Browsing: Pekerjaan Sosial

Apa Dampak Positif & Negatif Globalisasi di Masyarakat?

Sebelum membahas dampak globalisasi mari kita bahas terlebih dulu pengertian globalisasi menurut para ahli.

Apa itu Globalisasi? – Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

Apa itu globalisasi? Pengertian globalisasi adalah proses.

Ilustrasi Globalisasi: Sumber Gambar dari Wikipedia

Proses apa? Proses integrasi (percampuran) yang melibatkan dunia internasional karena adanya saling tukar menukar pandangan dunia, ilmu pemikiran, produk, dan beragam kebudayaan-kebudayaan.

Dalam perspektif etimologi, kata globalisasi mengambil dari globalization.

Globalization terdiri dari dua kata yaitu globe dan ization. Kata globe artinya dunia/mendunia sedangkan ization adalah proses.

Sehingga makna secara bahasa; globalisasi adalah proses mendunianya informasi, pemikiran, gaya hidup, dan teknologi yang terjadi secara simultan.

Baca Juga:

Proses Globalisasi – Mengapa Terjadi Globalisasi?

Proses globalisasi dipengaruhi oleh banyak faktor, diantaranya; teknologi informasi berupa internet, transportasi, infrastruktur telekomunikasi, pertukaran pelajar, dunia televisi dan lain-lain.

Globalisasi terjadi karena adanya perubahan menyeluruh di bidang ekonomi, industri, gaya hidup, dan aspek kebudayaan lainnya.

Contohnya; dulu kita tidak tau cara hidup orang Eropa dan Amerika. Sekarang cukup melihat youtube, kita bisa tau cara hidup mereka. Dari situ terjadi asimilasi kebudayaan.

Pengertian Globalisasi Menurut Para Ahli

Agar lebih memahami apa arti globalisasi, maka kita bisa merujuk pada pendapat beberapa ahli berikut ini:

Menurut Laurence

Laurence E. Rothernberg menulis tentang pengertian globalisasi.

Yaitu percepatan yang disengaja (interaksi) karena adanya integrasi antar orang ke orang, perusahaan ke perusahaan dan pemerintah ke pemerintah dari negara maju ke negara berkembang.

Menurut Giddens Anthony

Adanya intensifikasi hubungan masyarakat dunia yang mengakibatkan timbulnya rentetan peristiwa di satu lokasi dengan lokasi lainnya. Hal tersebut menyebabkan perubahan pada keduanya.

Menurut Ritcher Emanuel

Apa itu globalisasi? Konsep jaringan kerja global yang saling mempersatukan masyarakat secara bersama-sama. Dulunya yang terisolasi karena ada jarak. Kini menjadi saling ketergantungan antar satu dan lainnya.

Ahli Bernama Malcom Waters

Malcom Waters berpendapat tentang globalisasi yakni; reaksi sosial yang terjadi karena memudarnya batas-batas geografis sehingga sosial budaya menjadi kurang penting, hal tersebut terwujud dalam kesadaran diri manusia.

Menurut Martin Albrow

Menurut Martin Albrow menerangkan bahwa globalisasi merupakan prosedur terhubungnya penduduk dunia menjadi komunitas dunia tunggal, yakni komunitas global.

Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan

Dr. Nayef R.F. Al-Rodhan menulis tentang globalisasi yakni segala aspek sebab-musabab karena adanya penyatuan antar negara (integrasi transnasional) dan antar kultur (transkultural) baik kegiatan manusia dan perdagangan (non-manusia).

Ahli Sosiologi Selo Soemardjan

Menurut Selo Soemardjan, pengertian globalisasi merupakan proses penyamaan satu sistem organisasi & komunikasi antar masyarakat dunia untuk ikut dalam satu sistem dan kaidah-kaidah tertentu persis mirip dan sama.

Achmad Suparman

Achmad Suparman, globalisasi adalah proses terjadinya asimilasi benda atau perilaku sebagai ciri tiap individu dunia tanpa dibatasi oleh negara/wilayah.

Dampak Positif dan Negatif Globalisasi pada Masyarakat

Perubahan sosial akan selalu membawa dampak bagi masyarakat. Begitu juga dengan globalisasi. Berikut adalah dampak positif globalisasi dan dampak negatif globalisasi.

Dampak Positif Globalisasi di Masyarakat

Berikut ini dampak dan efek positif globalisasi yang kami rangkum:

1. Masyarakat Lebih Profesional

Kerja-kerja masyarakat dan etosnya meningkat dan tumbuh.

Masyarakat jadi suka bekerja keras dan disiplin. Mereka berjiwa mandiri dan rasional. Dan lain lain.

