close

Awas, Inilah 5 Ancaman Pribadi Tidur Setelah Sahur Bagi Kesehatan

O ya, setelah akhir menyantap masakan sahur, apa yang umum Sobat lakukan

Mungkin sebagian besar akan menjawab tidur kembali. Tetapi, siapa sangka, bahwa kebiasaan tidur kembali setelah sahur dapat mengakibatkan beberapa efek negatif bagi kesehatan tubuh.

Setelah semua makanan sahur masuk ke dalam perut, maka lambung akan melakukan pekerjaan dengan cara mencerna masakan tersebut menjadi sari-sari kuliner yang hendak diserap oleh badan untuk diubah menjadi energi.

Sistem pencernaan memerlukan kurang lebih 2 jam untuk mengolah kuliner hingga menjadi sari makanan. Nah, dalam proses ini metode pencernaan memerlukan suplai darah yang jumlahnya tak sedikit.

Oleh alasannya adalah itu, kita tidak dianjurkan untuk beraktivitas berat sehabis makan. Tidak boleh beraktivitas berat bukan mempunyai arti boleh eksklusif tidur.

Jika Sobat tidur, maka nyaris seluruh fungsi organ tubuh berhenti melakukan pekerjaan sementara, terkecuali organ jantung, otak, dan paru-paru.

Tidur setelah makan sahur tidak akan menawarkan waktu yang cukup bagi sistem pencernaan dalam memecah kuliner. Pada kesannya, masakan tersebut menjadi tertimbun tidak berguna di dalam perut.

Makanan yang dimakan tidak akan tercerna dengan baik ketika tidur, yang ada malah bisa menjadikan banyak sekali ancaman kesehatan mirip berikut:

Bahaya Langsung Tidur Setelah Sahur Bagi Kesehatan

Tidak Hanya Obesitas, Inilah Dampaknya Jika Seorang Anak Kelebihan Asupan Protein

2. Asam Lambung Naik

Maag lazimnya terjadi akhir seseorang sering telat makan. Meskipun bisa membaik dengan sendirinya, kondisi maag juga bisa bertambah parah.

Ini mampu menjadi bahaya apabila Sobat punya kebiasan buruk mirip eksklusif tidur sesudah makan sahur. Soalnya, sistem pencernaan tidak dapat mencerna makanan dengan baik.

Secara otomatis lambung akan meningkatkan buatan asam lambung untuk mempercepat prosesnya.

Di samping itu, ketika Sobat tidur, gaya gravitasi akan melonggarkan klep lambung sehingga menjadikan asam lambung di perut mengalir kembali menuju kerongkongan.

Asam lambung yang naik mampu mengikis lapisan dinding kerongkongan dan mampu menjadikan luka di kerongkongan.

Hal tersebut mampu menimbulkan perut menjadi mulas, rasa nyeri di ulu hati, dan panas perih mirip terbakar pada bagian dada sampai tenggorokan.

3. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD)

Kebiasaan eksklusif tidur sesudah sahur mampu membuat jumlah buatan asam lambung tubuh meningkat.

Selain dapat mengakibatkan masalah asam lambung naik (heartburn), keadaan ini juga mampu berkembang menjadi GERD (gastroesophageal reflux disease) atau refluks asam lambung.

GERD yakni kelanjutan dari asam lambung yang naik dan terjadi setidaknya lebih dari dua kali dalam seminggu.

Gerd terjadi karena klep pemisah antara lambung dan tenggorokan tidak tertutup tepat sehingga terdapat celah yang membuat asam lambung mengalir balik ke kerongkongan.

Asam lambung bisa melukai tenggorokan dan menjadikan aneka macam gejala lainnya mirip perut kembung, mual, muntah, kesulitan menelan, sendawa, bunyi serak, dan nyeri dada saat berbaring.

4. Sembelit

Normalnya, tubuh mencerna makanan memerlukan waktu dua jam hingga lambung menjadi kosong. Sisa-sisa makanan akan menuju ke usus untuk dipadatkan menjadi feses.

Tetapi, eksklusif tidur sesudah sahur akan melambatkan proses pencernaan makanan, sehingga kuliner tersebut akan terlalu lama di dalam lambung.

Timbunan masakan yang berada di perut dan tidak kunjung dicerna mampu menjadikan gangguan pencernaan seperti sembelit.

Hal ini alasannya usus akan menyerap banyak cairan dari feses sehingga menciptakan feses menjadi padat dan kering. Feses yang terlalu keras akan lebih susah untuk  mengeluarkannya dari dalam tubuh.

Ditambah selama bulan pahala, risiko terhadap sembelit akan menjadi  lebih besar, alasannya adalah tubuh kelemahan asupan cairan dari hari-hari umumnya.

Boleh Baca: Ragam Manfaat Mengonsumsi Pepaya, Salah Satunya Mencegah Sembelit

5. Stroke

Tidur setelah sahur membuat tata cara pencernaan menjadi lebih susah untuk mencerna kuliner, sehingga sistem pencernaan membutuhkan asupan darah yang lebih banyak untuk memperlancar kerjanya.

Padahal, otak juga tetap memerlukan darah yang stabil meskipun keadaan badan sedang tertidur.

Darah yang menuju perut ini mampu menciptakan otak kekurangan oksigen. Dalam jangka waktu yang lama, kebiasaan buruk ini tetap dijalankan, otak mampu mengalami stroke.

Selain itu, setelah makan dalam tubuh akan terjadi perubahan kadar gula darah, kolesterol, dan tekanan darah yang mungkin mampu memiliki dampak pada peningkatan risiko stroke.

Efek jelek dari tidur sehabis sahur tidak mampu diremehkan. Kaprikornus, jangan jadikan hal ini sebagai kebiasaan yang dapat merugikan kesehatan Sobat.

Alangkah baiknya setelah sahur melaksanakan hal yang berfaedah, mirip membaca Alqur’an dan berdzikir sembari menunggu adzan subuh berkumandang. Mari, tetap menjaga kesehatan badan pada Ramadan ini.

Boleh Baca: Ternyata Minyak Alpukat Bisa Menurunkan Risiko Stroke!

Semoga berguna
Salam.
Ditulis oleh: Anita Putri Kirana

Referensi:

  • Harvard Health Publishing Harvard Medical School. Are You Tired from…Too Much Sleep?
  • Chumari A. HealthXchange Singapore. Healthy Ramadan Fasting.
  • Mayo Clinic (2018). Diseases & Conditions. Gastroesophageal Reflux Disease (GERD).
  • WebMD (2018). Physical Side Effects of Oversleeping.
  • West, H. Healthline (2019). How to Fast Safely: 10 Helpful Tips.
  5 Cara Semoga Kegiatan Berguru Tetap Terjaga Di Bulan Berkat