close

Metode Bercakap-Piawai Pada Anak Usia Dini


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Sebagai seorang guru PAUD, sudah sebaiknya kita mempunyai ilmu wawasan yang cukup untuk mengajar anak usia dini. Anak usia dini ialah masa permulaan dimana mereka memiliki sejumlah potensi yang mesti dikembangkan sebagaimana mestinya agar mereka mampu berkembang dan meningkat sebagai insan yang memiliki kegunaan di abad mendatang. Salah satu potensi yang mesti mereka kembangkan diantaranya ialah kesanggupan berbahasa. Karena anak dapat berkomunikasi melalui bahasa, bak itu bahasa verbal maupun nonverbal. Dalam makalah ini kita akan membicarakan perihal cara membuatkan bahasa anak melalui beberapa metode ialah metode bercakap-mahir, Tanya jawab, bermain peran dan sosiodrama.
B.     Masalah
Dalam makalah ini kita akan mmbahas persoalan perihal apa sajakah pengertian, fungsi, ketentuan, tindakan penerapan, teladan pelaksanaan, dan implementasi metode bercakap-cakap, Tanya jawab, bermain peran dan sosiodrama.
C.    Tujuan
Tujuan dari pengerjaan makalah ini yakni untuk memenuhi tugas mata kulia Pengembangan Bahasa AUD. Selain itu makalah ini juga dapat kita manfaatkan untuk memperbesar ilmu kita selaku calon guru untuk mengetahui bagaimana cara membuatkan kesanggupan berbahasa anak usia dini dan dapat pula djadikan tumpuan untuk melaksanakan penelitian kepada pengembangan bahasa anak usia dini.
D.    Manfaat
Manfaat yang bisa diperoleh dari makalah ini ialah :
Sebagai materi peningkatan dalam pembelajaran bagi kita semua.
BAB II
ISI
A.    METODE BERCAKAP-CAKAP DAN TANYA JAWAB
Materi acara belajar 1 berikut ini akan menguraikan ihwal sistem bercakap-cakap dan Tanya jawab yang mampu digunakan untuk berbagi kesanggupan berbahasa anak taman kanak-kanak. Kemampuan yang diperlukan dapat anda kuasai setelah memperlajari acara belajar 1 ini adalah:
1.        Menjelaskan perihal tata cara bercakap-mahir dan tata cara Tanya jawab untuk pengembangan anak taman kanak-kanak;
2.        Member pola penggunaan sistem bercakap-mahir dan tata cara Tanya jawab untuk pengembangan bahasa anak taman kanak-kanak
3.        Menerapkan metode bercakap-cakap dan sistem Tanya jawab untuk pengembangan bahasa anak taman kanak-kanak menurut dari isyarat dan acuan yang diberikan modul ini.
Bercakap-piawai yakni ciri khas manusia. Fetjhof Schoun, seorang filsuf yang sungguh dihormati mengatakan bahwa salah satu kecerdasar yang khas manusiawi adalah kesanggupan manusia bercakap-cakap dalam bentuk bahasa. Kemampuan insan dalam bercakap-piawai dalam bentuk bahasa pastinya terjadi interaksi 2 orang atau lebih yang saling menyikapi dan terjadilah Tanya jawab (Suharsono, 2003:219).
1.      METODE BERCAKAP-CAKAP
·         Pengertian
Metode bercakap-mahir dalam membuatkan pembelajaran bahasa di taman kanak-kanak sering disamakan dengan metode Tanya jawab, padahal ada perbedaan di antara keduanya adalah: pada metode bercakap-piawai interaksi yang terjadi antara guru dengan anak bimbing, atau antara anak  dengan anak bersifat menyenangkan berupa dialog yang tidak kaku. Topik percakapan mampu bebas ataupun diputuskan. Dalam percakapan tersebut, guru bertindak selaku fasilitator, artinya guru lebih banyak memotivasi anak dengan harapan anak lebih aktif dalam mengemukakan pendapatnya atau mengekpresikan secara mulut. Sedangkan pada metode Tanya jawab, interaksi antara guru dan anak asuh, atau antara anak dengan anak bersifat kaku, karena sudah terikat pada pokok bahasan. Dialog terjadi alasannya adalah ada yang harus ditanyakan dan ada yang menjawab dengan benar.
Lebih jauh Dra. Moeslikhaton R. MPd (1999:92) menuliskan bahwa bercakap-mahir mampu memiliki arti komunikasi verbal antara anak dan guru atau antara anak dengan anak lewat aktivitas monolog dan dialog. Kegiatan monolog dikerjakan di kelas dengan cara anak bangkit dan berbicara di depan kelas atau di daerah duduknya, mengungkapkan segala sesuatu yang diketahui, dimiliki dan dialami, atau menyatakan perasaan wacana sesuatu yang menunjukkan pengalaman yang mengasyikkan atau tidak menggembirakan, atau menyetakan cita-cita untuk mempunyai atau bertindak sesuatu. Kegiatan dialog berupa percakapan yang dikerjakan dua orang atau lebih yang masing-masing menerima kesempatan untuk berbicara secara bergantian.
Sedangkan berdasarkan Hilderbrand, (1986:297) pada buku Metode pengajaran di Taman Kanak-kanak karangan Dra. Moeslichatoen R, MPd (1999:26) bercakap-piawai mempunyai arti saling mengomunikasikan asumsi dan perasaan secara ekspresi atau mewujudkan kesanggupan bahasa reseptip dan ekspresif. Lain pula berdasarkan Gordin & Browne 1985:314 pada buku yang sama dibilang bahwa bercakap-cakap dapat pula diartikan selaku dialog atau sebagai perwujudan bahasa reseptif dan ekspresif dalam sebuah situasi.
Penguasaan bahasa reseptif yaitu semakin banyak kata-kata yang baru dikuasai oleh anak yang diperoleh dari aktivitas bercakap-mahir. Dan penguasaan berbahasa ekpresif adalah semakin seringnya anak menyatakan cita-cita, kebutuhan, asumsi, dan perasaan kepada orang lain secara mulut.
