Masyarakat Desa – Ciri dan Karakteristiknya

Posted on
pengertian masyarakat pedesaan
Sumber gambar: Pixabay

Masyarakat pedesaan seringkali dianggap sebagai masyarakat petani atau masyarakat yang mata pencahariannya kebanyakan bertani, tapi benarkah demikian? Mari kita bedah.

‘Masyarakat pedesaan’ Terdiri dari dua gabungan kata yaitu masyarakat dan pedesaan.

Masyarakat adalah segolongan orang yang hidup bersama di tempat atau wilayah yang memiliki ikatan aturan tertentu atau sekumpulan orang-orang yang memiliki kesamaan tertentu.

Sedangkan pedesaan dipersepsikan sebagai wilayah pemukiman yang dihuni oleh orang-orang yang berprofesi sebagai petani atau peternak.

Berarti, masyarakat pedesaan adalah masyarakat petani?

Sayangnya tidak sesederhana itu, desa atau pedesaan dalam konteks Indonesia memiliki pengertian yang kompleks.

Misalnya, dalam pembagian administratif, istilah desa adalah bagian wilayah di bawah kecamatan, kabupaten, dan provinsi.

Contoh kasus, wilayah desa Kertamulya kecamatan Padalarang kabupaten Bandung Barat penduduknya kebanyakan bukan petani, mereka bekerja sebagai karyawan dan wiraswasta, padahal secara administratif disebut wilayah desa.

Jika dipikir-pikir, kalau memang pedesaan diidentikan dengan pertanian, lalu mengapa banyak wilayah yang secara administratif disebut desa, tapi mata pencaharian penduduknya bukan bertani?

Agar dapat menjawab pertanyaan tersebut, mari kita fahami dulu pengertian masyarakat pedesaan menurut para ahli di bawah ini: 

A. Pengertian Masyarakat Pedesaan Menurut Para Ahli

1. Undang-undang Desa 2014

Masyarakat desa adalah komunitas yang memiliki batas wilayah tertentu serta berwenang untuk mengatur serta mengurus hal-ihwal pemerintahan.

Yang berhak untuk diatur adalah kepentingan warga yang berdasarkan partisipasi masyarakat, hak asal-usul, ataupun hak tradisional yang sama-sama dihormati dalam sistem Negara Kesatuan Republik Indonesia.

2. Paul H. Landis

Masyarakat pedesaan adalah yang memiliki penduduk kurang dari 2.500 jiwa. Dengan ciri-ciri sebagai berikut:

  • Antar penduduk hidup saling kenal mengenal.
  • Mempunyai perasaan kesukaan yang sama tentang suatu kebiasaan.
  • Perekonomian didominasi oleh pertanian karena dekat dengan alam. Sedangkan pekerjaan yang bukan pertanian sifatnya sambilan.

3. Sutardjo Kartodikusuma

Adalah suatu komunitas yang punya kesatuan hukum, memiliki wilayah tempat tinggal dan pemerintahan yang mandiri.

4. Bintaro

Merupakan pengejawantahan sebuah kesatuan geografi, ekonomi, politik, dan kultur yang ada di suatu daerah, yang membutuhkan pengaruh timbal balik dengan daerah lain.

5. Ensiklopedia

Masyarakat dengan jumlah penduduk yang cukup rendah. Untuk kegiatan ekonomi, biasanya mereka memproduksi  bahan bahan baku mentah seperti sayur, daging, benang wol, dan lain-lain.

B. Ciri dan Karakteristik Masyarakat Desa/Pedesaan

1. Ciri-ciri Masyarakat Pedesaan

Masyarakat desa adalah komunitas yang belum kompleks. Berarti, kelompok yang belum mengimplementasikan pembagian kerja secara terstruktur dan aspek-aspeknya masih dapat dipelajari sebagai satu kesatuan.

Baca Juga: Pengertian Masyarakat Perkotaan

Wilayah pedesaan juga memiliki ciri – ciri spesifik sebagai berikut:

  • Kehidupan keagamaan cukup kental, sehingga jika ada acara keagamaan biasanya para warga ikut serta.
  • Orang desa pada umumnya saling ketergantungan. Apa yang dianggap baik oleh komunitas maka baik pula bagi individu.
  • Pembagian kerja di antara warga lebih fleksibel dan tidak memiliki batasan yang nyata.
  • Peluang mendapat pekerjaan lebih kecil dibanding daripada warga kota.
  • Interaksi atau pola komunikasi lebih banyak sekadar basa-basi/nonformal.
  • Pembagian waktu yang sangat fleksibel, tergantung kebutuhan, kecuali saat masa-masa tertentu (panen misalnya).
  • Perubahan sosial tidak begitu cepat, berbeda dengan di kota-kota, sebab kota sangat terbuka dalam menerima pengaruh.

2. Karakteristik Masyarakat Pedesaan

Talcot Parsons menyamakan masyarakat desa sebagai masyarakat Gemeinschaft, yaitu masyarakat yang mempunyai karakteristik:

a. Afektifitas

Setiap individu memiliki perasaan saling sayang dan peduli satu sama lain. Hal ini kemudian berdampak terhadap sikap dan budaya saling tolong menolong, bersimpati pada musibah yang diderita tetangga, dan menolong tanpa pamrih.

b. Orientasi kolektif

Mendahulukan kebersamaan, mereka kurang suka menonjolkan diri, banyak yang tidak suka konflik (perbedaan pendapat), semua orang memperlihatkan keseragaman dalam persamaan.

c. Partikularisme

Lebih menunjukan sifat sangat subyektif, kebersamaan yang mementingkan kelompok mereka sendiri jika ada serangan dari luar. (lawannya Universalisme)

d. Askripsi

Adat atau budaya yang sudah menjadi kebiasaan secara turun temurun terus dijaga. (lawannya prestasi)

e. Kekabaran

Untuk menjaga harmoni, kebanyakan masyarakat desa menggunakan komunikasi bahasa tidak langsung. Baik ketika menunjukkan sesuatu, mengingatkan dan menegur.

C. Perbedaan Masyarakat Desa dan Kota

Sorokin dan Zimmermann menegaskan perbedaan yang mencolok masyarakat pedesaan dan perkotaan yaitu dari cara menjalani hidupnya.

Menurutnya, kebanyakan masyarakat yang tinggal di pedesaan bekerja berkaitan dengan alam. Misalkan, bertani dan beternak.

Sedangkan, masyarakat perkotaan bekerja berkaitan dengan dunia industri dan perdagangan, sehingga banyak pembagian tugas tiap individunya.

D. Pergeseran dari Pedesaan (rural) ke Transisi (sub-urban)

Sebutan desa di Indonesia terkadang sangat berbeda dan bertolak belakang teori-teori pedesaan yang dikemukakan di atas.

Saya ambil contoh lain, desa-desa di kab Bekasi profesi pekerjaan warganya begitu beragam, tidak didominasi petani. Sekarang agaknya tidak tepat jika kita sebut desa-desa di Bekasi sebagai daerah rural.

Dalam sosilogi, daerah ini disebut sub-urban. Yaitu, daerah pedesaan yang dihuni warga perkotaan dengan tujuan bisa tetap bekerja di Kota besar.

Penutup

Memahami tentang teori masyarakat pedesaan, anda akan menemukan berbagai kontradiksi antara satu konsep dan fakta sosial yang terjadi di lapangan.

Ini karena, sosiologi dan masyarakat itu sangat dinamis, kita mesti jeli dan tidak langsung menerima begitu saja semua teori dan informasi yang tertulis dalam buku dan internet.

Saran saya, tetap kritis. Salam