2. Produktif dan Efisien

Kemajuan teknologi menyebabkan kerja-kerja menggunakan fisik menjadi tidak relevan.

Produksi bahan-bahan jadi cepat dan efektif. Sehingga semua masyarakat bisa bersaing secara sehat di pasar internasional.

3. Meningkatnya Taraf Kehidupan Masyarakat

Globalisasi membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih baik. Tingkat kelaparan, kemiskinan dan kematian menurun dibanding tiga dekade lalu.

Hal ini terjadi karena modernitas dan globalisasi. Cepatnya pertukaran informasi membuat masyarakat dunia saling bertukar solusi dalam mengatasi masalah-masalah tersebut.

4. Memudahkan Kehidupan Manusia

Kemajuan di semua bidang; baik teknologi, informasi, dan transportasi sangat memudahkan kehidupan manusia.

Bayangkan, kita bisa berkomunikasi dengan orang Eropa hanya dengan internet.

5. Akses Pengetahuan Sangat Mudah Diperoleh

Kita bisa mencari ilmu pengetahuan yang dipelajari di Amerika atau Eropa. Begitu sebaliknya, orang Amerika bisa mempelajari kebudayaan yang ada di Indonesia.

6. Perkembangan Turisme dan Industri Pariwisata. Meningkatkan Devisa Negara.

Globalisasi bisa menambah devisa sebuah negara. Yakni dengan industri pariwisatanya. Selain itu, perdagangan akan menjadi lebih lancar di era keterbukaan ini.

Dampak Negatif Globalisasi di Masyarakat

1. Memudarnya Kearifan Lokal

Semangat-semangat kearifan lokal akan memudar seperti gotong-royong, solidaritas, kepedulian, dan kesetiakawanan sosial.

Pada dasarnya globalisasi adalah “perang budaya”.

Kebudayaan yang paling banyak digunakan masyarakat maka akan menjadi pemenang.

Contohnya profesionalisme dan individualistis mengalahkan gotong royong dan kepedulian sosial.

2. Meningkatnya Kejahatan Internasional

Kejahatan semakin marak.

Parahnya sindikat mafia tidak lagi terbatas wilayah sehingga sulit dideteksi karena sudah international.

Contohnya; penyelundupan barang, human traffiking, jaringan narkoba dan lain lain.

3 Budaya Kejam Saling Mengalahkan dan Menindas

Di industri perdagangan internasional, mereka akan saling mengalahkan dengan cara apapun.

Akibatnya yang kalah dalam kompetisi akan disingkirkan tanpa ampun.

4. Kerusakan Lingkungan, Polusi dan Limbah Industri.

Hutan rusak karena kebutuhan manusia. Diganti sawit dan beton. Limbah dan sampah plastik dibuang ke sungai dan laut,

5. Materialistik dan Pemujaan Berlebihan pada Kekayaan

Masyarakat hanya menghormati orang-orang yang memiliki kekayaan materi. Status seseorang hanya diukur berdasarkan kekayaannya.

Mereka berlomba-lomba mencari harta yang mengakibatkan spiritualitas mereka kosong.

Banyak yang stress dan depresi.

Penutup

Itulah dampak globalisasi pada masyarakat baik positif maupun negatif. Semoga bermanfaat.

{ Comments are closed }

Penyimpangan Sosial – Pengertian, Contoh, Bentuk, Teori, Faktor Penyebab, Dampak, Primer, Sekunder

Penyimpangan Sosial – Sebagai manusia biasa kadang kita melihat perilaku menyimpang di sekitar kita. Baik dilakukan dalam keadaan sadar maupun tak sadar.

Bullying adalah contoh penyimpangan sosial
Bullying adalah contoh penyimpangan sosial

Penyimpangan tersebut bahkan dilakukan oleh diri kita sendiri. Baik itu penyimpangan yang kecil atau besar.

Penyimpangan dalam skala luas ataupun sempit akan berdampak terganggunya keseimbangan hidup masyarakat.

Suatu perilaku ditafsirkan “menyimpang” bila perbuatan itu sudah melenceng dari nilai-nilai dan norma sosial yang disepakati satu masyarakat.

A. Pengertian Penyimpangan Sosial Menurut Para Ahli

Penyimpangan sosial adalah perilaku yang tidak sejalan dengan norma, adat istiadat, hukum dan moral yang berjalan di masyarakat.

Apabila seseorang melanggar aturan atau adat tersebut maka dianggap sebagai pelanggar dan patut dihukum sesuai dengan aturan yang berlaku.

Untuk lebih jelas, kita telaah pengertian penyimpangan sosial menurut para ahli dalam tulisan di bawah.

I. Menurut James W. Van Zanden

Menurut James, kenapa dinamai penyimpangan sosial? Karena tindakan atau perilaku tersebut menurut mayoritas masyarakat dianggap sebagai perilaku tercela.

