Gotong Royong

Posted on
pengertian gotong royong, manfaat gotong royong, contoh gotong royong dan nilai-nilai gotong royong.
Sumber gambar: pixabay

PENGERTIAN GOTONG ROYONG

Anda mungkin pernah mendengar slogan

“Bersatu kita teguh, bercerai kita runtuh!”

Kalimat di atas populer populer di Indonesia sekitar era 90-an, sayangnya gaungnya kini sudah jarang terdengar. Kalimat di atas memang singkat, tapi memiliki tafsiran yang sangat bagus.

Karena persatuan merupakan landasan dasar yang digunakan sejak dulu oleh para pejuang dalam membangun bangsa. Budaya gotong royong adalah perwujudan nyata semangat persatuan masyarakat Indonesia.

Presiden Soekarno Presiden Republik Indonesia yang pertama sampai menyampaikan bahwa gotong royong adalah “jiwa” masyarakat Indonesia. Saat sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) tahun 1945. Meskipun sangat disayangkan karena budaya gotong royong mulai hilang.

Jika kita mau bernostalgia, dulu mudah sekali menemukan budaya gotong royong di masyarakat. Ada kerja bakti yang sering dilaksanakan masyarakat tiap jum’at (jumsih) bahkan ada kegiatan gotong royong antar umat beragama.

Intinya gotong royong itu merupakan identitas nasional. Karenanya, budaya gotong royong sebaiknya dijaga dan dipraktikan dalam kehidupan sehari-hari.

Gotong royong berasal dari bahasa Jawa. Gotong berarti angkat atau pikul, royong artinya bersama-sama. Jika kita artikan secara harafiah, maka gotong royong bermakna mengangkat bersama-sama atau mengerjakan pekerjaan dengan bersama-sama.

Gotong royong memiliki arti yang mirip dengan partisipasi, yaitu keaktifan tiap individu untuk terlibat serta memberi nilai positif pada tiap objek, permasalahan, ataupun kebutuhan orang-orang di sekelilingnya.

Partisipasi aktif yang dimaksud dapat berupa bantuan-bantuan yang wujudnya tenaga fisik, intelektulitas (sumbangan pikiran atau nasihat yang konstruktif), materi, keuangan, support secara mental spiritual, ketrampilan, sampai hanya berdoa kepada Tuhan.

PENGERTIAN GOTONG ROYONG MENURUT PARA AHLI

Menurut Koentjaraningrat budaya gotong royong masyarakat Indonesia bisa dikategorikan dalam dua jenis;

Pertama, gotong royong dalam arti tolong menolong. Budaya gotong ini terjadi terjadi saat aktivitas-aktivitas “insidental” seperti pada peristiwa bencana atau kematian, panen pertanian, kegiatan sekitar rumah tangga, kegiatan pesta, dan kegiatan perayaan.

Kedua, Sedangkan budaya gotong royong kerja bakti umumnya dilakukan saat masyarakat mengerjakan sesuatu bersama yang sifatnya untuk kepentingan umum, entah karena inisiatif warga atau gotong royong yang diprogramkan pemerintah.

Dalam pandangan ilmu sosiologi budaya, gotong royong merupakan semangat yang terbentuk dalam perilaku atau tindakan individu yang dilaksanakan tanpa mengharapkan balasan, semangat itu dilakukan secara bersama-sama demi kepentingan banyak orang.

Sebetulnya gotong royong membuat kehidupan penduduk Indonesia lebih berdaya dan sejahtera. Beragam permasalahan hidup bisa terpecahkan secara mudah dan murah, demikian pula yang berkaitan dengan pembangunan masyarakat.

Baca Juga:

MANFAAT GOTONG ROYONG

Akan banyak sekali keuntungan yang didapatkan dari budaya Gotong royong merupakan budaya masyarakat yang. Keuntungan –keuntungan tersebut antara lain:

1. Beban Pekerjaan yang Harus Ditanggung Terasa Ringan

Semakin banyak orang yang berpartisipasi dalam upaya pembangunan maka semakin ringan pekerjaan tiap individu yang ada di dalamnya.

