Dampak Positif & Negatif Kapitalisme

Dampak Kapitalisme – Ketika kita menonton televisi atau membaca tulisan tentang ideologi PKI atau komunisme maka otomatis yang muncul di benak yaitu pembunuhan, kekejian, diktatorship dan hal-hal buruk lainnya.

Berbeda dengan kapitalisme yang nampak adalah kedamaian, kesejahteraan dan lain lain.

Kita harus kritis. Apa benar kapitalisme bisa membuat kehidupan lebih baik dan sejahtera?

Untuk mengetahuinya, kita bahas apa saja dampak positif dan negatif kapitalisme.

Kita fahami dulu apa itu kapitalisme? Kapitalisme yaitu saat faktor produksi dimiliki oleh individu, satu tujuannya memperkaya diri sendiri atau kelompoknya.

Karena proses produksi dilakukan untuk kepentingan diri sendiri. Maka berakibat banyak kebutuhan dasar tidak akan terpenuhi jika pemilik produksi berfikiran hal itu “tidak menguntungkan”.

Orang yang mempercayainya atau menggunakannya, kebanyakan bukan untuk memenuhi kebutuhan tetapi untuk memakmurkan diri mereka sendiri.

Baca juga:

Dampak Negatif Kapitalisme

Sadar atau tidak, sistem kapitalisme sudah diakui seluruh dunia. Negara-negara yang ingin maju otomatis akan mengadopsi kapitalisme.

Kapitalisme menjadi sistem ekonomi yang dijalankan negara-negara yang ingin maju.

Ironisnya kapitalisme bertujuan untuk mensejahterakan masyarakat. Tapi bagaimana kenyataanya?

1. Kenyataannya Kemiskinan Justru Meningkat

Dampak negatif sistem ini yaitu terjadi ketimpangan kekayaan. Kemiskinan yang merajarela.

Laporan menunjukan bahwa 1% populasi dunia memiliki 50,1% kekayaan alam. Padahal, pada tahun 2016 sekitar 815 juta orang mengalami kelaparan.

dampak kapitalisme, kapitalisme, pengertian kapitalisme

3-5 juta orang meninggal tiap tahun karena kurangnya perawatan vaksin dan setengah dari populasi dunia hidup kekurangan air.

Kemudian ada yang membantah, “Tapi kan dengan adanya kapitalisme maka jumlah kemiskinan akan berkurang?”

Begini. Pengertian kemiskinan yang ditetapkan PBB yaitu orang yang memiliki penghasilan kurang dari 2 dollar perhari.

Pada kenyataannya mayoritas populasi dunia masih hidup di kategori low income atau orang yang berpenghasilan rendah. Kenyataannya justru orang berpenghasilan rendah semakin hari semakin meningkat secara signifikan.

2. Munculnya Lembaga-lembaga Kapitalis yang Menyebabkan Perpecahan

Dampak negatif dari kapitalisme yaitu terbentuknya badan-badan keuangan internasional seperti International Monetary Fund (IMF) dan Bank Dunia.

Organisasi ini seolah-olah baik dengan memberi pinjaman ke negara-negara, nantinya negara itu harus tunduk dan patuh pada struktur ekonomi yang diajukan Lembaga peminjam.

Negara harus menjamin kebebasan perdagangan, harus dikurangi subsidi pemerintah, mata uang harus diturunkan. Dan lain lain.

Semua ini dilakukan karena dalam kapitalisme campur tangan pemerintah dalam aspek ekonomi harus dikurangi sekecil-kecilnya.

Kenyataannya di lapangan. Kebijakan pro kapitalisme bukannya meningkatkan kesejahteraan. Malah justru meningkatkan krisis kemiskinan di negara-negara berkembang.

Silahkan baca berita.

Di negara yang merubah sistemnya jadi kapitalis seperti Sierra leone, liberia, dan Cote d’ivoire bahkan terjadi perang sipil yang panjang.

Perubahan sistem justru memperburuk keadaan. Kemiskinan meningkat dan ditambah ketidakpuasan terhadap pemerintah.

Negara sumber kapitalisme atau Amerika Serikat dari tahun 1947 sampai dengan 1989, mencoba untuk mengganti rezim negara lain sebanyak 72 kali.

Hasilnya menyedihkan.