II. Menurut Robert M.Z Lawang

Menurut Robert, Apa itu penyimpangan sosial? Semua tindak-tanduk atau tingkah laku yang tak sejalan dengan norma yang berlaku di dalam satu sistem masyarakat tertentu.

III. Menurut Lewis Coser

Lewis Coser berpandangan bahwa yang disebut penyimpangan sosial yaitu kegagalan satu individu ketika harus menyesuaikan diri pada kebudayaan dan perubahan sosial.

IV. Menurut Becker

Menurut Becker, Mengapa suatu perilaku disebut menyimpang secara sosial? Itu karena adanya konsekuensi logis dari aturan dan penerapan sanksi yang ada di masyarakat.

Bila ada individu melanggar maka tindakan itu disebut penyimpangan.

V. Menurut Gillin

Menurut Gillin perilaku menyimpang itu adalah tingkah laku yang timbul karena nilai-nilai dan norma sosial. Penyebabnya, katena retak dan runtuh ikatan sosial solidaritas kelompok.

VI. Menurut Van Der Zanden

Zanden mengartikan penyimpangan sosial sebagai perilaku yang oleh sebagian masyarakat dianggap sebagai tindakan yang hina dan ada di luar batas toleransi.

B. Contoh Penyimpangan Sosial

Untuk memahami makna dan esensi penyimpangan sosial, wargamasyarakat.org memberikan contoh prilaku yang bisa dikategorikan menyimpang atau masalah sosial yang ada di masyarakat.

Diantaranya;

I. Penyimpangan Sosial di Masyarakat

Dalam kehidupan ini. Tidak selalu berjalan damai, aman dan tentram. Akan ditemukan masalah-masalah sosial dalam bermasyarakat.

Penyimpangan yang terjadi di kehidupan masyarakat antara lain, sebagai berikut;

a. Kurang Peduli pada Lingkungan Sekitar

Penduduk perkotaan umumnya tidak peduli pada kehidupan sekitar. Mereka tidak mau kerja bakti atau tidak mau kenal dengan tetangga. Dan lain lain.

Penulis mengira, yang menjadikan masyarakat kurang peduli pada lingkungan adalah kesibukan hidup di perkotaan.

Harus ada mekanisme agar masyarakat tetap peduli namun tidak mengganggu kehidupan, waktu dan privasi mereka.

b. Berisik, Polusi Suara dan Membuat Gaduh Lingkungan

Setiap orang berhak untuk mendengarkan musik. Tapi jangan sampai mendengarkan musik terlalu nyaring sehingga membuat tetangga sekitar menjadi terganggu.

Hal ini termasuk penyimpangan sosial. Meskipun dampaknya kecil, namun sangat mengganggu tetangga masyarakat.

c. Bergosip atau Menyebarkan Keburukan Tetangga

Gambar ilustrasi. Orang yang sedang membicarakan orang lain.
Sumber: https://pixabay.com/id/photos/gosip-gadis-kelompok-potret-532012/

Penyimpangan sosial jenis ini biasanya di linkungan rukun tetangga. Sekelompok orang yang sedang berkumpul umumnya menyebarkan gosip dan berita buruk tetangganya.

Desas-desus yang disebarkan sangat beragam, mulai dari aib yang benar terjadi sampe fitnah yang belum tentu kejadian, malah banyak dilebih – lebihkan.

e. Keberadaan Preman

Preman adalah oknum di masyarakat yang sering meresahkan masyarakat, kelompok ini mesti dibina dan diawasi aparat seperti polisi. 

Pembinaan berarti pendampingan, kelompok ini didekati agar hatinya luluh, kemudian tanamkan empati padanya, empati kepedulian pada sesama.

Metode yang termudah yaitu sosialisasi hati ke hati hingga pendampingan secara intensif.

II. Penyimpangan Sosial di Lingkungan Sekolah

Penyimpangan sosial bahkan bisa terjadi di lembaga pendidikan formal seperti di lingkungan sekolah. 

Sekolah sejatinya merupakan tempat transfer ilmu dan adab, namun tak jarang terjadi penyimpangan sosial di sekolah.

Guru adalah pihak yang bertanggung jawab membenahi penyimpangan yang ada di sekolah. Khususnya guru BK (Bimbingan Konseling)

Kalaupun pelanggarannya berat dan sekolah tak mampu memperbaikinya maka biasanya siswa yang bersangkutan akan dikembalikan ke orang tuanya. 

Berikut ini contoh nyata penyimpangan sosial di dalam sekolah.