Moeslichaton melanjutkan bercakap-mahir ialah salah satu bentuk komunikasi antar langsung. Berkomunikasi ialah proses dua arah. Untuk terjadinya komunikasi dalam percakapan dibutuhkan keahlian mendengar dan kemampuan berbicara. Untuk bercakap-piawai secara efektif, berguru menyimak dan berguru mengatakan sama pentingnya. Sebagai pendengar dalam berkomunikasi antar eksklusif sedikitnya ada tiga hal yang harus dikerjakan, adalah:
a.       Mengukur pemahaman yang didengarnya secara pasti
b.      Bila mengenali bahwa pesan yang disampaikan itu tidak terperinci, beliau mampu mengumumkan terhadap si pembicara.
c.       Ia mampu memilih informasi pelengkap yang diharapkan semoga mampu mendapatkan pesan tersebut.
Selanjutnya, pemahaman sistem bercakap-mahir dari Depdikbud (1998:22) adalah sebuah cara penyampaian materi pengembangan yang dilaksanakan melalui bercakap-cakap dalam bentuk Tanya jawab antara anak dengan guru atau anak dengan anak.
Kesimpulannya, pemahaman sistem bercakap-piawai yaitu suatu cara penyampaian materi pengembangan bahasa yang dikerjakan lewat bercakap-mahir dalam bentuk Tanya jawab antara anak dengan guru atau anak dengan anak, yang dikomunikasikan secara lisan dan ialah salah satu bentuk komunikasi antar eksklusif, dimana satu dengan yang yang lain saling merealisasikan bahasa yang reseptif dan ekspresif dalam suatu obrolan yang terjadi dalam suatu situasi.
·         Manfaat Metode bercakap-mahir
Dra Moeslichatun (199:95) menyatakan bahwa sistem bercakap-mahir mempunyai manfaat:
·         Meningkatkan keberanian anak untuk mengaktualisasikan diri dengan menggunakan kesanggupan berbahasa secara ekspresif, menyatakan pendapat, menyatakan perasaan, menyatakan cita-cita, dan keperluan secara mulut.
·         Meningkatkan keberanian anak untuk menyatakan secara ekspresi apa yang mesti dikerjakan oleh diri sendiri dan anak lain.
·         Meningkatkan keberanian anak untuk menyelenggarakan korelasi dengan anak lain atau dengan gurunya agar terjalin kekerabatan social yang mengasyikkan.
·         Dengan seringnya anak menerima potensi untuk mengemukakan pendapatnya, perasaannya, dan keinginannya maka hal ini akan kian mengembangkan kesanggupan anak membangun jati dirinya.
·         Dengan seringnya acara bercakap-mahir diadakan, semakin banyak gosip gres yang diperoleh anak yang bersumber dari guru atau anak lain. Penyebaran isu mampu memperluas wawasan dan wawasan anak wacana tujuan dan tema yang ditetapkan guru.
Selanjutnya Moeslichatun menyatakan makna penting bagi perkembangan anak taman kanak-kanak alasannya bercakap-piawai dapat:
·         Meningkatkan keterampilan berkomunikasi dengan orang lain
·         Meningkatkan kemampuan dalam melaksanakan kegiatan bareng
·         Meningkatkan kemampuan menyatakan perasaan, serta menyatakan pemikiran pendapat secara verbal
·         Membantu kemajuan dimensi social, emosi dan kognitif, terutama berbahasa.
·         Tujuan Metode bercakap-piawai
Dengan mengunakan tata cara bercakap-cakap tujuan pengembangan bahasa yang ingin diraih antara lain:
·         Mengembangkan kecakapan dan keberanian anak dalam memberikan pendapatnya kepada siapapun.
·         Memberi peluang terhadap anak untuk berekpresi secara verbal
·         Memperbaiki ucapan dan lafal anak
·         Menambah perbendaharaan/kosa kata
·         Melatih daya tangkap anak
·         Melatih daya piker dan fantasi anak
·         Menambah wawasan dan pengalaman anak latih
·         Memberikan kesenangan terhadap anak
·         Merangsang anak untuk berguru membaca dan menulis.
Tujuan tersebut sesuai dengan usulan Moeslichatun. Perkembangan bahasa yang mampu dikembangkan dengan sistem ini yaitu kesanggupan menangkap makna bicara orang lain dan kemampuan menyikapi obrolan orang lain secara lisan.
·         Kelebihan dan kekurangan metode bercakap-piawai
Kelebihannya:
·         Anak mendapat potensi untuk mengemukakan wangsit-inspirasi dan pendapatnya
·         Anak mendapat peluang untuk menyumbangkan gagasannya
·         Hasil berguru dengan tata cara bercakap-piawai bersifat fungsional sebab topic/tema yang menjadi bahan omongan dalam keseharian dan di lingkungan anak.
·         Mengembangkan cara berpikir kritis dan sikap hormat atau menghargai usulan orang lain.
·         Anak mendapat peluang untuk mengembangkan kemampuan belajarnya pada taraf yang lebih tinggi.
Kelemahannya:
·         Membutuhkan waktu yang cukup usang
·         Memerlukan ketajaman dalam menangkap inti pembicaraan
·         Dalam prakteknya, percakapan akan selalu didominasi oleh beberapa orang saja.
·         Implementasi tata cara bercakap-mahir pada pengembangan bahasa garis-garis besar acara kegiatan belajar taman kanak-kanak 1994
Agar anda dapat mengenali kesanggupan yang dibutuhkan dapat dicapai anak saat memakai metode bercakap-cakap di taman kanak-kanak, anda dapat menyaksikan pada matrik di bawah ini.
No
instruksi
Kemampuan yang dibutuhkan diraih
Kelompok
A
B
1
3
4
8.A/12 B
9.A/14 B
13/B
13/A
17.B
14.B
18.A
15/B
16.B
Menirukan kembali 2 s/d 4 urutan angka, urutan kata
Menggunakan dan dapat menjawab pertanyaan apa, mengapa, dimana, berapa, dan bagaimana secara sederhana
Berbicara tanpa kendala dengan kalimat sederhana
Memberikan informasi/isu perihal sesuatu hal
Mengurutkan dan menceritakan isi gambar seri
Member batasan beberapa kata benda
Menyebut nama, benda, hewan, flora yang mempunyai warna, bentuk, atau menurut cirri-ciri/sifat tertentu sebanyak-banyaknya
Mengurutkan dan menceritakan gambar seri
Menggunakan kata ganti saya
Melengkapi kalimat sederhana yang telah dimulai guru
Menyebutkan sebanyak-banyaknya kegunaan dari satu benda
·         Bentuk-bentuk metode bercakap-piawai
Ada tiga bentuk penggunaan metode bercakap-piawai dalam melakukan kegiatan pembelajaran pengembangan bahasa di Taman kanak-kanak, yakni:
·         Bercakap-piawai bebas
·         Bercakap-cakap berdasarkan pokok bahasan
·         Bercakap-mahir dengan menggunakan gambar seri
Berikut yakni uraian bentuk sistem bercakap-piawai tersebut satu persatu
1.      Bercakap-cakap bebas
Bercakap-piawai bebas yakni sebuah bentuk kegiatan yang dikerjakan oleh seorang guru dengan seorang anak atau sekelompok anak taman kanak-kanak dalam membicarakan banyak sekali topic yang berhubungan dengan pembelajaran di taman kanak-kanak.
