close

Lutung Kasarung Cerita Rakyat Jawa Barat

 Lutung Kasarung Dongeng Dari Tatar Sunda Lutung Kasarung Cerita Rakyat Jawa Barat
Adegan Nurhasanah yang berperan 
sebagai Purbasari dalam film Lutung Kasarung tahun 1926

Lutung Kasarung Cerita Rakyat Jawa Barat
Pada jaman dahulu masa di tatar pasundan ada sebuah kerajaan yang pimpin oleh seorang raja yang bijaksana, ia dikenal selaku Prabu Tapak Agung.

Prabu Tapa Agung memiliki dua orang putri elok yaitu Purbararang dan adiknya Purbasari.

Pada dikala mendekati simpulan hayatnya Prabu Tapak Agung menunjuk Purbasari, putri bungsunya selaku pengganti. “Aku telah terlalu renta, saatnya aku turun tahta,” kata Prabu Tapa.

Purbasari memiliki kakak yang berjulukan Purbararang. Ia tidak setuju adiknya diangkat menggantikan Ayah mereka. “Aku putri Sulung, seharusnya ayahanda menentukan aku sebagai penggantinya,” gerutu Purbararang pada tunangannya yang berjulukan Indrajaya. Kegeramannya yang telah memuncak membuatnya memiliki niat mencelakakan adiknya. Ia menemui seorang nenek sihir untuk memanterai Purbasari. Nenek sihir itu memanterai Purbasari sehingga dikala itu juga datang-datang kulit Purbasari menjadi bertotol-totol hitam. Purbararang jadi punya argumentasi untuk mengusir adiknya tersebut. “Orang yang dikutuk mirip beliau tidak layak menjadi seorang Ratu !” ujar Purbararang.

Kemudian ia memerintahkan seorang Patih untuk mengasingkan Purbasari ke hutan. Sesampai di hutan patih tersebut masih berbaik hati dengan mengembangkan sebuah pondok untuk Purbasari. Ia pun menasehati Purbasari, “Tabahlah Tuan Putri. Cobaan ini pasti akan berakhir, Yang Maha Kuasa niscaya akan senantiasa bersama Putri”. “Terima kasih paman”, ujar Purbasari.

Selama di hutan beliau mempunyai banyak teman adalah hewan-hewan yang selalu baik kepadanya. Diantara hewan tersebut ada seekor monyet berbulu hitam yang misterius. Tetapi kera tersebut yang paling perhatian terhadap Purbasari. Lutung kasarung senantiasa mengasyikkan Purbasari dengan mengambilkan bunga –bunga yang indah serta buah-buahan bersama sobat-temannya.

Pada saat malam bulan purnama, Lutung Kasarung bersikap gila. Ia berlangsung ke daerah yang sepi lalu bersemedi. Ia sedang memohon sesuatu kepada Dewata. Ini menandakan bahwa Lutung Kasarung bukan makhluk biasa. Tidak lama kemudian, tanah di dekat Lutung merekah dan terciptalah sebuah telaga kecil, airnya jernih sekali. Airnya mengandung obat yang sangat harum.

Keesokan harinya Lutung Kasarung menemui Purbasari dan memintanya untuk mandi di telaga tersebut. “Apa manfaatnya bagiku ?”, pikir Purbasari. Tapi dia mau menurutinya. Tak lama sesudah dia menceburkan dirinya. Sesuatu terjadi pada kulitnya. Kulitnya menjadi higienis mirip semula dan dia menjadi manis kembali. Purbasari sangat kagetdan besar hati dikala ia bercermin ditelaga tersebut.

Di istana, Purbararang menetapkan untuk menyaksikan adiknya di hutan. Ia pergi bersama tunangannya dan para pengawal. Ketika sampai di hutan, beliau kesudahannya berjumpa dengan adiknya dan saling berpandangan. Purbararang tak yakin melihat adiknya kembali mirip semula. Purbararang tak maukehilangan paras , dia mengajak Purbasari adu panjang rambut. “Siapa yang paling panjang rambutnya dialah yang menang !”, kata Purbararang. Awalnya Purbasari tidak mau, tetapi sebab terus didesak dia meladeni kakaknya. Ternyata rambut Purbasari lebih panjang.

“Baiklah aku kalah, tetapi kini ayo kita tabrak ganteng tunangan kita, Ini tunanganku”, kata Purbararang sambil mendekat kepada Indrajaya. Purbasari mulai gusar dan kebingungan. Akhirnya beliau melirik serta menarik tangan Lutung Kasarung. Lutung Kasarung melambung-lonjak seolah-olah menenangkan Purbasari. Purbararang tertawa terbahak-bahak, “Kaprikornus simpanse itu tunanganmu ?”.

Pada ketika itu juga Lutung Kasarung segera bersemedi. Tiba-tiba terjadi suatu keajaiban. Lutung Kasarung berkembang menjadi seorang Pemuda gagah berwajah sangat tampan, lebih dari Indrajaya. Semua terkejut menyaksikan peristiwa itu seraya bersorak bangga. Purbararang jadinya mengakui kekalahannya dan kesalahannya selama ini. Ia memohon maaf kepada adiknya dan memohon untuk tidak dieksekusi. Purbasari yang bagus hati memaafkan mereka. Setelah peristiwa itu risikonya mereka semua kembali ke Istana.

Purbasari menjadi seorang ratu, didampingi oleh seorang perjaka idamannya. Pemuda yang ternyata selama ini senantiasa mendampinginya dihutan dalam wujud seekor lutung.