close

Faktor Yang Memperngaruhi Ajakan (Demand)

Faktor yang Memperngaruhi Permintaan (Demand) – Menurut Danniel (2004), usul dipengaruhi oleh beberapa aspek, yang antara lain yakni harga barang yang bersangkutan, harga barang substitusi atau komplemennya, selera, jumlah penduduk, dan tingkat pendapatan.
 permintaan dipengaruhi oleh beberapa faktor Faktor yang Memperngaruhi Permintaan (Demand)
Faktor Yang Mempengaruhi Permintaan (Demand)
Hal-hal yang mensugesti tingkat permintaan (Demand) individu kepada barang danj asa antara lain selaku berikut :

1. Harga barang itu sendiri

Hubungan harga dengan usul ialah hubungan yang negatif. Harga barang akan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Artinya bila yang satu naik maka yang lainnya akan turun dan begitu pula sebaliknya bila harga turun maka jumlah usul barang akan meningkat.. Semua ini berlaku dengan catatan faktor lain yang mensugesti jumlah ajakan dianggap tetap.

2. Harga barang lain atau substitusi (pengganti)

Harga barang dan jasa pengganti (substitusi) ikut memengaruhi jumlah barang dan jasa yang diminta. Apabila harga dari barang substitusi lebih hemat biaya maka orang akan beralih pada barang substitusi tersebut. Akan namun jikalau harga barang substitusi naik maka orang akan tetap memakai barang yang semula.
Terjadinya pergantian harga pada suatu barang akan berpengaruh pada ajakan barang lain. Harga barang lain mampu meliputi harga barang substitusi, pemanis, dan independen. Salah satu acuan barang substitusi, bila harga kopi naik, umumnya undangan teh akan naik. Barang komplementer contohnya roti dengan keju. Apabila keduanya dipakai secara serempak sehingga dengan demikian jikalau salah satu dari harga barang tersebut naik, pada ummumnya akan mensugesti banyaknya konsumsi barang komplemennya. Barang independen adalah barang yang tidak dipengaruhi oleh harga barang lainnya.

3. Harga barang komplementer (pelengkap)

Barang suplemen juga mampu memengaruhi usul barang/jasa. Misalnya sepeda motor, barang komplementernya bensin. Apabila harga bensin naik, maka kecenderungan orang untuk berbelanja sepeda motor akan turun, begitu pula sebaliknya.

4. Jumlah Pendapatan

Semakin banyaknya jumlah penduduk makin besar pula barang yang dimakan dan makin naik usul. Penambahan jumlah masyarakatmengartikan adanya pergantian struktur umur. Dengan demikian, bertambahnya jumlah penduduk adalah tidak proporsional dengan pertambahan jumlah barang yang dimakan.
Perubahan tingkat pemasukan akan menghipnotis banyaknya barang yang dimakan. Secara teoretis, peningkatan pendapatan akan memajukan konsumsi. Bertambahnya pemasukan, maka barang yang dikonsumsi tidak hanya bertambah kuantitasnya, namun kualitasnya juga meningkat.
Besar kecilnya pendapatan yang diperoleh seseorang turut menentukan besarnya permintaan akan barang dan jasa. Apabila pendapatan yang diperoleh tinggi maka usul akan barang dan jasa juga semakin tinggi. Sebaliknya jika pendapatannya turun, maka kemampuan untuk berbelanja barang juga akan turun. Akibatnya jumlah barang akan kian turun. Misalnya pendapatan Ibu Tia dari hasil jualan ahad pertama Rp200.000,00 cuma dapat untuk berbelanja kopi 20 kg. Tetapi saat hasil jualan ahad kedua Rp400.000,00, Ibu Tia mampu berbelanja kopi sebanyak 40 kg.

5. Selera pelanggan

Selera ialah variabel yang menghipnotis besar kecilnya seruan. Selera dan pilihan pelanggan terhadap suatu barang bukan saja dipengaruhi oleh struktur biasa pelanggan, tetapi juga karena aspek adat dan kebiasaan lokal, tingkat pendidikan, atau yang lain.
Selera pelanggan kepada barang dan jasa mampu memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika selera konsumen kepada barang tertentu berkembangmaka undangan terhadap barang tersebut akan berkembangpula. Misalnya, kini ini banyak orang yang mencari hand phone yang dilengkapi kemudahan musik dan game, alasannya adalah selera pelanggan akan barang tersebut tinggi maka ajakan akan hand phone yang dilengkapi musik dan game akan meningkat.

6. Intensitas keperluan konsumen

Intensitas keperluan pelanggan besar lengan berkuasa terhadap jumlah barang yang diminta. Kebutuhan kepada sebuah barang atau jasa yang tidak mendesak, akan mengakibatkan ajakan masyarakat kepada barang atau jasa tersebut rendah. Sebaliknya jika kebutuhan kepada barang atau jasa sangat mendesak maka ajakan masyarakat kepada barang atau jasa tersebut menjadi meningkat, misalnya dengan meningkatnya curah hujan maka intensitas keperluan akan jas hujan semakin meningkat. Konsumen akan bersedia berbelanja jas hujan hingga Rp25.000,00 walaupun kenyataannya harga jas hujan Rp15.000,00.

7. Perkiraan harga pada periode depan

Apabila pelanggan memperkirakan bahwa harga akan naik maka pelanggan cenderung menambah jumlah barang yang dibeli sebab ada kegalauan harga akan kian mahal. Sebaliknya kalau konsumen memperkirakan bahwa harga akan turun, maka konsumen condong meminimalkan jumlah barang yang dibeli. Misalnya ada prasangka peningkatan harga bahan bakar minyak menyebabkan banyak pelanggan antri di SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum) untuk menerima bensin atau solar yang lebih banyak.

8. Jumlah penduduk

Pertambahan masyarakatakan memengaruhi jumlah barang yang diminta. Jika jumlah penduduk dalam sebuah daerah kian banyak, maka barang yang diminta akan meningkat.
Semakin banyaknya jumlah penduduk semakin besar pula barang yang dimakan dan makin naik seruan. Penambahan jumlah masyarakatmengartikan adanya pergeseran struktur umur. Dengan demikian, bertambahnya jumlah penduduk ialah tidak proporsional dengan pertambahan jumlah barang yang disantap.

Referensi :

  1. Danniel, Moehar. 2004. Pengantar Ekonomi Pertanian. Jakarta: Bumi Aksara.
  2. Gilarso, T. 2003. Pengantar Ilmu Ekonomi Mikro. Yogyakarta: Kanisius.
  3. Suparmoko, Pengantar Ekonomika Mikro, BPFE Yogyakarta, 2000
  4. Farid Wijaya, Teori ekonomi makro, BPFE. UGM, Yogyakarta 1999