Pada aktivitas bercakap-mahir bebas ini anda tidak perlu menentukan topic pembahasan, walau sedapat mungkin dikaitkan dengan tema. Peran anda di sini adalah sebagai membimbing agar percakapan tidak semrawut dan dapat memotivasi anak, maupun memperlihatkan potensi sebanyak-banyaknya terhadap anak untuk berekpresi mengatakan secara bebas. Upaya ini merupakan cara pengungkapan apa yang ada dalam pemikirannya saat itu. Tentunya ajaran anak saat itu ada yang sama, adapula yang berlainan, dengan tahap pertumbuhan dan pengalamannya. Kegiatan ini dimaksudkan membuatkan potensi dan kreativitas anak untuk berekpresi melalui bahasa.
Brunner (dalam. Tampubolon 1991:13) berpendapat bahwa “bahasa ialah pendorong utama bagi pertumbuhan anggapan, utamanya dalam masa pra sekolah. Namun, sebelum bahasa memainkan peranan, fikiran anak hendaklah terlebih dulu menemukan pengalaman-pengalaman dari lingkungan. Pengalaman-pengalaman ini memungkinkan bahasa meningkat dengan baik. Dengan demikian pertumbuhan bahasa dan asumsi intinya ialah saling mendukung”.
Pada kegiatan bercakap-piawai bebas lazimnya setiap anak ingin mengungkapkan sebaga apa yang ada dalam hati dan pikirannya. Dalam hal ini anda mesti bijak menyikapinya. Setiap komentar terhadap kata, intonasi suara, gaya bahasa, ekpresi dan perumpamaan anak yang salah maka guru dapat menolong memperbaikinya dengan tidak menyalahkan anak secara berlebihan yang hendak memiliki dampak psikologis pada diri anak. Begitu pun apabila anak bertanya hendaknya guru dapat menjawabnya dengan bahasa yang bagus dan menyenangkan anak dan dapat membuka pertanyaan atau komentar anak yang lain, sehingga anak merasa puas sudah diamati dengan baik.
Dalam aktivitas bercakap-mahir bebas ini guru tidak boleh membedakan anak satu dengan lainnya dalam memberi kesempatan anak untuk perberan aktif pada kegiatan percakapan tersebut. Semua anak menerima perhatian yang cukup, sehingga anak merasa puas dan senang dalam mengikuti kegiatan pembelajaran tersebut.
Apabila didapatkan anak yang pasif tidak melakukan kegiatan percakapan, maka anda selaku guru, dengan dibantu oleh anak didik yang lain, mencoba untuk menawarkan motivasi pada anak tersebut, sehingga anak tersebut mampu aktif dalam percakapan.
Sesuai dengan prinsip belajar sambil bermain dan bermain sambil belajar seperi pada rancangan pembelajaran aktif kreatif efektif dan menyenangkan, maka aktivitas pembelajaran dengan sistem bercakap-cakap ini harus dapat menggembirakan anak. Kegiatan tidak mesti senantiasa di dalam kelas, mampu pula dijalankan di luar kelas. Begitupun anak tidak selalu duduk di kursi, mampu pula anak duduk di atas tikar atau karpet dengan suasana yang nyaman dan tertib.
Agar anda mampu melaksanakan kegiatan sistem bercakap-mahir pada pengembangan bahasa di taman kanak-kanak, maka berikut ini ada tindakan yang mampu membimbing anda, dan mampu anda kembangkan sesuai dengan situasi maupun keadaan pada dikala acara percakapan berlangsung. Langkah-langkah pelaksanaan percakapan tersebut ialah selaku berikut:
1)   Cobalah anda mengkondisikan belum dewasa untuk dapat duduk dengan nyaman dan tertib, yang penting anak dapat menyaksikan anda dan anak lainnya.
2)   Mulailah anda bertanya yang mampu merangsang anak untuk bercakap-cakap.
3)   Anak mulai melakukan percakapan dengan anda.
4)   Anda memberi kesempatan, supaya anak dapat menceritakan tentang peristiwa di sekitarnya sesuai dengan pertanyaan anda.
5)   Apabila anda memperoleh anak yang belum dapat mengucapkan kalimat dengan baik dan benar (kalimat sederhana), anda hendaknya berusaha memperbaiki secara bijaksana dan bagi yang pasif diberi dorongan atau motivasi.
6)   Anda mampu melakukan penilaian dari aktivitas percakapan tersebut.
Selanjutnya, coba anda latihan acara bercakap-cakap bebas ini dengan mengikuti langkah-langkah yang telah ditetapkan di atas.
1)      Kemampuan yang dibutuhkan diraih:
Berbicara lancar dengan kalimat sederhana (bahasa 4 kelompok A dan B)
2)      Alat
3)      Contoh kegioatan bercakap-mahir bebas
Guru              : Selamat pagi belum dewasa . . . .
Anak              : Pagi Bu guru. . . .
Guru              : Senang anak-anak hari ini?
Anak              : Senang bu guru . . . .
Guru              : bawah umur sepekan bawah umur liburan, bagaimana bahagia
  tidak?
Anak              : Senang . . . . .
Guru              : Wah, asyik sekali, bu guru juga senang, bawah umur pergi
  kemana saja
Windi             : Aku kerumah nenek Bu!
Guru              : Di mana Windi?
Windi             : Rumah Nenek di Bogor.
Guru              : Pasti menyenangkan ya, nah, siapa lagi yang rumah
  neneknya di Bogor?
Ardi               : Aku, rumah nenekku juga di Bogor, saya senang sih, tetapi
  duka juga, alasannya nenekku sakit . . . .
Guru              : Ooo.. kasihan ya, kini bagaimana, telah sembuh
  belum Ardi?
