close

Berwudhu Dengan Bekas Tinta Pemilu Ditangan, Sah Atau Batal?

Pemilu kemarin membekas hingga kita sampai kerumah masing-masing. Bagaimana tidak seusai mencoblos kita diharuskan untuk menandai salah satu jari kita dengan tinta biru, katanya selaku bukti sih.. 
Nah, bagaimana nih kalau masih ada tinta dijari dan menutupi kuku tangan kita? apakah wudhu kita sah atau batal? Penasaran? yuuuk simak penjelasan berikut ini..
Dari Umar bin Khatab radhiyallahu ‘anhu, ia menceritakan :

أَنَّ رَجُلًا تَوَضَّأَ فَتَرَكَ مَوْضِعَ ظُفُرٍ عَلَى قَدَمِهِ فَأَبْصَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: «ارْجِعْ فَأَحْسِنْ وُضُوءَكَ» فَرَجَعَ، ثُمَّ صَلَّى

Ada seseorang yang berwudhu kemudian beliau membiarkan seluah satu kuku di jari kakinya tidak terkena air. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memperhatikannya dan menyuruhnya,
 

”Kembali, ulangi wudhumu dengan baik.”

Orang inipun mengulangi wudhunya, lalu beliau shalat. (HR. Muslim 243).

Dalam riwayat Ahmad, diceritakan :

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَأَى رَجُلًا يُصَلِّي، وَفِي ظَهْرِ قَدَمِهِ لُمْعَةٌ، قَدْرُ الدِّرْهَمِ لَمْ يُصِبْهَا الْمَاءُ ” فَأَمَرَهُ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُعِيدَ الْوُضُوءَ “

Bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menyaksikan seseorang shalat, sementara di punggung kakinya ada selebar koin yang belum tersentuh air. Kemudian beliau memerintahkan orang ini untuk mengulangi wudhunya. (HR. Ahmad 15495 dan dinilai hasan oleh Syuaib al-Arnauth).

Berdasarkan hadis di atas, para ulama memastikan bahwa wudhu tidak sah, jika masih ada bab anggota wudhu yang tidak terkena air. Meskipun itu cuma seluas koin atau kuku di jari kaki.

Ketika wudhu batal, maka shalat yang dilaksanakan juga batal.

Ketika menjelaskan hadis Umar di atas, an-Nawawi mengatakan :

  Dasar Aturan Pembiyaan Multijasa

فِي هَذَا الْحَدِيث : أَنَّ مَنْ تَرَكَ جُزْءًا يَسِيرًا مِمَّا يَجِب تَطْهِيره لَا تَصِحّ طَهَارَته وَهَذَا مُتَّفَق عَلَيْهِ،
 

Dalam hadis ini terdapat kesimpulan bahwa orang yang meninggalkan sebagian anggota yang wajib dibasuh maka wudhunya tidak sah. Ini perkara yang disepakati.  (Syarh Muslim karya an-Nawawi, 3/132).
 
Cat yang Menutupi Anggota Wudhu

Semakna dengan keringnya anggota wudhu yakni adanya bagian anggota wudhu yang tertutupi benda tertentu, sehingga air tidak bisa mengenai permukaan kulit anggota wudhu itu.

Imam An-Nawawi mengatakan :
إذا كان على بعض أعضائه شمع أو عجين أو حناء وأشباه ذلك فمنع وصول الماء إلى شيء من العضو لم تصح طهارته سواء أكثر ذلك أم قل
 

Apabila sebagian anggota wudhu tertutup cat atau lem, atau kutek atau semacamnya, sehingga mampu membatasi air hingga ke permukaan kulit anggota wudhu, maka wudhunya batal, baik sedikit maupun banyak. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 1/467).

Sebaliknya, bila ada benda yang menutupi anggota wudhu, namun tidak menghalangi air terkena permukaan kulit, wudhunya sah, walaupun ada bekasnya di kulit, misal bekas warna atau semacamnya.

Imam An-Nawawi melanjutkan penjelasannya :

ولو بقي على اليد وغيرها أثر الحناء ولونه ، دون عينه ، أو أثر دهن مائع بحيث يمس الماء بشرة العضو ويجري عليها لكن لا يثبت : صحت طهارته
 

Jika di tangan masih ada bekas pacar kuku, dan warnanya, tetapi zatnya telah hilang, atau bekas minyak kental, di mana air masih mampu menyentuh kulit anggota wudhu dan bisa mengalir di kulit anggota wudhu, meskipun tidak tertahan, wudhunya sah. (al-Majmu’ Syarh Muhadzab, 1/468).

Rincian ini juga disampaikan dalam pedoman Lajnah Daimah, ketika ditanya perihal hukum cat atau pacar kuku,

  Destinasi Rekreasi Alam Di Bandung Barat Yang Populer

إذا كان للطلاء جرم على سطح الأظافر ، فلا يجزئها الوضوء دون إزالته قبل الوضوء ، وإذا لم يكن له جرم أجزأها الوضوء كالحناء
 

Jika pacar kuku ini mengandung zat yang menutupi permukaan kuku, maka tidak sah digunakan untuk wudhu, sebelum dibersihkan sebelum wudhu.

Jika tidak ada zat yang menghalangi permukaan kulit, boleh digunakan untuk wudhu, seperti hena (pacar kuku)
. (Fatawa Lajnah Daimah, 5/218)

Berdasarkan informasi di atas, bila kita amati, tinta pemilu tergolong jenis yang kedua.
Tinta ini seperti hena, yang  masuk ke dalam pemukaan kulit. Sehingga tinta ini tidak membatasi air untuk tentang permukaan kulit.

Berbeda dengan cat, lem, atau stiker yang ada di permukaan kulit. Benda mirip ini bisa menghalangi air tentang permukaan kulit.

Wallahu a’lam.
Sumber :
Kajian Online Group 14.
web susukan : tholabulilmiindonesia.blogspot.com
Sumber gambar :
politik.rmol.co