close

Aku Cemburu Suamiku Bergaul dengan Wanita Lain

Wahai Syaikh, suamiku & anggota keluarga besarnya sering bercampur-gaul. Sebagiannya memang mahram, tetapi ipar, istri paman, & sepupu kan bukan mahram. Terus terperinci saya cemburu. Dan saat saya ingatkan, suami malah marah & berargumentasi bahwa itu ialah kebiasaan. Apa yg mesti aku lakukan?

Wahai saudariku, bersyukurlah terhadap Allah karena kamu-sekalian masih mempunyai cemburu & berusaha melakukan amar ma’ruf nahi munkar. Teruskanlah upaya dakwahmu & mudah-mudahan suamimu & kerabatnya mendapatkan hidayah Allah sehingga mereka mampu menjaga pergaulan sesuai tuntunan syariat & tak bergaul secara bebas.

Selain memberi nasehat, kamu-sekalian mesti selalu berdoa terhadap Allah Ta’ala, agar dakwahmu dibersamai dgn hidayahNya. Sebagaimana kita tahu, Allah adalah Dzat yg membolak-balikkan hati. Maka mohonlah kepadaNya agar suami & kerabatnya dikondisikan hatinya menerima seruanmu.

Berbuat baiklah terhadap mereka, & teruslah berbuat baik. Jika mereka marah atau terkesan membencimu, jangan dibalas dgn kebencian & kemarahan pula. Posisikanlah mereka sebagai kerabat yg memerlukan pinjaman. Dekatilah mereka & sambunglah silaturahim tanpa menatap rendah. Tunjukkanlah kasih sayg terhadap mereka. Itu akan membuat nasehatmu lebih gampang diterima.

Di samping itu, kamu-sekalian juga mesti senantiasa mempertahankan diri agar tak terjerumus bareng mereka. Orang mukmin tak boleh merasa dirinya kondusif dari fitnah. Jangan hingga justru kamu-sekalian terpengaruh & balasannya turut serta. Maka selain mendoakan mereka, berdoalah mudah-mudahan dijaga Allah dlm keistiqamahan. Berdoalah kepada Allah mudah-mudahan ditetapkan dlm Islam. Berdoalah kepada Allah agar dikuatkan dlm dogma.

Adapun rasa sedih & cemburu yg kamu-sekalian sebutkan, bantu-membantu itu yakni karunia Allah kepada hambaNya. Namun demikian, jangan hingga cemburu & kesedihan itu menyebabkan frustasi.

  Puisi Kebenaran - Oleh Edy Witanto

فَلَا تَذْهَبْ نَفْسُكَ عَلَيْهِمْ حَسَرَاتٍ

“Maka, janganlah dirimu binasa karena kesedihan kepada mereka” (QS. Fathir : 8)

Rasa marah & cemburu, juga jangan sampai mengakibatkan mereka malah lari & menjauh dari dakwah. Karena tujuannya ialah memperbaiki mereka, bukan melampiaskan kecemburuan. Tujuannya adalah agar mereka melalui jalan kebenaran mirip yg kamu-sekalian harapkan, bukan membuat semakin jauh & kelewatan.

Selagi suamimu masih muslim, masih shalat, & menunaikan kewajibannya kepadamu, bersabarlah sembari berupaya menasehati & memperbaikinya. Semoga sebuah ketika Allah membuatmu senang dgn perubahan suami & kerabatnya.

Untuk memudahkan bersabar, lihatlah ujian wanita lain yg diuji dgn cobaan yg jauh lebih berat atas suaminya.Bahkan ada diantara muslimah mendapatkan suami yg keji, & berakhlak sungguh jelek. Posisikan pula kesalahan suamimu secara proporsional, jangan sampai alasannya adalah hal itu kamu-sekalian melalaikan segala kebaikannya. Semoga Allah berkenan memberikan isyarat terhadap kita & terhadap suamimu serta kerabatnya. [Disarikan dari fatwa Syaikh Muhammad bin Shalih Al Munajjid]