Ardi               : Sudah bu guru
Guru              : Syukurlah, kita doakan ya belum dewasa biar neneknya Ardi
  sehat senantiasa
Faisal             : Bu guru, aku juga liburan ke Bogor, aku pergi ke Kebun
  Raya
Guru              : Ada apa saja di kebun Raya, Faisal
Faisal             : Banyak pohon-pohon, ada danau, ada istana dan ada
  rusanya
Guru              : Faisal takut tidak dengan rusanya?
Faisal             : Tidak bu guru.
Guru              : Faisal pemberani ya, siapa lagi yang pemberani?
Dwika                 : Aku berani bu guru, aku juga pernah ke kebun raya di
 Bogor, saya di foto dekat rusa
Guru              : Wah, niscaya fotonya manis ya . . . bagaimana gaya Dwika di
  foto?
Dwika                        : Begini bu guru (Dwikapun bergaya)
Guru              :  Hahaha tepuk tangan anak-anak untuk gayanya Dwika,
   besok fotonya di bawa ya, ibu guru dan sahabat-temanmu
   mau lihat
Dwika                        : Iya bu guru.
Guru              : Hemh. . . Dimas Liburannya kemana?
Dimas                        : Ku tida kemana-mana bu guru, saya di rumah saja bermain-
  main bareng adik, karena adikku masih bayi
Guru              : Oh, ya . . . Dimas anak baik, tapi Dimas senangkan?
Dimas                        : Senang Bu guru.
Selanjutnya aktivitas percakapan terus berjalan, pada batas waktu yang ditentukan dan semua anak merasa bahagia dan puas, berikutnya guru menyelenggarakan evaluasi dengan beberapa pertanyaan untuk semua anak, misalnya:
1)      Rumah nenek siapa yang di Bogor?
2)      Siapa yang tadi pergi ke Kebun Raya?
3)      Ada apa di Kebun Raya?
4)      Dekat binatang apakah Dwika di foto?
5)      Siapa yang liburannya menemani adiknya?
Anda pun menutup percakapan tersebut, nah anak-anak, simpulan sudah kita bercakap-piawai, senang bawah umur? Terimakasih, nanti kita bercakap-mahir kembali ya . . . . ayo kita bernyanyi lagu yang bangga di sini senang di sana senang. Anak dan guru pun bernyanyi bersama dengan riangnya.
2.      Bercakap-Cakap Menurut Pokok Bahasan
Bercakap-mahir berdasarkan pokok bahasan adalah acara percakapan antara guru dengan anak bimbing, dengan pokok bahasan yang sudah ditetapkan . Pokok bahasan yang menjadi topik percakapan disesuaikan dengan tema pembelajaran yang dipilih baik untuk kelompok A maupun untuk kelompok B. Misalnya wacana kendaraan, tanaman, binatang atau situasi lingkungan sekitarnya, yang bersahabat dengan lingkungan kehidupan sehari-hari anak
Kegiatan bercakap-cakap berdasarkan pokok bahasan ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman wacana sebuah pokok bahasan. Agar anak mampu mengungkapkan pendapatnya terhadap sesuatu objek menurut observasi indranya maupun pengalamannya.
Dengan demikian jikalau memungkinkan dapat menggunakan alat peraga sebagai pendukung aktivitas percakapan menurut pokok bahasan ini. Menurut Bruner, (dalam Tampubolon, 1991:12) “peranan bahasa berlangsung dalam dua hal. Pertama , dalam kemajuan bahasa itu sendiri anak menguasai taktik yang di dapat membantu perkembangan fikiran. Strategi dimaksud dikuasai lewat kaidah-kaidah bahasa yang diperoleh secara sedikit demi sedikit. Kedua, bahasa memungkinkan anak berpikir abstrak dan konstruktif.”
Maka, dalam menyebarkan kemampuan berbahasanya anak mempunyai cara-cara tersendiri sesuai dengan tahapan perkembangannya, dalam menyikapi suatu pokok bahasan yang sedang dipercakapkan. Sehingga anak secara sedikit demi sedikit anak dapat berpikir abstrak dan konstruktif. Dalam hal ini guru hendaknya mengamati perbedaan kemampuan bahasa anak per individu maupun golongan.
Pada aktivitas bercakap-mahir menurut pokok bahasan ini (Depdikbud, 98: 24)spontanitas anak perlu di hargai . Tetapi hendaknya guru selalu mempertahankan jangan sampai obrolan menyimpang dari maksudnya. Sebagai pola, jikalau tema keluarga yang menjadi pokok bahasan maka obrolan berkisar perihal anggota keluarga, tugas keluarga serta rasa kasih sayang dalam keluarga.
Sebelum Anda memulai latihan bercakap-cakap berdasarkan pokok bahasan ini, ada baiknya Anda mengamati langkah-langkahnya di bawah ini:
a.       Anda sebaiknya menyiapkan media atau alat peraga yang diadaptasi dengan pokok bahasan sebagai topik percakapan.
b.       Dengan nyanyian atau permainan anda mengkondisikan anak-anak untuk mampu duduk dengan nyaman dan tertib. yang penting anak dapat melihat Anda dan anak yang lain.
c.       Anda membahas alat peraga yang  sudah di siapkan.
d.      Anda mampu merangsang percakapan anak dengan memperlihatkan pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan pokok bahasan.
e.       Anak mulai melakukan percakapan dengan Anda
f.       Anda memberi peluang pada anak untuk menjawab pertanyaan dengan kalimat sederhana.
g.      Apabila Anda memperoleh anak yang belum dapat mengucapkan dengan baik dan benar (kalimat sederhana), guru hendaknya berusaha memperbaiki secara bijaksana dan bagi yang pasif diberi dorongan atau motivasi
h.      Setelah aktivitas percakapan akhir Anda dapat menyimpulkan topic yang gres saja di percakapkan.
i.        Anda dapat melakukan penilaian dari acara percakapan tersebut.
 Nah, coba Anda kerjakan latihan bercakap-piawai berdasarkan pokok bahasan di bawah ini dengan mengamati tindakan acara tersebut di atas
1.      Contoh kegiatan bercakap-piawai menurut pokok bahasan
      Kemampuan yang diharapkan diraih:
      Bahasa (4) Bicara tanpa hambatan dengan kalimat sederhana.
2.      Alat peraga:
 Gambar dan mainan macam-macam kendaraan di darat. Sepeda anak yang bahu-membahu.
3.      Pembahasannya:
    Materi percakapan bisa didapat dari tema/subtema untuk meraih kesanggupan seperti            Bercakap-cakap   ihwal “Sepeda”.
4.      Contoh percakapan:
Guru                :Selamat pagi belum dewasa?
