalat yang mengganggu.

Sederhananya, sampah organik disimpan dalam wadah yang dimodifikasi khusus, yang nantinya sampah jadi tidak bau.

Manfaat menggunakan teknik ini adalah sampah organik yang difermentasi berubah menjadi pupuk kompos, yang bisa kita manfaatkan untuk menyuburkan tanaman hias. 

Belajar mengompos dengan metode takakura cukup mudah karena bahan dan alat yang digunakan bisa diperoleh di pasar atau supermarket terdekat.

B. Langkah-langkah Membuat Keranjang Takakura

1. Alat dan Bahan

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah menyiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan.

a. Keranjang atau Wadah Berlubang

keranjang takakura
gambar dok pribadi

Menggunakan keranjang atau wadah berlubang supaya ada sirkulasi udara yang masuk dan keluar, sehingga nanti sampahnya panas dan tidak berbau.

Bisa menggunakan alternatif lain yaitu menggunakan keranjang yang terbuat dari bambu, karung dan kaleng yang dilubangi.

b. Bantalan Sekam dan Sekop

Bantalan Sekam
dok pribadi

Bantalan sekam berfungsi sebagai penjaga suhu dalam keranjang takakura, biasanya diletakan di bawah dan atas takakura, supaya tidak terlalu lembab dan tidak terlalu kering.

Selain sekam, kita bisa gunakan serbuk gergaji dan serabut kelapa. Untuk jaringnya bisa menggunakan jaring plastik atau nilon seperti gambar di atas, jika susah mencarinya bisa menggunakan kain biasa (baju).

c. Kardus atau Kain Pelapis

Kardus dipakai sebagai dinding pelapis pada keranjang takakura, fungsinya untuk menjaga sampah atau kompos tidak keluar dari wadah. Selain kardus kita juga bisa gunakan kain untuk alternatifnya.

d. Kompos Starter atau Biang Kompos Setengah Matang

kompos
Sumber gambar: google

Siapkan kompos untuk dijadikan starter, fungsinya untuk memicu mikroba berkembang biak dalam proses fermentasi.  Jumlah kompos yang digunakan minimal 1/3 volume keranjang. 

2. Langkah-langkah Pengomposan Sampah Organik dalam Takakura

Jika bahan dan alat sudah kita siapkan maka langkah selanjutnya adalah;

a. Masukkan bantalan sekam ke bawah keranjang.
b. Masuk dan tempelkan kardus hingga membentuk dinding.
c. Masukkan starter kompos ke dalam keranjang kira-kira sepertiganya atau 15cm.
d. Masukkan sampah organik rumah tangga di atas kompos, lalu aduk menggunakan sekop.
e. Tutup menggunakan bantalan sekam dan kain,
f. Keranjang disimpan di tempat kering, jangan terkena hujan.

C. Catatan Penting

  • Satu komposter takakura biasanya digunakan untuk satu rumah yang dihuni oleh 2-4 orang.
  • Sebaiknya hindari memasukan sampah organik yang keras seperti kulit durian, batang pohon dan biji buah-buahan.
  • Ciri-ciri keranjang takakura berjalan dengan baik adalah apabila kompos dipegang terasa hangat dan terlihat uap jika diaduk.
  • Atur suhu agar tidak terlalu kering dan tidak terlalu basah. Jika terlalu basah bakteri akan mati dan menyebabkan sampah membusuk dan berbau tidak sedap. Terlalu kering pun membuat proses pengomposan terlalu lama.
  • Biasanya sampah dapur mengandung 80% air sehingga tak perlu lagi menambah air.
  • Upayakan sampah organik dalam takakura diaduk minimal 2 hari sekali supaya ada sirkulasi oksigen yang masuk. 
  • Kita bisa memasukkan sampah dapur setiap hari asal diaduk.
  • Sebelum memasukkan sampah baru sebaiknya aduk dulu supaya oksigen masuk.
  • Proses pengomposan bisa dipercepat dengan menambahkan bekatul atau dedak.
  • Kompos bisa dipanen antara 10-30 hari.
  • Saat panen, kompos kita ayak. Kompos halus bisa dimanfaatkan untuk tanaman, sementara kompos kasar bisa kita masukan kembali ke dalam takakura sebagai biang kompos.

Penutup

Memanfaatkan sampah organik dapur dengan merubahnya menjadi kompos adalah salah satu upaya yang bisa kita lakukan untuk menanggulangi persoalan lingkungan khususnya sampah.

Metode keranjang takakura cukup efektif dan murah, saya sudah praktekkan, selain itu alat dan bahannya sangat mudah kita dapatkan di pasar terdekat. Jadi tunggu apalagi mari melakukan perubahan, mulai dari diri kita. Salam

{ Add a Comment }