close

Cerita Lucu (2)

ABG

Ada seorang pemburu kesasar di sebuah hutan, dan akhirnya berhasil keluar dari hutan tersebut dan menemukan sebuah pertanian. Dia ketuk pintunya yang tinggal ternyata seorang janda dengan seorang puterinya yang masih ABG.. “Boleh saya numpang nginep di sini, bu, saya tersesat”. “Oh boleh saja, anda boleh tidur sekamar dengan anak gadis saya, tapi senjatanya kesinikan dan AWAS, kalo terjadi sesuatu pada anak saya akan saya TEMBAK KAMU. dengan SENJATAMU SENDIRI” Akhirnya si pemburu mau berjanji berlaku sopan dan tidur di kamar si gadis ABG. Tengah malam hujan angin deras, si ABG ngebangunin dan berkata manja’ “Maass, mau saya “mainin” pake tangan nggak?”.. si Pemburu bilang.. “jangan dik, saya takut sama ibu kamu”… terus si ABG terdiam.. Nggak lama, si ABG ngomong lagi “gimana kalo pake mulut, ya maaas, saya janji nggak berisik lho?” si pemburu mulai tergoda, tapi ingat ancaman si ibu dia berkata ” jangan ah dik, nanti kalo ketauan saya ditembak”. Kemudian si ABG terdiam lagi… akhirnya menjelang fajar si ABG berkata dengan suara mendesah di telinga si pemburu, “gimana kalo saya ‘mainin’ pake tangan ama mulut, maas, saya janji deh bener nggak akan berisik, sekaliiii aja… nggak akan tau deh ibu, asal mas nggak bilang2 dan nggak ribut juga” Akhirnya si pemburu karena, udah ‘terangsang’ berkata “HAYO DIK>>” si gadis tampak kegirangan dan menyalakan lilin, “Nih Mas” katanya seraya menarik bibirnya dengan kedua tangan ke kanan dan ke kiri dan menjulurkan pengecap sambil mendelikkan mata “WEEEEEEEEEEEE”… Hi..hi… si pemburu tertipu.. ternyata si ABG gokil dan hanya mau ngeledekin doang…
Besok Paginya si pemburu karna kesal telah konak namun tak tersalur, buru2 berangkat sebelum sarapan… Karena telah ditunjukkan arahnya beliau berlangsung menuju suatu desa… sesampainya di daerah persawahan sang pemburu gres terasa lapar dan haus… jadinya dia sampai di sebuah “saung” atau gubuk di tengah sawah dan melihat ada makanan, berbentuknasi, lalab, sambal, ikan dan ayam, serta seceret teh. Saking laparnya tanpa ba bi bu.. lansgsung disikat seluruhnya… Karena makan sambal terlampau banyak iya pun mules.. kemudian beol di balik gubuk, sesudah itu beliau merasa penat badannya kemudian tertidur… Tak lam dia dibangunkan oleh todongan senjatanya sendiri oleh seseorang yang kemudian dikenali sebagai petani pemilik gubuk dan kuliner tadi. “BANGUN!” “ENAK AJA LOE, UDAH MAKAN, MAKANAN GUE, BEOL DI BELAKANG GUBUK GUE, SEKARANG NGOROK DI SINI LAGI”.. ‘HAYO SEKARANG MAKAN TUH TAI”, sebab takut akibatnya di makan tuh tainya sendiri (hiii jorok ya), sehabis habis beliau pun minta2 ampun pada petani tersebut… Dasar si petani emang orang lugu, iya berkata “Makanya, lain kali jangan sembarang pilih gitu dong, nih saya kembaliin senjatamu..sana minggat” Merasa senjatanya udah kembali, si pemburu yang masih gondok alasannya adalah peristiwa tadi malam dan disuruh makan tai, beliau berbalik menodong petani… “NAH LO, GANTIAN SEKARANG, AYO KAMU BERAK DI SINI!” si petani pun cemas dan sesudah dipaksa-paksa akhirnya keluar sepotong saja (kan belon makan). “HAYO MAKAN TUH TAI!” hardik si pemburu…, dan si petani berfikir “untung tai gue kecil nih, sekali lep juga habis”… begitu dia mau melahap, sang pemburu berkata “EMUT DULU. LALU GIGIT DIKIT DIKIT!””” HE..HE… AMPUN BAGINDAAAAAAAAAAAAAA TOBAAAAAAATTTTT
————————————————————————————————–

Cita-cita

Ada seorang ayah yang memiliki 4 putra, suatu hari Sang Ayah bertanya pada keempat anaknya yang masih muda-muda:
Ayah: “Anak2ku, jika sampaumur kalian ingin menjadi apa?”
Anak1: “Saya ingin jadi Gubernur”
Anak2: “Saya ingin jadi anggota Parlemen”
Anak3: “Saya ingin jadi Direktur BUMN penerbangan nasional”
Anak4: “Saya ingin jadi pengusaha kelas kakap”
Ayah: “OOO Gitu, kalu begitu kalian semua harus masuk perguruan tinggi militer”
————————————————————————————————–

Peras

Di suatu negara antah-berantah sedang diadakan lomba “memeras” handuk tingkat nasional. Pesertanya dari banyak sekali komponen masyarakat dan instansi pemerintah. Yang memimpin klasemen yaitu:
1. Wakil dari lembaga pertanahan negara (agraria), menyisakan 10% air dari handuk lembap yang ditawarkan panitia untuk diperas.
2. Wakil dari direktorat pajak, menyisakan 12%, dan
3. Wakil dari departem dalam negri (juara antar pegawai kecamatan seluruh negeri), menyisakan 13% air.

Pada dikala itu kejuaraan hampir ditutup dan semua handuk telah diperas akseptor… tetapi ketika terakhir ada seorang peserta yang tergopoh-gopoh dan bergaya otoriter tiba ke meja panitia… setengah memaksa beliau berkata “tunggu, aku wakil dari angkatan bersenjata belum unjuk gigi nih” .. alasannya adalah panitia takut pada orang berambut cepak itu, risikonya dia diijinkan ikut, tetapi handuk yang dipergunakan yaitu handuk bekas sang ranking pertama… Orang2 mulai mencibir, aneh, itu aja tinggal 12% masih mau diperes juga… Alhasil, malah si cepak tadi yang juara sebab dia masih bisa memeras air dari handuk tersebut, dan yang tertinggal hanya 5% saja.. He..he..he.. Kemudian Ia diantarke luar negeri untuk ikut kejuaraan dunia… karenanya TETEP JAWARA… mengalahkan jagoan sumo jepang dan gulat WWC AS.. Saat diwawancarai iya berkomentar… “LHO KALO SOAL PERAS-MEMERAS DI NEGERI SAYA EMANG BANYAK JAGONYA, SAYA INI CUMA DALAM SKALA KECIL, KALO PREMAN BERDASI DAN BERPANGKAT LEBIH JAGO LAGI, MAS”