Anak 2                        :Selamat pagi Ibu.
Guru                :Apa kabar?
Anak 2                        :Baik bu.
Guru                :Anak-anak, siapa yang suka jalan-jalan?
Anak 2                        :Aku bu guru, saya juga….
Guru                :Nah,       bagaimana keadaan di jalan raya?
Anak 2                        :Ramai bu guru!
Guru                :Ada apa saja….
Agung             :Ada orang , toko- toko
Guru                :Ada apa lagi…………………..
Rrezqi              :Ada kendaraan beroda empat, motor, bis, truk.             
Guru                :Bagus, kendaraan apa lagi.
Fauzan             :Kereta api …bajay…sepeda.
Laura               :Delman juga ada bu guru.
 Guru                :Pintar semuanya, nah, coba gambar di papan tulis ini, (guru menempel      gambar macam-macam kendaraan di darat di papan tulis) dan coba lihat mainan di atas meja ini. (Ada mainan macam-macam kendaraan di darat di atas meja bu guru), dan ini sepeda roda dua.
            Anak 2            :Wah, anggun sekali….ada macam-macam kendaraan….
Guru : Nah, anak- anak ini yaitu macam- macam kendaraan yang ada di darat, yang saban hari mampu anak- anak mampu lihat di jalan raya, sekarang apa yang sedang ibu guru pegang (bu guru memegang sepeda anak)
Guru : Fauzan ini kendaraan apa ?
Fauzan : Sepeda
Guru : Coba ulangi, jawab dengan baik, ini sepeda,
Fauzan : Ini sepeda,
Guru : Pintar, berapa roda sepeda di gambar ini, Agung ?
Agung : Dua bu guru (balasan yang dibutuhkan roda sepeda ada dua)
Guru : Roda sepedanya berupa apa Laura ?
Laura : Lingkaran ( jawaban yang diharapkan roda sepeda berupa lingkaran)
Guru : Adit, apa warna sepeda yang ibu pegang ?
Adit : Biru bu ( balasan yang diharapkan sepeda berwarna biru)
Dan seterusnya pembahasan dapat meningkat terhadap objek sepeda secara keseluruhan, sehingga anak benar- benar mengenal sepeda anak yang dijadikan media pmbelajaran dalam percakapan tersebut.
5.      Evaluasi : Dalam aktivitas evaluasi anda mampu menanyakan semua pertanyaan kepada semua anak, dan membimbing anak- anak untuk memberikan jawaban yang baik dan benar.
3. Bercakap- piawai berdasarkan gambar seri
Kegiatan bercakap- piawai berdasarkan gambar seri yaitu suatu acara percakapan yang dikerjakan guru kepada anak TK dengan pinjaman buku bergambar yang critanya berseri. Biasanya berisikan 4 seri. Gambar seri 1 hingga dengan ke 4 tersebut saling berhubungan dan ialah rangkaian sebuah dongeng atau sebuah isu.isi buku gambar seri tersebut yaitu pokok bahasan dalam bercakap- mahir dengan memakai gambar seri.
Bercakap- piawai dengan gambar seri memiliki tujuan secara khusus (Depdikbud, 1998:25) yakni memupuk kemampuan meletakkan antara tanggapan- jawaban dan mempesona kesimpulan.
Ketentuan gambar seri yang dipergunakan harus memenuhi kriteria antara lain sebagai berikut (Depdikbud,1998:50-51):
1.      Ukuran gambar cukup besar sehingga dapat dilihat oleh semua anak sampai perinciannya.
2.      Hubungan antara satu gambar dengan gambar yang selanjutnya kelihatan jelas.
3.      Tiap gambar dapat menyebabkan rasa ingin tahu anak untuk mengenali kelanjutannya, hal ini dapat dilihat pada gambar selanjutnya.
4.      Setiap gambar menandakan suatu adegan yang terperinci.
5.      Gambar hendaknya jangan terlampau banyak “dekorasi” (gambar pemanis) sehingga mampu mengaburkan arti dan isi gambar- gambar itu.
6.      Gambar- gambar itu semestinya diberi warna yang hidup dan menarik serta sesuai dengan aslinya.
Gambar seri yang dipergunakan hendaknya menarik dan merangsang anak untuk bercakap- cakap. Hubungan antara gambar satu dengan lainnya jelas sehingga dapat melihat relasi dan menarik kesimpulan. Ukuran gambar bila mampu digunakan oleh semua anak perkelompok atau individu dapat dibuat dalam ukuran kecil.
Seperti pada acara bercakap- mahir bebas maupun bercakap- piawai menurut pokok bahasan, bercakap- mahir berdasarkan menurut gambar seri ini pun mempunyai langkah- langkah pelaksanaan sebagai berikut (Depdikbud, 1998:49):
1.      Anda merencanakan alat peraga yang digunakan.
2.      Anda mengendalikan dan mengkondisikan kawasan duduk anak yang tenteram.
3.      Anak mengamati 4 gambar yang diperlihatkan oleh anda di papan tulis.
4.      Anak menyimak penjelasan tentang judul gambar seri.
5.      Anda melepas gambar yang terdapat  di papan tulis.
6.      Anak dan guru membahas gambar satu demi satu dan mencari kekerabatan antara gambar- gambar.
7.      Anak menyimpulkan isi dongeng.
8.      Anda member tugas pada anak untuk mengurutkan 4 gambar seri tersebut secara bergantian.
Contoh acara bercakap- mahir dengan gambar seri :
1.      Kemampuan yang diperlukan dicapai:
Bahasa 14 kelompok B
2.      Alat peraga
a)      Gambar seri
b)      Papan tulis
3.      Materi pembahasan :
Materi pembahasan mampu diadaptasi dengan tema atau subtema, contohnya tema binatang dengan judul “Telur Ayam Si Burik Menetas”.
Gambar 1        : Si Burik Ayam Ku sedang bertelur di kandangnya.
Gambar II       : Si Burik mengerami telurnya di sangkar.
Gambar 111    :Telur yang dierami Si Burik menetas, keluar dari       cangkangnya.
Gambar IV      : Si Burik menolong anaknya mencari makan.
4.      Pelaksanaan :
Anda mampu melakukan teladan bahan pembahasan bercakap- mahir dengan gambar seri dengan ketentuan dan langkah- langkah yang telah ditetapkan di atas.
