Pola Kehidupan dan Karakteristik Masyarakat Perkotaan

Posted on
Pengertian masyarakat kotaRemove term: karakter masyarakat kota karakter masyarakat kotaRemove term: karakteristik masyarakat perkotaan karakteristik masyarakat perkotaan
Ilustrasi Masyarakat Perkotaan. Sumber Gambar: Unsplash.com

Pola Kehidupan dan Karakteristik Masyarakat Perkotaan

Kehidupan masyarakat tergantung dari jenis Community dimana ia berada. Masyarakat kota sebagai Community, seperti pula masyarakat pedesaan, adalah suatu kelompok teritorial di mana penduduknya menyelenggarakan kegiatan-kegiatan sepenuhnya.

Baca Juga: Pengertian Masyarakat Perkotaan

Sosiologi membagi Community atas jenis rural, jika anggota masyarakatnya bersifat relatif sedikit dan bermata pencaharian agraris dan jenis urban jika jumlah warganya relatif banyak dan mata pencaharian utama perdagangan atau industri.

Masyarakat perkotaan sering disebut urban Community. Pengertian masyarakat kota lebih ditekankan pada sifat kehidupannya serta ciri-ciri kehidupannya. Kondisi-kondisi yang diperlukan bagi suatu kota (urban/city) ada enam : (1) pembagian kerja dalam spesialisasi yang jelas; (2) organisasi sosial lebih berdasarkan pekerjaan dan klas sosial dari pada kekeluargaan, (3) lembaga pemerintahan lebih berdasarkan teritorium daripada kekeluargaan; (4) suatu sistem perdagangan dan pertukangan; (5) mempunyai sarana komunikasi dan dokumentasi; (6) berteknologi yang rasional. Makin besar kota makin tegas ciri-ciri tersebut.

Masyarakat kota adalah suatu kelompok terorganisasi yang tinggal secara kompak di wilayah tertentu dan memiliki derajat interkomunikasi yang tinggi. Sehubungan ini Borgardus menunjuk pada latar belakang yang berupa kegiatan berdagang dan berindustri sebagai yang pokok.

Para warganya menempati suatu lingkungan buatan di mana teknologi membantu segala tata cara kerjanya. Masyarakat kota menarik karena pemakaian kendaraan bermotornya, keserbatergesa-gesaanya dan gangguan jiwa yang dideritanya. Masyarakat kota acap kali meragukan sikap hemat, percaya kepada diri sendiri dan kepuasan kerja merupakan dasar dar kesejahteraan bangsa.

Masyarakat kota sebenarnya merupakan produk dari kekuatan sosial yang bersifat kompleks. Hal ini tergantung dari sejarah perkembangan kota yang bersangkutan. Mungkin kota tersebut berlatar belakang kemajuan pertanian, perdagangan, pemerintahan, politik dan sebagainya.

Perkembangan masyarakat kota didorong oleh banyak faktor. Di antaranya;

  1. Pertambahan penduduk kota itu sendiri sudah menambah gengsi kepada warganya. Kontrak sosial antara manusianya yang beraneka itu bersifat mengharuskan. Tanpa itu manusia akan merasa hidup terpencil.
  2. Penemuan mesin dan tenaga uap ditambah lagi dengan penggunaan modal besar dalam usaha dagang dan industri menciptakan pabrik-pabrik besar. Ini menarik banyak tenaga kerja dari daerah pertanian melalui tingginya upah dan aneka jaminan sosial. Akhirnya produksi massal dari industri kota itu sendiri mendorong perkembangan kota lanjut.
  3. Peranan transportasi dan komunikasi besar di kota. Dua itu yang menjamin kekompakan kehidupan masyarakat kota. Jika itu macet maka segala kegiatan akan lumpuh.
  4. Kesempatan untuk maju dan berhasil lebih banyak tersedia di kota dibandingkan dengan di desa.
  5. Kota menawarkan fasilitas kesehatan dan pendidikan yang cukup sebagai sarana kenaikan jenjang sosial. Ilmu dan seni memenuhi kebutuhan manusia.
  6. Pengisian waktu senggang tersedia cukup, demikian pula berabagai hiburan dan olahraga.

Talcott Parsons.  mendeskripsikan tipe masyarakat kota yang diantaranya memiliki ciri:

  1. Netral Afektif, Masyarakat Kota Memperlihatkan sifat yang lebih mementingkan Rasionalias dan sifat rasionalitas ini erat hubungannya dengan konsep Gesellschaft atau Association. Mereka tidak mau mencampuradukan perasaan pada umumnya dengan hal-hal yang bersifat rasional, itulah sebabnya tipe masyarakat itu disebut netral dalam perasaannya.
  2. Orientasi Diri, Manusia dengan kekuatannya sendiri harus dapat mempertahankan dirinya sendiri, pada umumnya dikota tetangga itu bukan orang yang mempunyai hubungan kekeluargaan dengan kita oleh karena itu setiap orang dikota terbiasa hidup tanpa menggantungkan diri pada orang lain, mereka cenderung untuk individualistik
    Universalisme, Berhubungan dengan semua hal yang berlaku umum, oleh karena itu pemikiran rasional merupakan dasar yang sangat penting untuk universalisme.
  3. Prestasi, Mutu atau prestasi seseorang akan dapat menyebabkan orang itu diterima berdasarkan kepandaian dan keahlian yang dimilikinya.
  4. Heterogenitas, Masyarakat kota lebih memperlihatkan sifat heterogen, artinya terdiri dari lebih banyak komponen dalam susunan penduduknya.

Menurut Ramdani,  Ada beberapa ciri dan pola yang menonjol pada masyarakat kota yaitu:

  1. Kehidupan keagamaan berkurang bila dibandingkan dengan kehidupan keagamaan di desa.
  2. Orang kota pada umumnya dapat mengurus dirinya sendiri tanpa harus bergantung pada orang lain. Hal yang penting adalah manusia perorangan atau individu.
  3. Pembagian kerja di antara warga-warga kota lebih tegas dan mempunyai batas-batas yang nyata.
  4. Kemungkinan-kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan juga lebih banyak diperoleh warga kota dari pada warga desa.
  5. Interaksi yang terjadi lebih banyak terjadi berdasarkan pada faktor kepentingan dari pada faktor pribadi.
  6. Pembagian waktu yang lebih teliti dan sangat penting, untuk dapat mengejar kebutuhan individu.
  7. Perubahan-perubahan sosial tampak dengan nyata di kota-kota, sebab kota biasanya terbuka dalam menerima pengaruh dari luar.

Menurut Soejono Soekanto,  Masyarakat Kota memiliki karakteristik atau ciri khas sebagai berikut:

  1. Heterogen
  2. Perilaku yang dilandasi oleh konsep pengandalan diri dan kelembagaan
  3. Perilaku yang berorientasi pada rasionalitas dan fungsi
  4. Mobilitas sosial, sehingga dinamik
  5. Kebauran dan diversifikasi kultural
  6. Birokrasi fungsional dan nilai-nilai sekular
  7. Individualisme