Baca Juga:

a. Tidak Mengerjakan Tugas Sekolah atau Pekerjaan Rumah (PR)

Pekerjaan rumah atau biasa disingkat PR oleh guru mata pelajaran sengaja diadakan supaya peserta didik bisa mempelajari ilmu tersebut di rumah.

Masalah yang sering terjadi yaitu siswa tidak mengerjakannya.

Untuk mengatasinya, guru biasanya memberi sanksi berupa nilai yang jelek atau teguran pada siswa tersebut.

Namun, jika siswa tersebut sering tidak mengerjakan tugas, maka perlu ada pendampingan dari guru BK. Karena bisa saja ada masalah di rumahnya.

b. Perundungan, Pemukulan dan Pengeroyokan – Kekerasan di Sekolah

Perundungan atau dalam istilah populer disebut bullying adalah penyimpangan yang umumnya terjadi di sekolah.

Terkadang tidak hanya psikis, bahkan sampai berujung pada pemukulan dan pengeroyokan di sekolah. Jika sampai ada kekerasan fisik. Maka bukan hanya pihak sekolah yang harus terlibat menyelesaikan masalah ini.

Orangtua, wali-siswa dan pihak sekolah harus bergotong royong berunding menyelesaikannya.

c. Bolos Sekolah

Rutinitas sekolah yang begitu-begitu saja kadang membuat jenuh sebagian siswa. Maka tak heran bila ada yang bolos sekolah. Mereka pamit ke sekolah dari rumah namun kenyataannya mereka tidak datang. Hal ini termasuk bentuk penyimpangan di sekolah.

d. Tawuran Antar Kelompok Pelajar

Tawuran antar kelompok pelajar biasanya oleh pelajar laki – laki. Penyebab tawuran kadang hanya masalah sepele seperti gesekan antar salah satu pelajar. Sampai tradisi turun-temurun antar siswa sekolah yang memang saling bermusuhan.

Tawuran pelajar bisa diantisipasi dengan dengan memberikan sanksi berupa ancaman dari pihak sekolah. Contoh bila terlibat tawuran maka akan diskorsing atau dikeluarkan dari sekolah.

e. Pacaran Berlebihan Sampai Hamil Di Luar Nikah

Pacaran berlebihan bahkan sampai hamil adalah penyimpangan sosial paling berat di dunia pendidikan.

Maka dari itu, sekolah wajib untuk memberikan pendidikan seputar seks dan reproduksi agar remaja tau dan dapat menghindari dari hal-hal demikian.

III. Penyimpangan Sosial di Lingkungan Kantor Pemerintah

Penyimpangan sosial ternyata tak mengenal tempat atau jabatan publik.

Penyimpangan sosial bahkan dilakukan oleh lembaga rakyat. Salah satu bentuk penyimpangan di lingkungan pemerintah yaitu banyaknya kasus korupsi.

Apalagi kemarin sudah disahkan UU KPK terbaru. Sedih yah.

IV. Penyimpangan Sosial di Dunia Maya/ Media Sosial

Banyak yang beranggapan dunia maya adalah dunia yang bebas nilai. Padahal kenyataannya tidak demikian.

Bersosialisasi di dunia maya sama seperti kita berhadapan dengan manusia nyata.

Dalam dunia maya banyak terjadi penyimpangan sosial. Contoh penyimpangan di dunia maya adalah sebagai berikut.

a. Menyebarkan Berita yang Belum Tentu Benar/Hoax

Di zaman internet, informasi sangat cepat tersebar, dalam hitungan detik, berita yang belum tentu benar bisa viral.

Manusia sebagai makhluk yang hanif. Kita dianugrahi kemampuan untuk berfikir. Karenanya, kita harus saring berita-berita yang ada di media sosial.

Menyebarkan berita hoax sesungguhnya adalah penyimpangan atas fitrah akal yang diberikan Tuhan.

b. Perundungan/Bullying Online

Ada kasus yang menyedihkan. Orang-orang menyakiti dirinya sendiri karena di-bully secara online. Beritanya –> Baca disini.

Berinteraksi sosial di dunia maya hakikatnya sama dengan dunia nyata. Sesungguhnya menyakiti secara verbal di dunia maya sama halnya dengan dunia nyata.

V. Penyimpangan Sosial di Pasar

Pasar adalah tempat orang berinteraksi melakukan kegiatan jual-beli.

Di Indonesia sendiri banyak terjadi penyimpangan di pasar. Yaitu diantaranya;

a. Mencurangi Alat Timbangan

Ada oknum yang kadang mengakali timbangan yang digunakan untuk berjualan.

Alhasil timbangan yang tertulis tak sama dengan berat aslinya. Tentu saja menguntungkan para penjual. Dan yang dirugikan adalah pembeli.

b. Menggunakan Bahan – bahan yang Berbahaya

Ada juga oknum pedagang yang ingin untung dengan memalsukan produk-produk dengan bahan-bahan yang lebih murah.