5.      Evaluasi :
Berikut yakni acuan- contoh pertanyaan dari kegiatan evaluasi.
a.       Sebutkan judul percakapan gambar seri ?
b.      Siapakah nama induk ayam dalam percakapan gambar seri tersebut?
c.       Bagaimana proses menetasnya anak ayam ?
d.      Ada berapa anak ayam si Burik ?
2. METODE TANYA JAWAB
·         pendahuluan
           Dalam acara pembelajaran untuk pengembangan bahasa di Taman Kanak-kanak, tata cara bercakap- mahir bekerjsama juga mampu dikatakan metode Tanya jawab, karena di dalam acara bercakap- mahir tersebut terdapat acara Tanya jawab, ada individu yang mengajukan pertanyaan dan ada individu yang menjawab. Namun, pada buku didaktik Metodik Taman Kanak- Kanak (Depdikbud Jakartan 1998) kedua metode itu dipisahkan berkaitan dengan tata cara pembelajaran pada seluruh Bidang Pengembangan di Taman Kanak-kanak.
           Menurut Bruner bahasa memegang tugas yang sungguh penting bagi pertumbuhan kognitif anak.(Galloway, 1976:36) dan setiap pertumbuhan  menurut kegiatan anak. Kegiatan Tanya jawab merupakan salah satu acara untuk meningkatkan perkembangan kognitif dan bahsa anak.
           Dalam mengerti tata cara Tanya jawab mari kita amati dengan teliti fungsi bahasa berdasarkan Haliday (1979:254) adalah bahasa berfungsi :
·         Sebagai alat yang dapat memuaskan kebutuhan anak untuk menyatakan keinginannya. Fungsi bahasa dinyatakan dengan ‘SAYA INGIN …..”
·         Mengatur melalui bahasa, anak dapat menertibkan tingkah laris orang lain. Fungsi bahasa dinyatakan dengan “lakukan itu …….”
·         Sebagai korelasi langsung bahasa dapat dipergunakan untuk mengadakan korelasi dengan orang lain dalam lingkungan sosial.
·         Bagi diri sendiri. Anak menyatakan pandangannya, perasaannya, dan sikapnya yang unik melalui bahasa dan lewat bahasa anak membangun jati dirinya.
·         Heuristik. Sesudah anak mampu membedakan dirinya dengan lingkungan, anak menggunakan bahasa yang dikuasainya untuk memiliki dan mengerti lingkungan jadi bahasa mempunyai fungsi mempertanyakan “katakana padaku mengapa begitu.”
·         Imajinatif. Dengan bahasa anak dapat menghindari diri dari realita dan memasuki alam semesta yang dibangunnya sendiri.
·         Membiarkan diri untuk berpura- pura atau berfungsi puitis.
·         Informatif. Anak mampu mengkomunikasikan berita gres terhadap orang lain dengan memakai bahasa. Fungsi bahasa yang dinyatakan dalam bentuk “saya punya sesuatu yang diceritakan”.
·         Pengertian Metode Tanya Jawab
·      Menurut buku Didaktik Metodik Umum di Taman Kanak-kanak, (Depdikbud, 1998:26 ) metode Tanya jawab yakni sebuah sistem dalam pengembangan bahasa yang mampu memperlihatkan rangsangan agar anak aktif untuk berfikir, melalui pertanyaan- pertanyaan guru, anak akan berupaya untuk memahaminya dan memperoleh jawannya.
·      Menurut Soetomo (1993:150)sistem Tanya jawab yaitu sebuah metode dimana guru memperlihatkan pertanyaan terhadap anak dan anak menjawab. Atau sebaliknya, anak mengajukan pertanyaan kepada guru dan guru menjawab.
                    Dari kedua pemahaman tersebut mampu disimpulkan bahwa metode Tanya jawab untuk pengembangan bahasa di Taman Kanak- Kanak adalah sebuah sistem membuatkan bahasa yang mampu menunjukkan rangsangan agar anak aktif berfikir. Melalui pertanyaan- pertanyaan guru, anak akan berusaha untuk memahaminya dan menemukan jawabannya, atau menemukan pertanyaan untuk ditanyakan kegurunya.
·         Tujuan
            Dengan sistem Tanya jawab di Taman Kanak- Kanak bermaksud untuk :
·         Melatih keberanian anak untuk mengajukan pendapatnya.
·         Melatih keberanian anak untuk mengajukan pertanyaan kepada apa yang tidak dipahaminya.
·         Melatih anak dalam bertutur dengan intonasi yang bagus
·         Memengembangkan kosa kata dan pembendaharaan kata anak
·         Melatih anak untuk menghargai usulan orang lain.
·         Melatih anak untuk mau menyimak atau mernyimak pertanyaan maupun balasan orang lain.
·       Implementasi Metode Tanya Jawab pada Pengembangan Bahasa di Taman Kanak- Kanak Berdasarkan GBPKB 1994
            Berdasarkan buku Didaktik Metodik Umum Taman Kanak-kanak pelaksanaan sistem Tanya jawab digunakan kalau :
·      Guru ingin mengetahui wawasan yang telah dimiliki anak dengan kesanggupan gres yang akan dipelajari.
·      Guru ingin mengetahui pengalaman/kemampuan yang sudah dimiliki oleh anak.
              Guru menawarkan potensi kepada anak untuk bertanyamengenai hal- hal yang belum dimengerti. Guru hendaknya menghidupkan perhatian dan semangat belajar anak pada dikala situasi kelas tidak menggembirakan. Guru hendak mendorong keberanian anak untuk mengemukakan pendapatnya.
Masih menurut buku Didaktik Metodik Umum TK ada beberapa hal yang mesti mendapat perhatian dalam pelaksanaan acara Tanya jawab adalah selaku berikut (Depdikbud 1998 :27) :
·            Pertanyaan hendaknya ditujukan terhadap semua anak, sehingga setiap anak merasa mampu diberi kesempatan untuk menjawab pertanyaan.
·            Pertanyaan hendaknya tidak keluar dari ruang lingkup materi pengembangan yang telah diajarkan.
·            Pertanyaan hendaknya mencakup dan mewakili tujuan yang mau diraih.
·            Guru hendaknya membimbing dan mengarahkan observasi atau anutan anak terhadap bahan pengembangan yang sedang dipelajari.
·            Pertanyaan hendaknya diajukan dikala suasana kelas dalam kondisi tenang dan anak- anak sudah mempersiapkan kesiapan mental.
·            Setiap balasan anak hendaknya dihargai. Jika balasan anak salah, guru hendaknya memperbaiki dengan bijaksana.