Gotong royong pun menyebabkan masyarakat merasa memiliki program tersebut, sehingga dengan sukarela ikut membantu tiap program-program lanjutannya.

Selain itu dapat meringankan pekerjaan yang harus ditanggung juga membuat sebuah pekerjaan lebih cepat untuk diselesaikan. Artinya, pekerjaan menjadi lebih efektif dan efisien.

2. Menumbuhkan Kebersamaan, Sikap Sukarela, Tolong-Menolong, dan Kekeluargaan Antar Warga

Gotong royong secara alami bisa menumbuhkan kebersamaan, sikap sukarela, tolong-menolong, dan kekeluargaan antar sesama anggota masyarakat.

Masyarakat yang sering gotong royong punya sikap lebih peduli pada orang-orang yang di sekitarnya. Mereka saling berbagi dan tolong menolong dengan sukarela. Masyarakat lebih kompak karena dengan sikap ini rasa kebersamaan dan kekeluargaan akan terjaga antar sesama anggota yang ada di masyarakat.

3. Terbinanya Hubungan Sosial Yang Baik Dan Harmonis Antar Warga Masyarakat

Pada satu titik lingkungan masyarakat yang guyub dan kompak akan membuat daerah tersebut harmonis.Nantinya apabila ada satu anggota masyarakat yang ditimpa kesulitan, anggota masyarakat lain akan dengan sigap membantu.

Hubungan sosial yang baik dan harmonis bisa terbangun apabila masyarakatnya ikut berpartisipasi dan mau bergotong royong.

4. Persatuan dan Kesatuan Nasional

Gotong royong dalam skala yang lebih besar bisa meningkatkan persatuan dan kesatuan bangsa. Asumsinya jika tingkat RT atau RW masyarakatnya sudah solid maka kedepannya akan mampu menjalin persatuan dengan skala lebih besar yaitu tingkat nasional.

Gotong royong faktanya dapat menyadarkan masyarakat bahwa kita semua hidup di tanah air yang sama, sehingga persatuan dan kesatuan yang ada harus menjadi pemersatu dari Sabang sampai Merauke.

NILAI-NILAI DALAM GOTONG ROYONG

Nampak sekilas, gotong royong seperti suatu hal yang sederhana. Padahal kenyataannya dibalik kesederhanaannya tersebut, gotong royong menyimpan berjuta nilai yang positif bagi masyarakat. Nilai-nilai positif gotong royong diantaranya:

1. Nilai Kebersamaan

Dengan gotong royong, masyarakat akan saling bekerja sama untuk mencapai kesepakatan dan nilai-nilai yang bisa dimanfaatkan bersama. Gotong royong adalah cerminan rasa kebersamaan yang tumbuh dalam lingkungan masyarakat.

2. Nilai Persatuan

Dengan gotong royong akan melahirkan kebersamaan dan persatuan antar anggota masyarakat sehingga masyakarat jadi lebih kuat. Dan apabila ada masalah sosial mereka mampu menghadapinya.

3. Nilai Rela berkorban

Gotong royong mengajarkan warga untuk siap rela berkorban. Pengorbanan bisa dalam berbagai bentuk. Mulai dari berkorban waktu, tenaga, pemikiran, hingga uang. Semua pengorbanan bermuara untuk kepentingan bersama. Kebutuhan pribadinya rela dikesampingkan agar tujuan bersama terpenuhi.

4. Nilai Tolong menolong

Gotong royong menjadikan masyarakat menolong satu sama lain dan saling bahu-membahu. Apapun kontribusinya dalam gotong royong, pada akhirnya pasti memberi manfaat untuk orang lain.

5. Nilai Sosialisasi

Gotong royong membuat masyarakat sadar jika dirinya merupakan makhluk sosial. Apalagi di era yang penuh Individualisme ini, gotong royong membuat warga saling kenal satu sama lain sehingga pada prosesnya kita manusia dapat terus eksis.