Pun ada yang ingin dagangannya awet dengan mencampur zat-zat berbahaya pada makanan.

Penggunaan bahan berbahaya adalah bentuk pelanggaran dalam jual beli. Bisa saja orang yang memakai produk-produk itu menjadi sakit.

VI. Penyimpangan Sosial di Terminal

Banyak terjadi penyimpangan di terminal. Seperti; copet, perkelahian, demontrasi supir, calo, pemalakan, preman. Dan lain lain

Karenanya, harus hati-hati ketika hendak pergi ke terminal.

VII. Penyimpangan Sosial di Mall

Bentuk penyimpangan di mall seperti pencurian, pencopetan, hingga pelecehan seksual.

VIII. Penyimpangan Sosial di Jalanan

Yang penulis ketahui, jalan dibedakan menjadi tiga jenis yaitu; (1) jalan raya, (2) pinggir jalan, dan (3) lampu merah.

Berikut ini bentuk penyimpangan di jalanan.

a. Jalan Raya

Penyimpangan sosial di jalan raya yaitu pelanggaran peraturan lalu lintas seperti tidak mengenakan helm, menerobos lampu merah, kebut – kebutan di jalan, tidak memiliki SIM, dan lain sebagainya.

b. Penyimpangan di Pinggir Jalan/Trotoar

Fungsi dari trotoar adalah tempat pejalan kaki. Namun sayang, banyak pihak yang menyalahfungsikan trotoar malah dijadikan tempat jualan dan bahkan lahan parkir.

c. Penyimpangan di Lampu Merah

Penyimpangan di lampu merah bentuknya yaitu pelanggaran lalu lintas dan masalah sosial. Contohnya tatkala lampu sedang merah dan para pengguna jalan berhenti, sebagian orang memanfaatkannya untuk berjualan, mengamen sampai mengemis.

Baca Juga; Dampak Perubahan Sosial Budaya

IX. Penyimpangan Sosial di Tempat Ibadah

Yang paling menyedihkan apabila ada penyimpangan di tempat ibadah. Sejatinya, tempat ibadah adalah lokasi orang-orang memenuhi kebutuhan rohani dan spiritual.

Maka bisa dibilang tempat ibadah suci dan sakral. Sayngnya, di Indonesia kadang tidak lepas dari orang-orang sakit yang melakukan penyimpangan sosial.

Misalnya; kotak amal masjid yang hilang merupakan penyimpangan sosial yang terjadi di tempat ibadah.

X. Penyimpangan Sosial di Tempat Wisata

Contoh dari penyimpangan di tempat wisata yaitu membuang sampah sembarangan, tidak mematuhi peraturan yang ada, dan merusak alam lingkungan.

Baca Juga:

{ Comments are closed }

Pengertian dan Tujuan Kesejahteraan Sosial

Kesejahteraan Sosial
Sumber Photo: Pixabay

Kesejahteraan sosial adalah keadaan dimana masyarakat memperoleh kebutuhan material, spiritual dan sosial secara baik. Sehingga, bisa hidup layak dan mampu untuk mengembangkan potensi yang mereka miliki secara maksimal. Dengan begitu, fungsi sosial sebagai manusia dapat terpenuhi.

Baca Juga: Pengembangan Masyarakat

Memahami makna kesejahteraan sosial sebaiknya kita baca definisi yang dipaparkan para ahli berikut ini;

Pengertian Kesejahteraan Sosial Menurut Para Ahli

PBB

Kesejahteraan sosial adalah kegiatan terorganisasi yang bertujuan membantu warga negara atau kelompok masyarakat dalam pemenuhan kebutuhan dasarnya serta peningkatan kemakmuran yang sebanding dengan kepentingan keluarga dan sosial.

Kamus Ilmu Kesejahteraan Sosial
‘Kesos’ artinya keadaan sejahtera. Baik secara jasmani, rohani dan sosial.

Bonnum Commune
Adalah kesejahteraan yang menyangkut keseluruhan syarat sosial, yang memungkinkan dan mempermudah manusia dalam memperkembangkan kepribadianya secara sempurna.

W.A Fridlander
Mendefenisikan; sebuah sistem yang diorganisir oleh lembaga sosial untuk membantu individu maupun komunitas dalam mencapai standar hidup layak.

Hasilnya, akan tercapai satu relasi sosial yang memungkinkan kelompok tersebut mengembangkan potensi dirinya secara optimal. Yang berimplikasi pada menguatnya keamanan sosial mereka, sejalan dengan kebutuhan-kebutuhan keluarga dan masyarakat.

