close

Dongeng Lucu (38)

Ketemu Bencong Lagi Nafsu

ceritanya ini pas permulaan puasa,udah usang sich sekitar 3 tahunan dari sekarang. mulanya gini,aku biasa begadang ampe pagi..aku pulang sekitar jam 3 pagi… niatnya sich mo sahur,nah…pas waktu melalui depan saloon aku diundang seseorang…kayaknya sich ibu ibu (aku sich nggak tahu kalo ternyata dia itu bencon g) dia make daster panjang tanpa BH….saya nggak tahu kalo disaloon itu banci….. ya udah saya samperin,saya kira sich mau minta
pinjaman apa gitu….ternyata ia mau ngajakin yang begitu begituan…aku sich terkejut juga,aku pikir kalo cewek tulen beneran sich?? lain lagi kisah…. dia nyruruh ngajakin masuk,tapi akunya tetep melongo aja kayak orang bego…. trus dia ngetest dengan ngeluarin tetek nya…wah,saya sendiri ampe terkejut , aku mikir kok punya tetek ya…tidak mengecewakan gede sich….tapi akunya diem aja…. trus beliau ngajakin terus…..mungkin dia pikir aku kurang puas kalo cuman di keluarin tetek satu,langsung aja beliau keluarin teteknya semua….saya sampe merinding ngebayanginnya…kok bisa ya(masih polos polos nya sich) entah karena apa takut campur deg-degan,tanpa aku pikir lebih panjang lagi saya sempat bilang “wah…jangan dech mbak,besok kan udah puasa,saya mau pulang nich mau sahur…” eksklusif aja saya tinggalin dianya…..soalnya takut sich..hiiiiii nggak sampe itu aja..pas waktu dipertengahan jalan mau pulang tanpa didugasangka “adikku” tahu tahu berdiri…sialan banget!!! (bukan alasannya adalah saya punya kelainan,alasannya pikiranku aja kalo ia itu bener bener wanita tulen) itulah pengalamanku …bener bener hari sial banget….niat mo jalanin kewajiban aja dikasih ujian dahulu.
————————————————————————————————–

Tolong Ambilkan Minum

Seorang anak pria disuruh tidur oleh bapaknya sebab waktu tidur malam sudah tiba…. (Lima menit kemudian, dari dalam kamar terdengar bunyi)
     “Pa-ak…”
     “Apa?”
     “Saya haus. Tolong ambilkan air minum, ya?”
     “Tidak. Sudah waktunya tidur. Lampu-lampu telah dimatikan.” (Lima menit lalu)
     “Pa-aaaak…”
     “APA?”
     “Saya HAUS… Tolong ambilkan air minum, dong?”
     “Sudah bapak bilang TIDAK! Kalau masih minta lagi, nanti bapak pukul pantatmu!!” (Lima menit kemudian)
     “Paaaa-aaaAAAAK…”
     “APA??!!”
     “Kalau bapak masuk kamar untuk menghantam pantatku, tolong sekalian bawakan air minum, ya?”
————————————————————————————————–

Ahmad Albar

Alkisah ada seorang perempuan yang bagus, sexy, mulus, putih pokoknya nggak ada cacat2nya dech… Tapi ada satu kekurangannya, adalah matanya udah rabun deket, parah lagi… Suatu hari dia dateng ke tempat bikin tatto, dan minta dibikinin tatto di kedua pahanya, yakni gambar krisdayanti dan yuni shara. Seneng bener dah tuh tukang tattonya, bayangin aja disuruh membuattatto di paha. Setelah selesai perempuan itu pulang menuju rumahnya, namun beliau lupa menanyakan ke tukang tatto tersebut, gambar krisdayanti di paha kiri atau kanan, atau yang yuni shara di kiri atau di kanan?. Akhirnya ia ketemu dengan bapak-bapak. `Pak, tolong liatin donk mana sich yang gambar yuni shara?…`, kata wanita itu sambil membuka celananya. Kontan saja bapak itu marah2`dasar orang asing kau… pergi sana!..` Kemudian perempuan itu bertemu dengan seseorang lagi, dan bertanya pertanyaan yang sama. Ternyata orang itu ialah dokter jiwa… `Wah, dasar kamu orang nggak waras. Ayo ikut saya, kau saya kirim ke RS jiwa…` Singkat kata wanita itu di RS jiwa, dan satu sel dengan orgil juga. Anehnya wanita itu masih aja bertanya pertanyaan yang serupa terhadap orang abnormal tsb. `Bang, saya mau tau nich… yang mana gambar krisdayanti dan yang mana yuni shara yach…`, kata perempuan itu sambil membuka celananya. Dan orang ajaib itu menjawab… `Waduh… abang nggak tau neng… tetapi yang terperinci sih yang tengah Ahmad Albar…`
————————————————————————————————–

Kendala

Ada seorang pengusaha berhasil yang sering menjadi donatur di gereja. Pada sebuah dikala beliau menerima hambatan sehingga dia mudik untuk mencari ketenangan. Ternyata di kampung tersebut sedang diadakan pembangunan gereja. Setelah mengenali bahwa ada pembangunan gereja, beliau pergi ke tempat tinggal pendeta untuk menawarkan santunan bagi pembangunan gereja. Lalu usahawan itu berkata, “Pak pendeta, aku sungguh bahagia dapat memberi pinjaman pertolongan pada gereja, tetapi alasannya adalah aku mendapat “kendala” maka cuma ini saja yang mampu saya berikan pada ketika ini.” Pendeta itu menerima yang diberikan pengusaha itu, tetapi ia tidak tahu apa arti kata “hambatan”. Lalu di gereja ia memberitahukan, “Saudara-kerabat sekalian, pada ketika ini

telah diterima derma dari seorang pengusaha yang sedang mendapat “hambatan.” Kaprikornus mari kita doakan Bapak ini biar terus mendapat hambatan, sekian.”