5 Pengertian Masalah Sosial Menurut Para Ahli

Posted on
Ilustrasi tentang masalah sosial khususnya kemiskinan

Masalah SosialPengertian masalah sosial. Mari kita bedah dengan terlebih dahulu memahami makna kata “masalah”. Masalah adalah perbedaan antara yang dicita-citakan, yang seharusnya, yang diharapkan dengan kenyataan yang terjadi. Dengan kata lain masalah merupakan perbedaan antara yang ideal dengan yang real.

Mari kita coba terapkan pengertian diatas dengan konteks masalah sosial, contoh: kita ingin masyarakat sejahtera namun ternyata masyarakat banyak yang miskin. Kita berharap masyarakat cinta damai namun yang terjadi ternyata banyak kerusuhan dan konflik. Kita menginginkan masyarakat adil ternyata kenyataannya banyak yang dzalim.

Pengertian Masalah Sosial Menurut Para Ahli

1. Soetarso

Soetarso menjelaskan masalah sosial perspektif pekerjaan sosial yaitu kondisi sosial yang dinilai sebagai kondisi yang tidak enak. Masalah atau tidaknya suatu kondisi sosial bergantung orang atau pihak yang memberikan penilaian. Suatu masalah sosial akan sulit penaggulangannya jika banyak orang menganggap atau menilainya tidak sebagai suatu masalah. Contohnya pelacuran.

2. Kartini Kartono

  • Semua bentuk tingkah laku yang melanggar atau memperkosa adat-istiadat masyarakat, sementara adat-istiadat tersebut diperlukan untuk menjamin kesejahteraan hidup bersama.
  • Situasi sosial yang dianggap oleh sebagian besar warga masyarakat sebagai menggangu, tidak dikehendaki, berbahaya dan merugikan banyak orang.

3. Parillo

Soetomo mengutip Parillo menyatakan untuk dapat memahami pengertian masalah sosial perlu memperhatikan empat komponen, yaitu:

  • Masalah itu bertahan untuk suatu periode tertentu.
  • Dirasakan dapat menyebabkan kerugian fisik atau mental, baik individu maupun masyarakat.
  • Merupakan pelanggaran terhadap nilai-nilai atau standar sosial dari satu sendi kehidupan bermasyarakat.
  • Menimbulkan kebutuhan akan pemecahan.

4. Robert K Merton

Robert K Merton mendefinisikan masalah sosial dengan menyebut ciri-ciri pokok masalah sosial. Menurutnya masalah sosial itu karena adanya jurang perbedaan yang cukup signifikan antara standar-standar sosial dengan kenyataan sosial.

Oleh karena itu, masalah sosial selalu mengacu kepada suatu jurang antara harapan-harapan yang ada, baik pada seorang individu maupun suatu kelompok, dengan kenyataan-kenyataan mengenai kebutuhan-kebutuhan apa yang dapat dipenuhi, nilai-nilai, dan tujuan-tujuan apa yang bisa tercapai, bagaimana seseorang seharusnya bertindak, dan apa yang dapat diperoleh orang di dalam suatu masyarakat.

5. Horton Leslie

Suharto mengutip Horton, masalah sosial adalah suatu kondisi serta keadaan yang dirasakan oleh seorang atau banyak orang yang tidak menyenangkan serta menuntut untuk dipecahkan dengan aksi sosial kolektif.

Klasifikasi Masalah Sosial

Soedijito S membagi menjadi dua klasifikasi masalah sosial:

  • Klasifikasi masalah sosial pertama disebut dengan reaksi berantai. masalah sosial ini umumnya hasil akibat dari masalah sosial sebelumnya, berinteraksi dengan faktor-faktor sebelumnya, lalu berkembang menjadi deret ukur. Contohnya, kemiskinan, penggunaan ganja dan morfin. Perkelahian dan kenalakan anak-anak juga merupakan contoh lain yang biasanya sering dilatarbelakangi sebelumnya oleh keadaan broken home. Masalah sosial ini sulit diatasi dan jika tidak dapat diatasi pada taraf dini, akan menjadi masalah sosial akut dan berdampak luas.
  • Klasifikasi masalah sosial kedua yaitu dengan reaksi jangka pendek. Biasanya jika masalah sosial yang pokok sudah teratasi, akibatnya tidak akan merembet kepada masalah lainnya. Misalnya ada kegagalan panen atau karena gunung berapi yang meletus atau bencana banjir. Kegagalan panen bisa diatasi dengan diberikan bahan makanan. Akan tetapi, jika bantuan tidak mencukupi atau terlambat, akan menimbulkan masalah baru. Oleh karena itu jika masalah pokok teratasi, maka tidak akan menimbulkan masalah baru.

Faktor Penyebab Masalah Sosial

Faktor penyebab masalah sosial itu berbeda antar satu wilayah dengan wilayah lainnya, oleh karena itu kita fokus saja pada faktor penyebab masalah sosial di Indonesia.

Soetarso menyimpulkan Faktor penyebab masalah sosial Indonesia sebagai berikut:

  • Jumlah penduduknya terlalu besar
  • Jumlah penduduk miskinnya terlalu banyak
  • Tingkat pendidikan yang terlalu rendah
  • Rendahnya mutu kesehatan, banyaknya gizi buruk yang dialami baduta dan balita
  • Kesenjangan yang terlalu lebar antara; pemerintah dan masyarakat, pembangunan ekonomi dan pembangunan sosial, pembangunan desa dan pembangunan kota, penduduk kaya dan penduduk miskin, retorika dan fakta.
  • Pembangunan yang sangat sentralistis saat orde baru
  • Fundamen ekonomi dan moneter yang sangat lemah
  • Kerusakan lingkungan yang parah, semakin habinya hutan dan tambang
  • Kerawanan bencana, baik karena peristiwa alam, perilaku manusia dan kombinasi keduanya.
  • Kerusakan moral bangsa selama rezim orde baru
  • Ketiadaan supremasi hukum
  • Lemahnya penegakan HAM
  • Sangat marak korupsi, kolusi dan nepotisme
  • rendahnya kemampuan bangsa secara keseluruhan, termasuk ketidakmampuan menyediakan infrastruktur pembangunan (jalan, listrik, telepon dan air)