Skidmore
‘Kesos’ punya arti luas, meliputi keadaan ideal orang banyak (masyarakat). Dimana tercukupinya kebutuhan fisik, emosional, mental dan ekonomi.

Suparlan
Menandakan keadaan makmur pada umumnya. Yaitu mencakup kesejahteraan jasmaniah, rohaniah, dan sosial.

Suharto
Kesos dipandang sebagai proses usaha yang terorganisir, baik yang diinisiasi oleh perorangan, swasta, lembaga sosial, masyarakat maupun pemerintah dalam meningkatkan kualitas kehidupan. Dengan metode pelayanan sosial atau tunjangan sosial.

Tujuan Kesejahteraan Sosial

Apa tujuan kesejahteraan sosial?

Ya, tentu saja agar kehidupan masyarakat bermartabat, yang berarti hak dan kebutuhan dasarnya terpenuhi.

Hal tersebut ditegaskan dalam UU Nomor 11 Tahun 2009 yang menerangkan bahwa kesejahteraan sosial diarahkan agar terwujud sebuah kehidupan yang layak dan berkualitas bagi semua warganya.

Secara general, konsep ‘kesos’ dimaknai sebagai kondisi sejahtera, berarti keadaan tercukupinya segala bentuk kebutuhan hidup, seperti kebutuhan akan makanan, tempat tinggal, dan pakaian, pendidikan dan kesehatan.

Pemaknaan seperti itu memposisikan ‘kesos’ sebagai tujuan dari proses pembangunan. Atau bahasa lainnya, tujuan pembangunan adalah kesejahteraan masyarakat.

Padahal sebetulnya, ‘kesos’ bisa kita maknai sebagai ‘arena utama’, tempat di mana para pekerja sosial berkiprah dan berkontribusi.

Pemahaman seperti ini menempatkan Kesejahteraan Sosial sebagai sarana dan wahana (alat) untuk mencapai tujuan pembangunan yang lebih besar.

{ Comments are closed }

Beda Komunisme vs Sosialisme Vs Kapitalisme

Sosialisme dan komunisme
Bapak Komunisme Karl Marx – Sumber freegreatpicture.com

Pengertian komunisme itu ideologi politik dengan sistem ekonomi yang bertujuan mencapai dunia utopia di mana semua alat produksi dikuasai rakyat dan digunakan untuk memenuhi kebutuhan bersama secara adil dan merata, semua orang bekerja demi kesejahteraan bersama tanpa insentif; nggak ada lagi yang namanya uang, nggak ada perbedaan kelas kaya-miskin, nggak ada pemerintah, nggak ada negara. Hanya ada satu dunia yang makmur damai sejahtera.

Keren kan? Makanya banyak orang jatuh cinta dengan konsep komunisme. Tapi ini mimpi yang nggak realitis, paling nggak di zaman ini, negara-negara komunis semua berjatuhan ketika berusaha mencapai tujuannya. Belum pernah ada negara di dunia yang pernah mencapai komunisme, semua ambruk di tengah jalan dan yang bertahan, seperti China, harus memodifikasi sistem mereka.

Sedangkan pengertian sosialisme itu adalah komunisme versi lebih realistis. Sistem ekonomi di mana alat produksi dikuasai oleh rakyat dan keuntungan dibagikan sesuai dengan kontribusi individu dalam masyarakat; meritokrasi. Kebutuhan dasar semua orang dipenuhi lewat sarana publik sehingga orang bisa bekerja tanpa khawatir, mis: sandang, pangan, papan, edukasi, kesehatan, transportasi, dll. Prinsip sosialisme bisa diterapkan di negara manapun tanpa harus berideologi komunisme, bahkan di negara sarang kapitalis seperti UK dan US, beberapa undang-undangnya mengadopsi sistem sosialisme.

Sementara pengertian kapitalisme itu sistem ekonomi di mana perdagangan, industri dan alat-alat produksi dikuasai oleh segelintir pemilik modal dan bertujuan untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya. Pendapatan negara kita itu terbesar se-Asia Tenggara loh, bahkan masuk 20 besar di dunia, sekitar USD 870 milyar/tahun. Nah duit sebanyak itu cukup buat memakmurkan rakyat sebenernya, tapi hampir semua duit tersebut masuk ke kantong boss-boss konglomerat para pemilik modal (dan koruptor yang membantu mereka). Makanya di negara ini bisa ada pemulung yang mengais di bak sampah, sementara di sisi lain ada boss konglomerat yang punya Ferari.