·            Guru hendaknya berupaya mkembangkitkan keberanian anak untuk bertanya.
·            Guru hendaknya menunjukkan contoh bagaimana cara mengajukan pertanyaan yang baik.
·            Sebelum guru menjawab pertanyaan anak, lebih baik balasan itu disediakan kepada semua anak. Jika kemudian ternyata semua anak tidak mampu menjawab maka gurulah yang menjawab.
·            Kalimat pertanyaan yang diberikan hendaknya menggunakan bahasa sederhna, singkat, dan terang.
·         Bentuk- bentuk Kegiatan Metode Tanya jawab
              Seperti dikemukakan diatas bahwa pada pengembangan bahasa, sistem bercakap- mahir dan Tanya jawab tidak mampu dipisahkan, alasannya adalah pada acara metode Tanya jawabterjadi percakapan. Untuk mampu mengevaluasi tahap perkembangan bahasa anak ada baiknya kita membagi dua bagian bentuk tata cara Tanya jawab dalam pengembangan bahasa di TK yakni :
·         Tanya jawab secara impulsif
Kegiatan Tanya jawab mampu dijalankan spontan oleh guru kepada anak didik. Antar anak bimbing, atau antar sekelompok anak ajar yang dapat dijalankan di dalam kelas atau di luar kelas dengan tidak dibatasi topik/pokok bahasan.
Kegiatan Tanya jawab secara spontan ini pun perlu di penilaian untuk mengetahui perkembangan bahasa anak.
Contoh 1 : Tanya jawab guru dan anak didik
Guru           : Selamat pagi Ira ?
Anak           : Selamat pagi, bu guru !
Guru           : Apa kabar Ira ?
Anak           : Baik!
Setelah itu tidak ada Tanya jawab antara satu dan yang yang lain
Contoh 2 : Tanya jawab sekelompok anak.
Farhan         : Dimas, kamui lihat pensilku tidak ?
Dimas         : Tidak
Farhan         : Siapa yang lihat pensilku ya ?
Reza            : Aku tadi lihat
Farhan         : Dimana ?
Reza            : Di bawah meja sana
Farhan         : Oh, iya, terimakasih.
·      Tanya jawab menurut pokok bahasan
      Kegiatan Tanya jawab ini biasanya sudah diprogramkan guru, dalam pengembangan pembelajarannya dan berbagi semua faktor pengembangan anak di Taman Kanak-kanak, berupa pengembangan matematika, sosial, emosi, agama, seni, sains. Pada acara tanya jawab ini pun anak mampu mengekspresikan dirinya melalui mimic maupun panto mimiknya.
      Misalnya guru akan membuktikan tentang buah jeruk, dengan media orisinil yang telah disiapkan. Dalam pembelajaran ini terjadi proses tanya jawab yang tidak cuma mengembangkan kemampuan berbahasa saja, tetapi seluruh faktor pengembangan anak lainnya seperti tersebut di atas.
B. METODE BERMAIN PERAN DAN SOSIODRAMA
1. METODE BERMAIN PERAN
a.       Pengertian
Metode bermain ini dikatagorikan selaku   tata cara mengajar yang berumpun  kepada sistem perilaku yang diterapkan dalam pengajaran. Karakteristiknya ialah adanya kecenderungan memecahkan peran belajardalam sejumlah sikap yang berurutan, nyata dan dapat diperhatikan.
Adapun peran dapat diartikan sebagai sebuah rangkaian perasaan, ucapan dan langkah-langkah individu yang ditunjukan kepada orang lain. Peran seseorang dalam kehidupan dipengaruhi oleh pandangan dan evaluasi oleh dirinya dan orang lain.
Dengan demikian sistem bermain peran, artinya mendramatisikan cara tingkah laku didalam relasi sosial. Dan menekankan kenyataan anak diurut sertakan dalam memainkan peranan didalam mendramatisasikan persoalan-dilema relasi sosial.
b.      Tujuan Metode Bermain Peran
           Bermain tugas dalam proses pembelajaran ditunjukkan selaku usaha memecahkan duduk perkara (diri,sosial) melalui serangkaian tindakan pemeranan.
      Adapun pelaksanaan bermain peran dalam pengembangan bahasa di Taman Kanak-kanak (DEPDIKBUD, 1998;37) bermaksud ;
a.             Melatih anak mengatakan
b.            Melatih anak berbicara tanpa kendala
c.             Melatih daya konsentrasi
d.            Melatih membuat kesimpulan
e.             Membantu pengembangan intelegensi
f.             Membantu pertumbuhan fantasi
g.            Menciptakan suasana yang menggembirakan
c.     Jenis Kegiatan Bermain Peran
  Jenis kegiatan Bermain Peran di TK adalah bermain yaitu bermain peran selaku seorang pemberi jasa, mirip dokter, tukang pos, tukang sayur dan sebagainya.
Kegiatan bermain tugas diTK disamping fantasi dan emosi yang menyertai permainan itu, anak belajar berbicara sesuai dengan peran yang dimainkan, belajar menyimak dengan baik dan menyaksikan hubungan antara aneka macam tugas yang dimainkan bareng .
d.      Langkah-langkah Pelaksanaan Metode Bermain Peran
Langkah –langkah bermain tugas diTK adalah selaku berikut:
·         Anda sudah mempersiapkan naskah,alat, media dan kostum yang akan dipakai dalam acara bermain peran.
·         Anda membuktikan teknik bermain peran dengan cara yang sederhana.
·         Anda member keleluasaan bagi anak untuk memilih peran yang disukainya.
·         Jika bermain tugas untuk pertama kalinya dijalankan.
·         Anda menetapkan peran pendengar (anak latih yang tidak turut melakukan peran tersebut)
·         Anda memutuskan dengan terperinci persoalan dan peranan yang mereka harus mainkan.
·         Anda menyarankan kalimat pertama yang cukup baik diucapkan oleh pemain untuk memulai.
·         Anda menghentikan bermain peran pada detik-detik suasana sedang memuncak dan kemudian membuka diskusi biasa .
·         Sebagai hasil diskusi adakala mampu diminta terhadap anak untuk menyelamatkan dilema itu dengan cara lain.
e.       Peran Guru
Guru bertanggung jawab atas pada tahap-tahap permulaan untuk mengawali tindakan bermain tugas, dan secepatnya keterlibatan guru dikurangi setelah memasuki tahap pemeranan dan diskusi. Disinilah tugas aktif anak sangat di tuntut.