Negara Cuba, negara Venezuela, negara Panama, negara Guatemala, negara Chille peningkatan kemiskinan justru saat pemerintahan mereka dikuasai pro-Kapitalisme.

3. Demokrasi Mandeg & Bersifat Semu

Dampak negatif lain dari Kapitalisme yaitu runtuhnya kekuasaan rakyat atau runtuhnya demokrasi.

Penjelasannya begini.

Apa itu demokrasi?
Demokrasi adalah keadaan ketika rakyat berpartisipasi baik secara publik atau perwakilan terhadap politik dan ekonomi sebuah negara.

Menjadi penguasa dalam sistem demokrasi tentu sangat mahal. Celah inilah yang dimanfaatkan perusahaan raksasa dengan kekayaannya.

Awalnya mereka bantu membiayai kampanye calon pemimpin.

Setelah menang maka mereka akan mempengaruhi pengambilan keputusan publik melalui lobi.

Ambil contoh kebijakan undang-undang ciptakerja tahun 2020 yang disahkan saat pandemi korona.

Kebijakan ini adalah satu dari banyak lobi perusahaan untuk memuluskan kepentingan pengusaha dan merugikan kaum buruh.

Jika sudah begini maka demokrasi menjadi semu, karena pemimpin yang dipilih rakyat sesungguhnya bukan perwakilan masyarakat. Mereka hanyalah kepanjangan tangan dari perusahaan-perusahaan berhaluan kapitalis.

Dampak Positif Kapitalisme Menurut Adam Smith

Yang mempopulerkan sistem kapitalisme adalah Adam Smith

Dalam karyanya berjudul “The Wealth of Nations” dia berkata

“Tiap orang saya, kalian dan semuanya — selalu didorong oleh kepentingan pribadi atau self interest. Pada saat kita ingin memenuhi kepentingan maka tanpa sengaja kita akan memenuhi kepentingan orang lain.”

1. Dampak Positif Kapitalisme Yaitu Adanya Kompetisi

Ambil contoh seorang tukang bubur ayam. Dia mempunyai modal berupa gerobak, peralatan masak, bumbu-bumbu, dan lain-lain.

Ketika pedagang bubur mengolah berasnya apakah dia melakukan hal tersebut karena dia ingin memberi kita makanan? Tentu tidak kan?!

Dia mengolah beras jadi bubur agar kita bisa membeli dagangannya lalu hasil penjualannya tersebut untuk menafkahi keluarganya.

Pembeli tidak memesan bubur karena ingin menafkahi keluarganya.

Kita beli bubur untuk memenuhi nafsu, tanpa disuruh siapa pun kita kenyang lalu tukang bubur bisa sejahtera bahkan naik haji.

Nah, bila ada tukang bubur lain yang ingin lebih sejahtera maka dia harus menyajikan bubur yang lebih enak dan lebih murah.

Seiring berjalannya waktu akan ada kompetisi, nantinya harga bubur akan menjadi lebih murah dan kualitasnya akan meningkat.

2. Adanya Spesialisasi yang Meningkatkan Produktifitas

dampak kapitalisme, dampak positif kapitalisme, pengertian kapitalisme

Dampak lain yang dijelaskan Adam Smith yaitu spesialisasi.

Menurut Adam Smith dalam kapitalisme produktivitas kerja akan meningkat, bila setiap pekerja hanya fokus kepada tugas yang spesifik dan tidak merangkap semua pekerjaan.

Karena itu, tiap orang fokus pada bidangnya masing-masing.

Dalam skala yang lebih besar atau internasional maka semua negara harus fokus kepada keahlian dan sumberdayanya masing-masing.

Misalnya Thailand yang ahli dalam pertanian, tidak perlu berusaha memproduksi smartphone.

Atau misalkan Jepang dengan kendaraannya, tak usah jadi exportir beras dan sebagainya.

Pada akhirnya setiap negara akan saling membutuhkan. Perdagangan pun akan terjadi antar negara. Konsumerisme di seluruh dunia.

Penutup

Demikian penjelasan tentang dampak kapitalisme. Sebuah pemikiran pasti mengandung pro dan kontra atau positif dan negatif. Penulis blog menyarankan pembaca agar membuka buku-buku yang lebih lengkap lalu bandingkan tiap tulisannya.