Para boss-boss ini yang empunya pabrik-pabrik gede dengan jutaan karyawan, di Indonesia ada sekitar 120 juta buruh. Meskipun para boss ini duitnya gak bakal abis 20 turunan, tapi mereka kasih upah pas-pasan aja buat pegawai. Cuma cukup buat makan sama nyicil motor. Kenapa kasih upah kecil? Pertama, karena mereka manusia serakah. Kedua, agar para karyawan bergantung sama mereka. Kalo gaji kamu pas-pasan, pertengahan bulan sudah habis, kamu harus kerja banting tulang sampai dapet gaji lagi akhir bulan, terus abis lagi di pertengahan bulan. Begitu terus, muter kayak hamster lari di roda, kerja terus sampe kamu tua atau dipecat. Kamu sudah jadi budak.
Tinggal pilih yang mana?

Sumber: https://ask.fm/KeiSavourie

{ Add a Comment }

Manusia Makhluk Istimewa

manusia makhluk istimewa
Manusia makhluk istimewa
 

Oleh: Ust Ikin Shodikin (almarhum)

Manusia makhluk istimewa dibandingkan dengan makhluk-makhluk lainnya. Karena ternyata pada manusia ada unsur-unsur makhluk lain, tetapi pada makhluk lain tidak ada unsur-unsur kemanusiaan.

Sebagaimana kita maklumi, makhluk menurut ulama ada yang masuk kelompok jamadat, nabatat, hayawanat, dan jinnat. Jamadat, makhluk tidak hidup. Nabatat, hanya sekadar tumbuh. Hayawanat. Adapun yang dimaksud dengan jinnat adalah makhluk yang tidak tembus pandang untuk manusia.

Dan ternyata manusia pernah menjadi jamadat, pernah pula menjadi jinnat. Maka ketika dalam rahim manusia disebut janin. Tapi kalau terus-menerus dalam janin tidak mustahil nantinya jadi majnun. Ia tidak bisa terus menerus menjadi janin, suatu saat ia harus keluar agar tidak majnun. Lalu disanalah akhirnya manusia mengalami proses hayawanat,  dalam arti hidup bergerak secara aktif, tidak bisa tinggal disatu tempat.

Sebagai contohnya, dulu ketika seseorang hendak menyebrang menuju masjidil haram  ada seorang supir yang berteriak ‘tsaur’ . waktu itu dia berlalu begitu saja, karena menurut urfi Ciganitri ‘tsaur’ artinya sapi. Tetapi setelah itu dia bertanya kepada seseorang yang sudah lama tinggal disana, dijelaskan bahwa ‘tsaur’ disana itu sama halnya dengan ‘anjing’, dia pun merasa tersinggung selang beberapa hari kemudian dia menyebrang lagi lalu ada sopir yang memanggil ‘tsaur’, dia pun berhenti dan menegurnya terlebih dahulu.

Inilah barangkali yang dimaksud manusia itu. Manusia tidak bisa tinggal dan terkurung hanya dengan satu ‘urfi’, satu saat ia harus meninggalkan ‘urfinya’, inilah yang yang dimaksud li ta’arufu, agar mengenal urfi masing-masing.

Lalu kenapa bisa terjadi demikian, padahal secara khalqiyyah manusia itu sama dengan hayawanat lainnya. Jelas memang, secara khalqiyyah, hanya dari segi fisik, manusia itu sama. Tetapi pada manusia kehebatannya itu karena ada unsur khuluqiyyah-nya.

Saya ambil contoh lagi, kalo kuda yang lari itu apanya? Antara kuda dan pemilik kuda ada perbedaan. Kuda yang lari itu kakinya. Pemilik kuda yang lari itu bukan kakinya, tapi yang memiliki kakinya, Cuma alatnya kaki. Makanya ketika kuda dan pemilik kuda dibalapkan, kuda yang menang, karena kuda itu yang lari kakinya. Kuda itu dipecut langsung lari dan tidak pernah berfikir takut jatuh. Tapi pemilik kuda, akan berfikir dulu, apakah nantinya jatuh atau tidak? Inilah kelebihan manusia, adanya unsur khalqun dan khuluqun.

Tetapi, pada umumnya manusia itu tersimpangkan oleh sesuatu yang mudah terlihat dan terdengar. Tidak heran, kalau laki-laki mencari calon istri, yang pertama kali dilihatnya itu apakah cantik atau tidak? Begitupula perempuan, yang pertamakali dilihatnya apakah tampan atau tidak?

Jadi, yang pertama diperhatikan itu adalah apa yang terlihat oleh mata dan  apa yang terdengar oleh telinga. Padahal, mata dan telinga suka salah. Kalau mata dan telinga suka salah yang meluruskannya siapa? Perasaan? Kalau perasaan salah yang melurusakannya apa? Akal? Kalau akal salah yang meluruskannya apa?