Kunci keberhasilan bermain tugas dalam pengembangan bahasa anak di Taman Kanak-kanak ialah bagaimana anak didik mampu mengekspresikan, berdialog  dan berdiskusi  diakhir kegiatan bermain tugas terhadap tugas yang telah dimainkan.
Kegiatan pembelajaran bahasa dengan menggunakan sistem bermain peran dapat mengangkat topic dari tema-tema dan subtema yang terdapat pada GBPKB.
2. METODE SOSIODRAMA
a.       Pengertian
Metode sosiodrama di Taman Kanak-kanak yakni suatu cara memainkan perandalam suatu dongeng tertentu yang menuntun integrasi diantara pemerannya.Dalam kegiatan sosiodrama tersebut, anak mendapat tutorial dari guru dalam mengembangkan kesanggupan berekspresi sehingga anak mampu memotivasi anak untuk menemukan informasi dari lingkungannya berdasarkan pengalaman anak dalam menjajahi dan meneliti lingkingannya, sehingga memperkuat anak dalam memerankan tokoh yang diperankan
Dalam aktivitas sosiodrama terjadi aktivitas berbahasa melalui dialog atau percakapan serta pertunjukkan lisan aksara peran atau tokoh yang dimainkan oleh pemain. Karena pada ketika berdialog terjadi komunikasi timbal-balik maka mampu ditarik kesimpulan bahwa tata cara sosiodrama mampu bermanfaat untuk berbagi kesanggupan berbahasa anak, baik secara reseptif maupun secara ekspresif.
b.      Tujuan Metode Sosiodrma
Joeslina Aziz (Depdikbud,1996:6) dalam makalahnya menyatakan tujuan Metode Sosiodrama di Taman Kanak-kanak adalah untuk memecahkan suatu dilema dan biar menemukan peluang untuk mencicipi perasaan orang lain.
Dengan tujuan tersebut dalam, mengembangkan kreativitas anak, tata cara sosiodrama mampu mendorong anak mencari dan mendapatkan jawabannya, membuat pertanyaan yang menolong memecahkan memikirkan kembali, membangun kembali, dan menemukan kekerabatan-relasi gres dalam bersosialisasi di masyarakat. 
Sedangkan  kemampuan berbahasa yang mampu dikehendaki lewat metode sosiadrama adalah kemampuan mendengar, membaca, dan menulis, serta kemampuan untuk berekspresi.
c.       Manfaat Metode Sosiodrama
Metode  sosiadrama berfaedah dalam prkembangan anak alasannya mampu:
·         Menyalurkan verbal belum dewasa ke dalam kegiatan yang menyenangkan.
·         Mendorong kegiatan ,inisiatif dan inovatif sehingga mereka berpatisipasi dalam pelajaran;
·         Memahami isi dongeng karena ikut memainkan;
·         Membantu menetralisir rasa malu, rendah diri, kesenggangan dan kemurungan pada anak
d.      Teknik Pelaksanaan
Cara melaksanakan metode Sosiodrama memakai teknik dramatisasi. Teknik dramitasasi ialah suatu acara dimana anak-anak memainkan peranan orang-orang yang ada di lingkungannya, atau tokoh-tokoh dari sebuah kisah maupu cerita. Adapun bentuk-bentuk pelaksanaan dramatisasi menurut “Buku Didaktik Metodik” Taman Kanak-kanak (1999:33) terbagi 2bagian :
a.       Dramatisasi bebas yaitu dramatisasi yang dijalankan anak atas keinginan sendiri dan denga caranya sendiri.
b.      Dramatisasi terpimpin yaitu dramatisasi yang dilaksanakan oleh anak-anak dengan panduan guru.
e. Langkah –langkah  Pelaksanaan Sosiodrama Dengan Teknik Dramatisasi
Dalam pembelajaran bahasa di TK, langkah-langkah teknik dramatisasi tersebut ialah selaku berikut :
Langkah-langkah pelaksanaan dramatisasi bebas
1.         Anda menyiapkan suasana dan media yang dibutuhkan
2.         Anda menunjukkan penjelasan terhadap anak tentang apa yang diperlukan dari kegiatan sosiadrama yang hendak dimainkan mereka.
3.         Anak diberi peluang untuk melakukan dramatisai sesuai dengan keinginannya.
·         Langkah-langkah pelaksanaan dramatisasi terpimpin
1.      Anda atau guru merencanakan alat peraga yang hendak digunakan
2.      Guru menyatakan atau memberi rekomendasi terhadap anak –anak dongeng apa yang akan didramatisasikan
3.      Guru menawarkan peran-tugas diantara belum dewasa menurut opsi mereka sendiri.
e.       Peran Guru
Peran guru sebgai fasilitator pada pelaksanaan dramatisasi ialah :
a.       Membantu memilih persoalan ataupun topiknyang akan didramatisasikan.
b.      Menentukan dan menggambarkan suasana yang hendak didramatisasikan.
c.       Menentukan dan mengganmbarkan tugas-tugas untuk dimainkan.
d.      Menetukan sukarelawan untuk memainkan peran.
f.          Implementaikan Metode Sosiodrama dengan teknik Dramatisasi berdasarkn GBPKB 1994
No.
Kode
Kemampuan yang diharapkan diraih
Kelompok
Keterangan
A
B
3 A-B
Menggunakan dan mampu menjawab pertanan apa, mengapa, dimana, bagaimana, dan berapa secara sederhana
Ú
Ú
4 A-B
Bicara lancar dengan kalimat sederhana
Ú
Ú
8 A-B
Merujuk, menyebut, dan memperagakan gerakan-gerakan yang sederhana
Ú
Ú
18 A
Menggunakan kata ganti saya
Ú
Ú
22 B
Mengekspresikan diri lewat dramatisasi
Ú
BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Untuk menstimulasi pertumbuhan bahasa anak usia dini kita mampu melaksanakan banyak sekali macam tata cara diantaranya melalui sistem bercakap-mahir, sistem Tanya jawab, sistem bermain peran dan sosiodrama. Dalam melakukan metode-tata cara tersebut pada anak, seharusnya guru harus merencanakan secara masak-masak materi apa yang akan kita masukkan kedalam acara tersebut.
B.     Saran
Persiapkanlah bahan yang mau disampaikan sesuai dengan tema dan ikutilah petunjuk atau mekanisme untuk melaksanakan sistem-tata cara untuk pengembangan bahasa anak usia dini dan jangan lupa untuk memperhatikan perkembangan individual anak.