close

Corak Analisis Ilmu Ekonomi

Corak Analisis Ilmu Ekonomi – Secara umum, mampu dikatakan bahwa ekonomi
adalah suatu bidang kajian wacana pengurusan sumber daya material individu, penduduk , dan negara untuk mengembangkan kemakmuran hidup manusia. Karena ekonomi ialah ilmu wacana perilaku dan langkah-langkah insan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya yang bervariasi dan berkembang dengan sumber daya yang ada melalui opsi-opsi acara buatan, konsumsi dan atau distribusi.
Teori Ekonomi (economics theory) menawarkan pandangan-persepsi yang menggambarkan sifat relasi yang wujud dalam kegiatan ekonomi, dan ramalan ihwal insiden yang terjadi jika sebuah keadaan yang mempengaruhinya mengalami pergantian. Tugas teori ekonomi yakni memperlihatkan abstraksi dari realita yang terjadi dalam perekonomian. ekonomi bersifat kompleks, untuk itu perlu penyederhanaan dan abstrasksi yang dituangkan dalam teori.
Tujuan – tujuan kebijakan ekonomi antara lain;
  1. Mencapai kemajuan ekonomi yang pesat,
  2. Menciptakan kestabilan harga,
  3. Mengatasi dilema pengangguran, dan
  4. Mewujudkan distribusi pendapatan yang merata.
Metode Ilmu ekonomi secara sederhana merupakan upaya manusia untuk memenuhi kebutuhannya yang bersifat tidak terbatas dengan alat pemenuhan keperluan yang berbentukbarang dan jasa yang bersifat langka dan terbatas serta memiliki kegunaan yang alternatif. Untuk itu, cara pemenuhan kebutuhannya berhubungan dengan tata cara – tata cara dalam ilmu ekonomi tersebut.
Adapun sistem yang dipakai dalam ilmu ekonomi berdasarkan chaurmain dan prihatin (1994:14-16) meliputi sebagai berikut :

1. Metode induktif

Metode induktif yakni Metode dimana suatu keputusan dilakukan dengan menghimpun semua data informasi yang ada dalam realitas kehidupan. Realita tersebut meliputi setiap komponen kehidupan yang dialami kehidupan, keluarga, penduduk likal, dan sebagainya yang menjajal mencari jalan pemecahan sehingga upaya pemenuhan kebutuhan tersebut dapat dikaji secermat mungkin. Sebagai contoh, upaya menciptakan dan menyalurkan sumber daya ekonomi. upaya tersebut dikerjakan sedemikian rupa hingga diperoleh barang dan jasa yang dapat tersedia pada jumlah, harga dan waktu yang sempurna bagi pemenuhan kebutuhan tersebut. Untuk mencapai tujuan kebutuhan tersebut, diperlukan perencanaan yang ada dalam ilmu ekonomi berfungsi sebagai cara atau tata cara untuk menyusun daftar keperluan terhdap sejumlah barang dan jasa yang diperlukan masyarakat.

2. Metode deduktif

Metode deduktif adalah Metode ilmu ekonomi yang bekerja atas dasar aturan, ketentuan, atau prinsip biasa yang telah di uji kebenarannya. Dengan metode ini, ilmu ekonomi mencoba memutuskan cara pemecahan persoalan sesuai dengan contoh, prinsip aturan, dan ketentuan yang ada dalam ilmu ekonomi. Misalnya, dalam ilmu ekonomi terdapat aturan yang mengemukakan bahwa kalau persediaan barang dan jasa berkurang dalam masyarakat, sementara permintaannya tetap maka barang dan jasa akan naik harganya. Bertolak dari hukum ekonomi tersebut, para andal ekonomi secara deduktif telah sudah dapat menentukan bahwa mesti dijaga biar persediaan barang dan jasa yang dibutuhkan penduduk tersebut selalu dapat mencukupi dalam kuantitas dan kualitasnya. Buliding (1955:12) menyebutnya selaku tata cara eksperimen intelektual (the method of intellectual experiment)

3. Metode Matematika

Metode matematika yaitu Metode yang dipakai untuk memecahkan duduk perkara – duduk perkara ekonomi dengan cara pemecahan soal – soal secara matematis. Maksudnya bahwa dalam matematika terdapat kebiasaan yang dimulai dengan pembahasan dalil – dalil. Melalui pembahasan dalil – dalil tersebut dapat ditentukan bahwa kajiannya dapat diterima secara lazim.

4. Metode statistika

Metode statistika adalah Suatu tata cara pemecahan duduk perkara ekonomi dengan cara pengumpulan, pembuatan, analisis, penafsiran dan penghidangan data dalam bentuk angka – angka secara statistik. Dari angka – angka yang disajikan kemudian mampu dikenali masalah yang sebetulnya. Sebagai teladan, pembahasan mengenai pengangguran. Dalam hal ini, dapat terlebih dahulu diidentifikasi komponen – komponen yang berhubungan dengan pengangguran, mislanya data perusahaan, data tenaga kerja yang terdidik atau kurang terdidik, jenis dan jumlah lapangan kerja yang tersedia, jumlah dan tingkat upah yang disediakan perusahaan, tempat perusahaan beroprasi, rata – rata tempat tinggal para kandidat pekerja. dari data yang terkumpul tersebut seorang ahli ekonomi dapat menyusun analisis dan penafsiran data secara statistik yang berafiliasi dengan pemecahan duduk perkara pengangguran tersebut. Selanjutnya, dari angka tersebut mampu ditentukan cara yang tepat untuk membantu menanggulangi persoalan pengangguran secara akurat berdasarkan tafsiran peneliti kepada angka – angka yang disajikan statistik.

Corak Analisis Ilmu Ekonomi

Dalam corak analisis ilmu ekonomi mampu berupa, ialah :
  1. Ekonomi Deskriptif (descriptive economics) yang menggambarkan kondisi yang bergotong-royong wujud dalam perekonomian. Tugas terutama mengumpulkan informasi-informasi aktual yang berhubungan dengan dilema ekonomi. Diskripsi masalah ekonomi menjadi rumit, berkaitan dengan fakta bahwa faktor insan dipengaruhi oleh banyak faktor dalam prilakunya. Hal ini terjadi oleh sebab dalam masyarakat, pergantian-pergeseran yang terjadi bersifat kompleks, dan pastinya tidak hanya dipengaurhi oleh variabel-variabel ekonomi saja.
  2. Ekonomi Terapan (applied economics) disebut juga ekonomi kebijakan, dengan mengambil desain dalam teori ekonomi dicoba untuk menerapkannya dalam kebijakan ekonomi dengan tetap mengamati pada data dan fakta yang dikumpulkan oleh ekonomi deskriptive.

Referensi :

  1. Sadono Sukirno, 2004. Makroekonomi: Teori Pengantar, Edisi Ketiga, RajaGrafindo Persada, Jakarta.
  2. Imam Asngari, 2004. Pengantar Ekonomi Makro, Forum Heds-FE Unsri, Inderalaya. 
  3. F.A. Hayek, 1948. Individualism and Economic Order. Scroll down to chapter-preview links.
  4. George J. Stigler and Paul A. Samuelson, 1963. “A Dialogue on the Proper Economic Role of the State.” Selected Papers, No. 7. University of Chicago Graduate School of Business.
  Penyebab Ketidaksamaan Pembangunan Ekonomi di Negara Berkembang