close

Berbicara Dalam Diam

Kamis, 7 Desember 2017
Jam : 02.59 am WITA
Kota : Kendari (SULTRA)

Kebiasan jelek ku mulai kembali lagi, entah sudah beberapa minggu terakhir mata sulit untuk terpejam dengan tenteram, “mungkinkah saya banyak menimbang-nimbang hal-hal yang mengkhawatirkan? ” ku mengajukan pertanyaan tetapi tetap membisu.

malam ini, jari jemariku mulai bergerak mengikuti irama sunyi , bunyi kipas angin yang berdesis seperti ular namun tetap indah untuk didengar sesaat. “hey, kau katamu tadi sunyi.. !” tegurku dalam membisu… sekali lagi .. “hei kau!”.. sesekali terdengar dalam diam ku.. suara itu berasal dalam diriku sendiri…

sukar untuk berkata dalam membisu, susah untuk mengerti keadaan yang bekerjsama, “sehari penuh apa yang sudah aku lakukan?” tanya ku sekejap.. “ohiya, aku melakukan sesuatu yang harus saya lakukan!” jawabku dalam membisu….

“kau mengerti aku?” …
“apakah kamu betul-betul mengetahui diriku?”..
“kamu mengenalku?”,,, dia berbisik dan selalu bertanya..

entahlah,, ini hanya suatu dialoq kecil yang sesekali tak butuh untuk dijawab,, bergotong-royong saya tipe orang yang suka mengatakan sendiri, kadang-kadang berbicara dengan binatang dan tumbuhan didepan rumah,, “itu menyenangkan!”… waaaaah beliau berbisik lagi…
  “apakah kamu senang?” … beliau bertanya.. namun saya tetap membisu dan terus membisu

“apakah yang mau kau lakukan besok?” ..
“saya ingin berterika!!!!” jawabku dalam diam.
“jangan… jangan kerjakan itu !..”
“sudahlah saya tak serius ,,itu cuma suatu kata yang ingin mengecohmu”.. jawabku
“hahahhaa… kamu mulai lagi,, bercanda tetapi serius!”… ia berkata sambil meledek ku..

mirip biasa aku bengong..

“malam ini, biarlah berlalu, berdoalah untuk esok hari yang lebih baik,, dengarlah itu sebuah teguran, untuk beristirahat sekejam…”  pintanya tersenyum  🙂

  Saat Hijrahmu Cuma Ikut-Ikutan

aku merasa ada yang salah dengan diriku sendiri, ingin sekali meneteskan air mata, namun aku tau itu sia-sia,,, sekilas teringat bacaan yang pernah ku baca..
“jangan seperti itu!” tiba-tiba beliau berteriak menyadarkan ku..

“hei ,, lihat jam berapa sekarang? ” tanya beliau. waaah wktunya untuk menutupnya.. istirahatlah

“tetap semangat!” pintanya sekali lagi..

“mana senyum mu?” beliau bertanya.. tetapi saya tetap diam dan terus melanjutkan apa yg terjadi diantara kita.

“tenanglah..  ayoo beristirahat “!!! bujuknya dengan lembut..

prcakapan ini rampung sempurna 03.19 am.. 

continue…