Banyak orang yang mengalami frustasi, karena tidak mempunyai jalan keluar. Semua hanya diserahkan pada kemampuan budidaya akal. Kalau kata akalnya benar maka itu benar. Tapi kalau suatu saat akalnya salah, apa yang akan meluruskannya.

Dalam suatu kuliah umum, seorang profesor mengatakan, “kita berduka cita karena kita kehilangan ilmuwan untuk Eropa.” Seorang ilmuwan dalam bidang fisika setelah terlebih dahulu membunuh anaknya. Tapi sebelumnya ia menulis surat. Isinya, segala persoalan yang sudah tidak bisa kita hadapi. Kembalikanlah kepada-Nya.

Siapa “Nya” itu? Padahal sebelumnya ia seorang Atheis? Sebelumnya ia mamandang segala sesuatu harus menurut akal?

Pada saat itulah orang membuka mata, bahwa hakikatnya segala sesuatu itu ada keterbatasan. Manusia baik dari segi khalqun atau khuluqun, ada keterbatasan. Kalau sedang makan ‘kabuhulan’ (tersedak) ada obatnya, yaitu air. Tapi kalau kabuhulan ku cai apa obatanya? Kini justru banyak orang yang kabuhulan ku cai. Segala persoalan hanya diserahkan kepada akal. Segala yang tidak diterima akal, mustahil, dan mustahil. Itulah kekeliruan.

Mengapa firman Allah berikut ini diawali oleh, “amanar rasulu bima unzila ilaihi min rabbihi wal mu’minuna? Ini menunjukan bahwa Rasul pun dituntut iman karena apa yang diturunkan kepadanya adalah masalah ghaib.

Dari sanalah bagaimana menghadapi dan menyikapi Bima unzila ilaihi min rabbihi. Apa yang harus kita hadapi itu? Apa alatnya? Apakah hanya sekadar khalqun? Mustahil. Atau yang harus kita gunakan itu alatnya khuluqun?

{ Add a Comment }

Pemetaan Sosial

Pemetaan sosial merupakan proses penggambaran masyarakat yang sistematik, dan melibatkan pengumpulan data dan informasi mengenai masyarakat; termasuk profil dan masalah sosial masyarakat. (Eddy Suharto)

Pemetaan sosial berfungsi menginput data dan informasi bagi pelaksanaan program pengembangan masyarakat. Tidak ada aturan dan metode tunggal yang secara sistematik paling unggul dalam pemetaan sosial.

Prinsip utama pemetaan sosial bagi praktisi pekerjaan sosial yaitu dengan mengumpulkan informasi sebanyak mungkin di suatu wilayah dengan spesifik sebagai bahan pengambilan keputusan dalam proses pertolongannya. (Eddy Suharto)

Tujuan pemetaan sosial

  • Langkah awal pengenalan lokasi sasaran proyek dan pemahaman fasilitator terhadap kondisi khalayak sasaran.
  • Mengetahui kondisi sosial masyarakat.
  • Sebagai dasar pendekatan dan metode pelaksanaan Pemberdayaan masyarakat.
  • Menjadi dasar penyusunan rencana kerja yang bersifat taktis terhadap permasalahan yang dihadapi.
  • Acuan dasar untuk mengetahui terjadinya proses perubahan sikap dan perilaku masyarakat sasaran.
  • Output yang dihasilkan adalah data dan informasi tentang kondisi sosial-budaya masyarakat setempat.

Informasi yang perlu digali

  • Demografi: jumlah penduduk, komposisi penduduk menurut usia, mata pencaharian, agama, pendidikan, dll.
  • Geografi: Topografi, letak lokasi ditinjau dari aspek geografis, aksesibilitas lokasi, pengaruh linkungan geografis terhadap kondisi sosial masyarakat, dll.
  • Psikografi: nilai-nilai dan kepercayaan yang dianut, mitos, kebiasaan-kebiasaan, adat istiadat, karakteristik masyarakat, pola hubungan sosial yang ada, motif yang menggerakan tindakan masyarakat, pengalaman masyarakat, pandangan dan sikap perilaku terhadap intervensi dari luar, kekuatan sosial yang berpengaruh, dll
  • Pola Komunikasi: media yang dikenal dan digunakan, bahasa, kemampuan baca tulis, orang yang dipercaya, informasi yang biasa dicari, tempat memperoleh informasi.

Metode pengumpulan data:

Sekunder: meminta dan mengambil dari kelurahan dan kecamatan

Primer:

  • Wawancara terstruktur
  • Pengamatan langsung
  • FGD (Fokus Group Discussion) atau diskusi kelompok terfokus.

Mengenai FGD dan Teknik wawancara akan dibahas dalam tulisan lainnya.

{ Add a Comment }